Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 55


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


"sekarang kita makan malam yah, keburu kalian mengantuk"


"ok mom"


mereka pun turun menuju ruang makan. para maid berbaris meyambut dengan hormat. mereka menuju meja makan. Aurora menghidangkan satu persatu makanan ke tiganya. lalu setelah itu ia mengambil makanannya.


"sayang... boleh kah aku berkata sesuatu nanti"


"eumm katakan sayang"


"nanti di kamar"


"baiklah"


setelah selesai makan malam, Aurora menyuruh kedua anaknya untuk segera tidur. si kembar menurut. Alvaro dan Aurora kembali di kamar. Alvaro mengunci pintunya dengan otomatis


"apa yang ingin kau katakan hmm" ucap Alvaro memeluk tubuh istirnya dengan mesra. "aku ingin sekali ke Indonesia, aku ingin menemui kakak dan orang tua ku" gumam Aurora kecil dan menatap mata biru Alvaro dengan intens. "kau sungguh ingin menemui mereka? jika kau sungguh ingin menemui mereka, aku tinggal memanggil mereka saja"


"Tidak mungkin, mereka mana mungkin mau mendengarkan mu sayang"


"ck, apa kau meragukan kemampuan ku Aurora Alexander"


"heh, sejak kapan nama belakang ku Alexander" gumam Aurora terkekeh lucu mendengar ucapan suaminya. "tentu saja karna kau bagian dari aku, aku Alvaro Alexander dan kau istriku Aurora Alexander dan kita akan hidup selamanya, sampai ajal menjemput kita"


"mengapa suamiku menjadi romantis seperti ini"


Aurora merasa tersentuh, ia menyentuh wajah suaminya dengan lembut hingga membuat Alvaro tergoda dan hasratnya kembali naik. "sayang, kau menggodaku, kau harus bertanggung jawab"

__ADS_1


"ap-apa? tapi aku tidak menggoda mu" ucap Aurora terkejut, apalagi kini suaminya berada di atas tubuhnya. "shut..diamlah sayang, cukup diam dan nikmati permainan yang aku ciptakan"


Alvaro perlahan mencium daun telinga aurora dengan lembut. wanita itu mulai terhasut, Aurora menjadi kehilangan akal nya. ia juga mulai bersuara kesana kemari. membuat Alvaro semakin terpancing dan bersemangat untuk melakukannya.


"eungh.."


akhirnya mereka pun melalui malam yang panjang. sebelum tidur Alvaro mencium kening aurora dengan lembut. lalu ia pun mengenakan celana pendeknya dan kembali ikut tertidur.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


keesokan paginya.


Aurora turun dari ranjang menuju kamar mandi. ia mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya. ia melangkahkan kakinya dan membuka handuknya. ia merendamkan tubuhnya di air hangat. apalagi miliknya terasa sedikit nyeri karna ulah suaminya.


"oh my God, jika seperti ini terus bisa bisa aku tidak akan bisa berjalan"


setelah beberapa menit. Aurora menyelesaikan ritual mandi nya. ia kemudian kekuar menggunakan handuknya yang tadi ia gunakan, karna ia lupa membawa pakaian ke kamar mandi. Aurora Tidak melihat ada tanda tanda suaminya di sana. Aurora pun melepaskan handuknya dan mulai memakai pakaiannya.


namun baru saja mengenakan pakaian dalam, tiba tiba Alvaro memeluknya dari belakang. "sayang kau memancingku hmm"


"Alvaro..hentikan, aku harus menyiapkan sarapan anak anak"


"sekali lagi sayang please"

__ADS_1


"tidak sayang, bukankah semalam sudah"


"sekali lagi"


"oh my God"


Aurora hanya mengalah, akhirnya mereka kembali melakukan nya hingga Alvaro benar-benar puas.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


di meja makan.


tampak Alvaro tersenyum sumringah. sejak keluar kamar tadi ia terus menunjukkan senyumnya yang tampan dan menawan. berbeda dengan Aurora yang tertunduk lesuh. ia merasa tak berselera saat makan.


"momy, ada apa dengan mu"


"momy tidak apa apa sayang"


"lalu mengapa momy terlihat seperti sedang kelelahan, bahkan momy memiliki kantong mata sedikit"


"Tidak ada apa apa, kalian tidak perlu khawatir momy hanya lelah karna kerjaan"


"memangnya momy bekerja apa ded"


"kalian Tidak perlu tau, kalian akan tau saat sudah dewasa"

__ADS_1


si kembar hanya mengangguk angguk saja, Alvaro tertawa kecil saat melihat istrinya menatapnya dengan tajam.


__ADS_2