Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 30


__ADS_3

~โค๏ธ~


berulangkali orang tersebut mengirimkan kode hack yang lebih banyak, hingga membuat Alvaro kewalahan melawannya.


"akh..!!! siall" pekik Alvaro merasa telah dikalahkan.


namun, Dengan terpaksa ia mengeluarkan virus mematikan miliknya, yang memang ia siapkan untuk hacker yang mencoba meretas sistem keamanan kantor pusatnya, dan membongkar data privasinya.


dan...


Duar....!!!


Abercio yang berada di kamar ganti terkejut mendengar suara ledakan dari dalam kamar.


dengan cepat pria tampan itu berlari untuk melihat apa yang terjadi.


"Queen apa kau baik baik saja" ucapnya terkejut, sementara aurora yang memang tadi sedang menonton tv ikut terkejut, sebab ledakan itu cukup terdengar sangat kuat.


"sayang, apa yang telah terjadi? mengapa laptop milik Queen bisa meledak?" tanya Aurora sambil membolak-balik tubuh Queen untuk melihat apakah keadaan putrinya baik baik saja.


"no mom, tadi Abercio telah memperingatkan Queen untuk tidak meretas sistem keamanan perusahaan dinegara Paris, akan tetapi Queen sangat susah sekali di nasehati"


"apa itu benar Queen?" tanya Aurora menatap tajam putrinya.


Queen menundukkan kepalanya, merasa bersalah karna telah Riska mendengarkan perkataan kakaknya.


"maafkan aku mom, Queen hanya ingin mencari Deddy, Queen yakin jika Deddy termasuk salah satu orang yang memiliki perusahaan besar"

__ADS_1


Aurora menghela nafasnya dengan berat, susah sekali memperingati putrinya agar tidak bermain main dengan perusahaan orang lain.


"sebagai hukumannya,momy tidak akan mengganti laptop mu, mengerti?"


"tapi mom-"


"Queen, momy berhak menghukum mu"


Aurora kemudian membereskan laptop yang telah rusak itu, kemudian wanita itu keluar dari kamar untuk beristirahat.


"lihatlah Queen, momy marah karna ulahmu"


"maafkan aku kak, tapi aku yakin, itu deddy"


"bagaimana kamu tau?"


"sudahlah Queen, banyak orang yang menggunakan nama Alexander"


"tidak kak, aku sempat membacanya, pria itu bernama Alvaro Alexander"


"Kau sangat merindukan Deddy, maka dari itu kau berfikir yang tidak tidak"


"itu tidak mungkin kak, aku yakin itu deddy, lihat saja namaku, aku bernama Queen Alexander dan kakak pun Abercio Alexander"


"tidurlah Queen, ini sudah malam"


Abercio tidak ingin mendengarkan perkataan adiknya yang sembarangan itu, lebih baik ia segera istirahat karna besok ia akan pergi ke negara paris bersama teman teman yang dipilih untuk mewakili negara.

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


...----------------...


sementara di ruangan Alvaro.


tampak pria itu sangat puas, karna hacker itu mundur secara total karna virus mematikan yang ia kirim.


"tuan, apa perlu aku melacak keberadaan orang tersebut"


"ya, lakukan, dan bawa orang itu kehadapanku aku takut ia akan kembali melakukan tindakannya yang membuat mood ku rusak, dia orang pertama yang berani meretas sistem keamanan milikku.


Alvaro sangat penasaran orang seperti apa yang Bernai mengganggu ketenangannya.


"baik tuan"


asisten Ali pun meninggalkan ruangan dan menuju ruang kerja Alvaro untuk melakukan tugasnya.


...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


keesokan harinya.


pagi pagi sekali Aurora mengantar putranya ke sekolah. awalnya Aurora bersikeras untuk membujuk putra nya untuk tidak ikut, namun Abercio tetap pada pendiriannya, sungguh, pria itu memiliki sifat yang sama seperti Alvaro.


Aurora juga melarang putrinya untuk ikut, namun dengan sikap arogant nya Queen memaksa ikut, dengan alasan tidak dapat jauh dari kakaknya.

__ADS_1


akhirnya Aurora menyewa seorang bodyguard selama 3 hari, untuk mengawasi anak anaknya sementara.


__ADS_2