
~β€οΈ~
alvaro keluar dari mension Alberto, ia menendang kursi kemudi didepannya berkali kali, sementara sang pengawal hanya diam menerima pelampiasan tuannya tersebut, tiba tiba ponselnya berdering, ia mengambil ponselnya, ternyata asisten Ali yang menelfonnya.
"ada apa?"
"tuan, aku menemukan tempat tinggal kedua bocah yang sangat mirip denganku, saya menunggu anda dibandara Gold tuan"
"baiklah, aku akan kesana"
dengan cepat mobil mewah Alvaro melesat menuju bandara gold, Alvaro sudha tidak sabar untuk melakukan tes DNA dan melihat hasilnya.
ia juga sangat ingin melihat siapa ibu dari anak anak itu.
jika Aurora, sudha yakin mereka anak anaknya.
"aku harus menemukanmu Aurora,aku sangat merindukanmu sayang"
...πππ...
apartemen Qiensi
tampak seorang wanita seksi sedang duduk menikmati hidupnya yang penuh dengan kesialan.
ia terus mabuk setiap malam dengan minum minuman kerasnya.
setiap malamnya, ia akan memesan seorang gigolo untuk pelampiasan hasratnya, jika ia merasa sangat puas ia akan membayar mahal.
__ADS_1
Aurel.
gadis cantik itu berubah menjadi wanita nakal, bahkan ia menjadi incaran para lelaki mesum, yang ingin menikmati tubuhnya.
namun, ada setiap dari mereka merasakan sensasi semalamnya bersama Aurel, mereka merasa sangat puas saat bercinta dengannya.
saat kini wanita itu meminum minuman yang ada ditangannya. tiba tiba seorang pria mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya dipangkuannya.
"hai Beby, sudah lama menungguku hmm?"
"ya, kau sangat lama, aku tidak suka seseorang yang datang terlambat" ucap Aurel sedikit terbata karna mabuk berat.
"baiklah, kita mulai sekarang"
pria itu menidurkan Aurel di sofa dan melepaskan pakaian wanita itu, pria itu menikmati tubuh Aurel begitu saja, hingga erangan demi erangan memenuhi ruangan kedap suara itu.
kurang puas, pria itu mendudukkan Aurel di atas pahanya, dan memegang pinggul Aurel untuk membantu menggerakkannya.
hingga sampai pada pelepasan, Aurel langsung tidur karna efek mabuk beratnya.
...πππ...
keesokan harinya.
pesawat yang ditumpangi oleh twins telah mendarat di negara Italia, mereka Oun pulang bersama bodyguard menuju apartemen ibunya.
twins ingin memberi kejutan pada ibunya, dengan bekal kemenangan yang Abercio miliki, Abercio merasa yakin jika ibunya pasti akan menuruti permintaanya.
__ADS_1
"momy" teriak si kembar saat memasuki apartemen.
Aurora yang saat itu sedang memasak terkejut mendengar suara kedua anaknya, tentu saja sangat terkejut, bukankah 3 hari mengapa anak anaknya itu kembali 2 hari. namun aurora tetap merasa senang, setidaknya kedua anaknya baik baik saja.
"kalian sudah pulang" ucap Aurora lalu memeluk kedua anaknya dengan erat.
"momy lihat, Abercio menang dan berhasil mengalahkan semuanya"
Aurora tentu saja merasa bangga dengan putranya itu. "apa yang Abercio inginkan, katakan pada Momy"
"bolehkah" tanyanya dengan mata berbinar.
"tentu saja sayang, Abercio dengan Queen boleh meminta apapun"
"kalau begitu, mau kah momy membelikan laptop untuk Queen, kasihan dia mom"
"tidak" ucap Aurora dengan cepat.
"tapi kenapa mom?"
"mom takut, Queen akan meretas sistem perusahaan orang lain, apalagi mom takut jika perusahaan tempat kerja mom yang Queen retas, jika ketahuan kita bisa ditangkap polisi"
"Queen berjanji tidak akan mengulanginya lagi mom, jika Queen ingin melakukannya, maka Queen akan meminta izin Momy terlebih dahulu"
mendengar penuturan anaknya, Aurora menghela nafasnya dengan berat, ia memeluk putri nya dengan erat dan tersenyum.
"baiklah, Momy akan membelikan laptop untuk putri cantik momy ini"
__ADS_1
"ho..reee, tanks mom i love you"
"love you to sayang"