Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 7


__ADS_3

~❤️~


keesokan harinya.


Aurora terbangun dari tidurnya, ia membersihkan diri dan hendak turun kebawah untuk sarapan.


ia terbiasa makan pagi sekali,karna perutnya itu terasa sangat sakit jika tidak diisi.


Aurora menatap kearah suaminya yang masih terlelap dan belum terjaga dari tidurnya, ia menuju ruang ganti untuk menyiapkan pakaian kerja Alvaro.


setalah menyiapkan pakaian untuk Alvaro, wanita itu pun mendekati suaminya yang masih tidur pulang di ranjang.


"kak, bangun ini sudah pagi"


perlahan Alvaro membuka matanya dan menatap kesal kearah nya. "shitt.. kau menggangu tidurku" bentak Alvaro membuat Aurora terkejut bahkan wanita itu bergetar ketakutan.


ayah dan ibunya, bahkan kakaknya tidak pernah membentaknya, namun kali ini suaminya yang membentak nya.

__ADS_1


"maaf kak, aku hanya takut kau ter-terlambat" ujarnya terbata karna masih bergetar ketakutan.


"hari ini kau pulang ke mension utama, sementara istriku Aurel yang akan kesini, awas saja kau mengatakan hal yang tidak tidak"


"tidak kak, aku Kana menjaga rencana ini ko" ucap Aurora berusaha tersenyum meski kini hatinya sangat sakit dan terasa pahit.


"bagus, karna aku tidak akan pernah mencintai wanita manapun selain Aurel, ingat itu"


"tapi jika kau mengingat bahwa aku pernah mencintai mu? apakah kau akan mencintaiku?" tanya Aurora begitu berani, karna jujur saja ia masih mencintai pria itu.


"heh! apa kau tega menghancurkan rumah tangga kakak kembarmu, kau tau? Aurel selalu mendapatkan ketidak adilan di mension utama, dan selalu kau yang mendapatkan kasih sayang dari keluargamu, maka dari itu aku memilih mencintai kakakmu" ucap Alvaro dengan pedas dan meninggalkan Aurora begitu saja.


Aurora hanya tersenyum pedih menatap nanar kepergian pria itu.


seperti kesepakatan, Aurel dan Aurora akan bertukar posisi setiap hari, jika Aurora sudha mengandung anak Alvaro, barulah Aurel akan berpura pura menjadi Aurora di mension utama.


Aurel mengikuti gaya rambut Aurora yang lebih sering di ikat satu, berbeda dengannya yang selalu ia urai dan memakai mek up glamor.

__ADS_1


hari itu ia menggunakan mek up tipis agar semakin terlihat seperti Aurora.


mereka kini berada di cafe, saling berbincang bincang mengenai rencana yang selanjutnya. sebenarnya Aurora tak rela membiarkan seluruh orang menyakiti nya termasuk kakak kembarnya sendiri.


"kak, mau sampai kapan aku seperti ini, masa depanku sudha hancur siapa yang akan mau denganku nanti kak"


"pasti ada yang mau denganmu, percaya saja sama kakak, apa kau tega denganku Aurora, mom and ded serta kakak selalu menyayangimu"


Aurora lagi lagi hanya diam saja, harinya benar benar hancur saat kini. hari hari yang biasa ia lewati dan bersenang senang bersama sahabatnya, seperti layaknya seorang gadis yang beranjak dewasa pupus sudah.


ia merelakan masa depannya untuk kakak kembarnya sendiri.


ditambah rasa bersalah nya mengingat kakaknya yang memang paling jarang mendapatkan kasih sayang kakaknya.


namun, bagi Aurora semua orang di mension menyayanginya, hanya saja Aurel ingin dirinya yang mendapatkan lebih sehingga keluarganya sedikit tidak menuruti kemauannya.


setelah itu,Aurora kembali kemension utama, sementara Aurel kembali ke mension suaminya.

__ADS_1


Aurel tau jika Alvaro saat kini berada di kantor, sementara Aurora berada di dalam kamarnya.


baru sehari ia bermalaman di rumah suaminya, ia sudah merindukan kamarnya yang sangat nyaman ini.


__ADS_2