Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 38


__ADS_3

~❤️~


"momy, mengapa momy tidak memeluk Deddy juga"


Aurora terkejut, ia menatap kearah Alvaro yang tampak tersenyum puas kearahnya. "tidak" tolak Aurora mentah mentah, Alvaro tentu saja terkejut.


"kenapa? aku ayah mereka, kau juga istriku, jadi kau harus memeluk suamimu ini" ujarnya dengan senyum licik."


"aku tidak akan memelukmu, sampai aku memaafkan mu"


"bukankah kau telah memaafkan ku"


"itu tadi,namun kau telah membuat kedua anakku ini membenciku tadi, maka aku tarik kata kataku"


"ck, ayolah"


"momy, maafkan Deddy, jika Momy tidak memaafkan Deddy, bisa bisa Deddy tidak akan bisa tidur" ejek Abercio dan ditertawai oleh Queen.


"hey boy, mana mungkin Deddy sepeti itu, Deddy pasti bisa tidur jika memeluk momy" ucap Alvaro menatap kearah Aurora yang menatap horor kearahnya.


Alvaro tersenyum puas, sekian lama ia mencarinya dengan usaha, kali ini ia menemukan keberadaan istri dan anaknya yang telah lama meninggalkan nya.


"kalau begitu momy mencium Deddy saja"


"itu ide yang bagus anak anak" ucap Alvaro dengan semangat juang yang tinggi, ia segera mendekat kearah Aurora, namun dengan sigap Aurora menarik rambut pria itu dengan keras membuat Alvaro berteriak kesakitan.


"aww...aw..aww, apa yang kau lakukan Aurora, ini sangat sakit"

__ADS_1


"ini akibatnya jika kau berani menyentuhku" ucap Aurora dengan penuh kekesalan.


Aurora melepaskan tarikannya dari rambut Alvaro, wanita itu kemudian tak memperdulikan pria itu yang tengah mengadu kesakitan. sementara, asisten Ali yang berusaha menahan tawanya akhirnya ketahuan juga oleh Alvaro, kemudian pria itu menatap tajam kearah asisten Ali.


"Ali, apa kau ingin mati" pekik Alvaro membuat asisten Ali langsung terdiam.


"maafkan saya tuan"


kemudian Alvaro menggendong kedua anaknya dan memberikannya sebuah kecupan rasa kasih sayang, anak anak itu tentu saja merasa bahagia, karna mereka bisa mengatakan dengan teman temannya bahwa mereka juga memiliki seorang deddy yang lebih tampan.



Deddy Alvaro




genius twins


"ayo mom, momy belum mencium deddy"


"terimakasih sayang, akan tetapi momy tidak berminat" tolak Aurora mentah mentah.


"hey apa maksud mu? aku tau kau malu malu, bukankah kau dulu sangat mencintaiku?"


"tolong jangan berbicara yang aneh aneh didepan anak anak, atau aku tidak akan memaafkanmu"

__ADS_1


"ok ok, nanti malam saja kita bicaranya" seringai Alvaro dengan licik.


namun Aurora tak terlalu menanggapi, baginya ia sama saja berbicara dengan orang gila seperti Alvaro.


Aurora memilih untuk segera keluar dari kamar dan menyiapkan makan malam untuk anak anak.


"tenang saja ded, kami akan membantu Deddy untuk mendapatkan ciuman dari momy" ucap Queen dengan penuh semangat saat berada didalam gendongan ayahnya.


"benarkah? kalau begitu ayo cepat"


Alvaro tentu saja senang mendengarnya, namun mereka memutuskan untuk pergi kedalam kamar twins terlebih dahulu, untuk menunjukkan piala piala yang didapat oleh mereka.


"Deddy bangga pada kalian"


"tentu saja ded, ini semua berkat kerja keras kami, dan juga doa dari momy"


"kalian benar, karna anak anak Deddy ini pintar, maka besok Deddy akan mengajak kalian jalan jalan, ok?"


"ho...reee..."


"lalu laptop itu untuk apa?"


"ohh laptopnya untuk Queen jika ingin meretas sistem keamanan sebuah perusahaan ded, Queen akan membobolnya" ucap gadis kecil itu dengan bangga, membuat Alvaro terkejut.


"apa kau juga membobol sistem pertahanan sebuah perusahaan corp?"


"iya ded"

__ADS_1


"jadi musuh nakal itu kau" ucap Alvaro mengacak ngacak rambut putrinya dan menggelengkan kepalanya.


__ADS_2