
~❤️~
"Aurora" teriak Aurel mencari adiknya yang sedari siang tak terlihat.
Aurel memeriksa di bagian kamar, karna tak menemukan ia pun bertanya kepada para pelayan.
"dimana nona kalian"
"maaf nyonya, nona Aurora sedari siang belum kembali dari tempat kerjanya"
"sialan...kembali bekerja"
"baik nyonya" pelayan tersebut segera pergi dari hadapan Aurel, wanita itu pun menyuruh para pengawal untuk menjemput Aurora.
"bawa dia kembali, dasar istri tak berguna" umpatnya pada Aurora.
"baik nyonya" pada pengawal segera menuju cafe tempat Aurora bekerja, Aurel kembali menuju kamar untuk mengecek ke adaan suaminya.
"sayang, Aurora tidak kembali sedari tadi siang, padahal kau lagi sakit, itu tandanya ia tidak setia padamu" ucap Aurel memanas manasi Alvaro agar pria itu semakin membenci Aurora.
Alvaro yang mendengarkan tentu saja semakin murka, ia berjanji untuk memberikan hukuman pada istri kedua nya itu.
bandara Curva.
tampak seorang pria tampan berahang keras itu turun dan di sambut para pengawal. asisten Lucas menyuruh para pengawal untuk memberi akses jalan pada tuan Alberto, karna para karyawan berebutan untuk meminta foto Alberto sang tuan penguasa beranak 2 itu.
__ADS_1
Alberto izin dengan istrinya ada keperluan di negara paris, dan tak memberitahukan jika ia mengurus masalah aurora.
pria itu memasuki Lamborgini mewah dan menuju mension Alvaro.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
para pengawal kembali dari cafe, ia segera menghadap Alvaro dan Aurel di sofa. "maaf kan kami tuan dan nyonya, sang pemilik cafe mengatakan jika nona Aurora keluar dan tidak bekerja lagi di sana, tadi siang nona aurora mengundurkan diri"
Alvaro tentu saja semakin gelisah, apakah istrinya itu kabur? lalu bagaimana dengan perjanjiannya itu.
jujur saja, di hatinya yang paling dalam, ia merasa nyaman berada dalam kehangatan Aurora, istrinya itu lebih nikmat dari pada Aurel istri pertamanya.
"sayang, bukankah bagus jika wanita itu pergi" ucap Aurel yang tampak cemburu karna suaminya itu mencari keberadaan adiknya.
"apa kau gila? bukankah kau menyuruhku menikahi Aurora untuk memiliki anak, mengapa kau cemburu jika aku mencarinya, kau yang merencanakan semua ini bukan" ucap Alvaro yang sudah kesal dengan istrinya.
"mengapa kau marah padaku? aku hanya mengatakan hal itu saja apa itu salah?"
"tentu saja salah, aku tak habis pikir dengan jalan pikiranmu"
Alvaro pun meninggalkan istirnya di sofa, ia menyuruh asisten Ali untuk mencari Aurora di seluruh penjuru kota.
__ADS_1
namun tiba tiba pengawal mengatakan jika tuan Alberto mengunjungi mension utama.
"Alvaro..!!!" teriaknya menggelegar membuat semua pelayan takut.
Alvaro melihat Kaka iparnya, ia tahu jika rahasia mereka bertiga kini terbongkar, apakah istrinya Aurora itu memberitahu pada keluarganya? tidak mungkin karna Aurora jarang mengenakan ponsel.
bugh!
bugh
bugh
Lucas menahan tubuh Alberto yang hendak kembali menyerang Alvaro, pria itu sudah tersungkur bersimbah darah di lantai. "tahan diri anda tuan, dia bisa mati karna mu"
"apa aku perduli? dia pantas mendapatkannya dia merusak adikku" ucapnya kembali menyerang Alvaro, sementara Alvaro, pria itu tak melawan sedikitpun karna ia memang merasa bersalah.
"kau tak berguna"
"Kakak hentikan, kau bisa membunuh suamiku" ucap Aurel membantu suaminya.
namun alberto menarik tangannya dengan kasar, ia menampar adik perempuannya yang selama ini ia jaga hingga memiliki seorang suami.
plak!
"kau pikir dengan menyakiti adik kembarmu tidak membuat kami semua membencimu? siapa yang mengatakan rahim mu rusak, kau bisa saja hamil dan mengandung anak baj*ngan ini, namun kau meminum obat penunda kehamilan bukan?"
__ADS_1
"dengan alasan kau tak bisa mengandung dan menjual rahim adikmu sendiri pada pria tak berguna ini hah..!!!" teriak Alberto marah.
Aurel menundukkan kepalanya, air matanya mengalir, dari mana kakaknya bisa tau? jika mereka melakukan hal keji ini. apakah aurora memberitahukan pada mereka semua? sehingga Alberto murka, akan tetapi tak mungkin, karna bisa juga mom oliv dan ded Kenzo membenci Aurora, mengapa mau mereka perlakukan seperti itu?.