
~❤️~
tak terasa, mereka tertidur di ruang kerja Alvaro. Aurora yang sibuk mencari putrinya, menghela nafasnya dengan lega saat melihat putrinya tidur dengan ayahnya. "bangunlah, waktunya sarapan" ucap Aurora membangunkan keduanya.
"sayang bangun nak, waktunya sarapan kakakmu Abercio menunggumu sedari tadi"
"baik mom"
Queen segera berlari keluar kamar dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Aurora melipat selimut yang dikenakan Queen tadi. saat hendak pergi tiba tiba tangannya di tarik hingga ia terjatuh di atas dada Kekar suaminya. Aurora menatap wajah pria itu, tampak pria itu tersenyum mesum kepadanya. "sayang, kau itu tidak sabaran sekali"
"lepaskan aku harus menemani anak anak sarapan" ucap Aurora berusaha memberontak dari pelukan pria itu.
namun kekuatan Alvaro lebih kuat darinya, hingga Aurora hanya bisa pasrah apa yang akan pria itu lakukan padanya.
"kita akan bermain sebentar sayang"
"tidak alvaro, aku sudah mandi, turunkan aku"
pria itu tak menghiraukan ucapan istrinya, ia terus membawanya hingga masuk kedalam kamar mandi.
entah apa yang mereka lakukan, mereka tentu saja menghabiskan cukup banyak waktu.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...----------------...
bandara gold.
mereka akan segera kembali ke negara paris. mereka baik kedalam pesawat dengan disambut para pengawal Alberto. tampak Aurora merasa sangat ragu untuk menaikinya. "masuk sayang, apa kau ingin tinggal disini sendirian"
Aurora menggeleng dengan cepat. kemudian mereka Oun masuk kedalam jet pribadi Alvaro.
pesawat segera lepas landas, menuju negara yang akan mereka tujui.
"jangan sayang, nanti kau bisa terbang keluar"
"jangan khawatir sayang, biarkan saja jendelanya terbuka, tapi ingat! jangan sekali kali untuk mencoba untuk mengeluarkannya tangan mu ke jendela ok"
"baik ded"
Alvaro membukakan jendelanya, mereka menatap burung itu tanpa berani mengeluarkan tangannya ke jendela pesawat. "mom, kenapa manusia tidak bisa terbang? ingin sekali Queen terbang"
"kau ingin terbang? bisa saja Deddy membawamu melompat dari pesawat menggunakan paratroope" ucap Alvaro dengan santai dan mendapat pukulan dari istrinya.
__ADS_1
"bukankah yang aku katakan benar?"
"jika tiba tiba paratroope nya mengalami masalah, apa tidak membahayakan nyawa anak anak"
"benar juga sih sayang"
hingga mereka berbincang bincang di dalam pesawat, menunggu sampai di tempat tujuan. kali ini Alvaro akan menjaga istrinya dengan baik, ia tidak akan membiarkan mereka di sakiti oleh orang lain lagi, cukup masa lalu saja yang membuat ia trauma hingga kehilangan istrinya.
hingga akhirnya mereka sampai di negara kekuasaannya Alvaro. mereka pun kembali ke mension Alvaro. Aurora merasa sangat cemas, apakah kakaknya itu masih menjalankan dendamnya? Aurora takut sesuatu akan terjadi. ia hanya bisa pasrah apa yang di dapatkan nanti.
"kau tidak perlu cemas sayang, aku berjanji tidak akan membuat mu kembali terluka"
"aku takut kakak ku akan kembali dan menghancurkan segalanya"
"akan ku pastikan itu tidak akan terjadi"
Aurora tersenyum, ia menatap lembut mata istrinya dalam dalam. "jangan pergi lagi yah, aku tidak akan pernah memaafkan mu jika meninggalkan ku hmm" ucapnya mencium lembut dahi istrinya.
"sayang aku ingin, sudah lama kita tidak melakukannya"
"bukankah kau sudah melakukannya di kamar mandi saat itu? aku tidak mau, karna pinggangku masih terasa sangat sakit"
"dalam kamus ku, Tidak ada kata penolakan" ucapnya mencium bibir Aurora. wanita itu pasrah, toh Alvaro suaminya, terserah apa yang dilakukan pria itu atas tubuhnya.
__ADS_1