Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 32


__ADS_3

~โค๏ธ~


"sudah nyonya"


"baiklah, biarkan mereka istirahat, jaga anakku dengan baik"


"tentu nyonya"


setalah panggilannya terputus, Aurora pun memutuskan untuk memakannya, tidak mungkin ia menyimpannya selama 3 hari.


baru sehari saja anaknya tidak ada disampingnya, ia sudah merindukannya, apalagi jika Alvaro membawa anak anaknya, apa jadinya ia.


"kapan kalian pulang, momy merindukan kalian" ucapnya tak enak makan dan menaruh makanan itu diatas meja.


Aurora memilih untuk segera beristirahat.


...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


keesokan harinya.


kini Abercio telah sampai di pertandingan.


masing masing 1 lawan 1 namun, murid dari Italia berhasil di kalahkan oleh murid dari Paris sendiri.


kini giliran Abercio yang melawan murid terhebat disekolah nya. yang paling di takuti oleh murid lain, karna jago bela diri.

__ADS_1


apalagi ia anak kepala sekolah, dan sangat di segani oleh gurunya, bahkan murid kesayangan guru.


"heh! ini lawanku? tidak ada bandingannya denganku" ucap anak itu menggunakan bahasa Paris.


Abercio yang hanya sedikit tau, tidak terlalu mendengar kan, ia memasang kuda kuda siap untuk melawan anak itu.


pertandingan dimulai, mereka bertarung dengan sangat hebat, tampaknya keduanya sama sama kuat.


Abercio tentu tidak mau kalah, demi menyenangkan hati sang ibu, ia terus menyemangati dirinya sendiri.


Queen menyemangati kakaknya agar pria kecil itu tetap semangat.


"kakak, kau pasti bisa, aku mengandalkanmu" teriak Queen dari tempat duduknya.


orang orang sangat senang melihat wajah cantik Queen yang memiliki warna mata biru asli alami.


Abercio terjatuh, Queen merasa cemas, tampak bocah yang melawan Abercio tersenyum sinis.


"sebaiknya kau menyerah saja, kau bukan tandinganku, aku lebih hebat darimu" kali ini bocah itu berbicara menggunakan bahas Indonesia, karna tau Abercio tak mengenali bahasanya.


"dasar pria bodoh"


tak terima dikatakan bodoh, Abercio bangkit dan menyerang bocah itu dengan bringas. sama dengan ayahnya dalam melawan musuh, bagi Abercio musuhnya harus di kalahkan, pantang mundur itu prinsipnya.


hingga Abercio berhasil melumpuhkan bocah itu, dan Abercio dengan tanpa ampunnya memutar tangan pria kecil itu kebelakang dan menginjak kakinya.

__ADS_1


hingga bocah itu tampak berdiri menggunakan lutut.


"akh...!!! lepaskan kau menyakitiku" teriak bocah itu.


pertandingan selesai, Abercio berhasil memenangkan pertandingan, ia bangga dan bisa membawa pulang piala terbesar dan uang yang cukup banyak.


"momy pasti bangga padaku" ucap Abercio memeluk adiknya.


"kau memang kakakku yang terbaik"


Abercio masuk tv, saat ia memeluk adiknya, wartawan merekam mereka hingga masuk kedalam siaran tv.


Asisten Ali menang sedang mencari cari keberadaan sang istri tuan nya, dibuat terkejut oleh berita siaran langsung.


"mengapa wajah kedua bocah ini sangat mirip dengan tuan? apa jangan - jangan.."


Ali mengirim berita tersebut pada tuannya, kemungkinan dengan cara ini ia dapat segera menemui anak tuannya.


"apakah anak tuan Alvaro kembar? aku tak percaya, namun mengapa wajahnya sangat mirip dengan tuan Alvaro"


asisten Ali menerima sambungan telfon dari Alvaro. tampak pria itu berteriak.


"apa kau bodoh? cepat cari kedua anak itu, aku sedang berada di Indonesa sekarang"


"baik tuan"

__ADS_1


Alvaro yakin, dengan modal kemiripan Abercio dengan Queen pada dirinya, membuat Alvaro langsung tau, jika itu anaknya, pria itu bukanlah tipe pria bodoh yang masih berfikir.


namun untuk lebih lanjut, ia akan menemui kakak iparnya, tak perduli dengan dirinya nanti


__ADS_2