Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 43


__ADS_3

~❤️~


"aku tidak akan membawa mereka, asal kau ingin hidup bersamaku selamanya, menjadi istriku satu satunya" ucap Alvaro memberi penawaran pada wanita itu.


"aku tidak ingin hidup dengan orang kejam sepertimu" ucap Aurora pada pria yang berdiri tegap didepannya.


"aku berjanji tidak akan bersikap kasar padamu, aku berjanji akan membahagiakan kalian bertiga, karna kalian adalah hidupku sekarang"


"kau hanya memiliki 2 pilihan Aurora, kau ingin berpisah dengan aku dan anak anakmu, atau kau ingin bersama aku dan anak anakmu, keputusan ada di tanganmu"


"aku Tidak bisa menjawabnya sekarang"


"aku memberimu waktu hingga nanti malam"

__ADS_1


niat ingin berduaan dengan Aurora dan menjahili wanita itu, kini harus tertunda karna sebuah perdebatan bagai Sidang istana. setelah Alvaro meninggalkan nya, Aurora terduduk dilantai dan menangis, merasa bingung. di sisi lain ia tidak ingin hidup bersama pria arogant seperti Alvaro, disisi lain ia tidak bisa berpisah dengan anaknya.


sementara di kamar Aurora, Alvaro tidur di atas ranjang istrinya itu. ia menyukai wangi bantal yang yang di tiduri oleh Aurora, wangi rambut wanita itu masih menempel membuat Alvaro merasa sangat nyaman.


"mengapa sulit sekali bersamamu Aurora, aku hanya mencintaimu apa itu salah?" saat tengah menatap langit langit kamar, tiba tiba terdengar ponsel berbunyi membuat ia mengalihkan pandangannya.


ponsel Aurora yang berada di atas nakas tertinggal, Alvaro yang memang sedang berada didalam kamar Aurora mengangkat panggilan telfon tersebut.


'halo Aurora, kamu dimana? ini udah siang mengapa kau belum berangkat' ucap seorang pria di sebrang sana, telinga Alvaro rasanya memanas hatinya marah, Alvaro dengan cepat mematikan sambungan telfon tersebut dan membuang ponsel Aurora ke luar jendela hingga terjatuh ke bawah balkon.


"jangan bilang ini ponselku" ucap Aurora terkejut dan segera merogoh tas nya. benar saja, ponselnya tidak ada didalam tas nya. Aurora berlari menuju kamarnya, dengan cepat ia pun mendobrak pintu dengan kasar.


"ada apa?" tanya Alvaro dengan santai mengapa wanita itu.

__ADS_1


"mengapa kau membuang ponsel ku?" ucap Aurora dengan marah.


"aku akan menggantinya dengan yang lebih bagus, lagian siapa suruh ada seorang pria yang menghubungi seorang wanita yang sudah bersuami" ucap Alvaro dengan santai dan menaikkan kakinya di atas bantal.


"apa kau sudah gila! bagaimana aku menghubungi bos ku, bisa bisa aku dipecat" pekik Aurora kesal pada pria yang sedang tersenyum santai didepannya itu.


"aku tidak perduli, sekali saja bos mu itu memecatmu, maka aku akan meratakan perusahaan nya dengan tanah"


Aurora lelah berdebat dengan pria mengesalkan seperti Alvaro, ia pun melempar tasnya sembarangan dan keluar dari kamarnya itu. Alvaro merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya, pria itu pun menghubungi sang asisten. 'apa ada yang anda butuhkan tuan?'


"bawa ponsel keluaran terbaru di dunia, bawa kemari aku tunggu 20 menit"


...'baik tuan' ...

__ADS_1


setelah mematikan ponselnya, barulah Alvaro keluar mencari keberadaan istrinya. ia melihat Aurora sedang berdiri di samping kolam.


Alvaro memeluk wanita itu dari belakang, membuat Aurora terkejut. "apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!" teriak Aurora berusaha melepaskan pelukan Alvaro, karna tak kunjung melepaskan Aurora tidak melawan, Alvaro sedikit melemahkan pelukannya, hingga Aurora tiba tiba menendang kakinya dan Alvaro terpeleset masuk kedalam kolam bersama Aurora.


__ADS_2