
~❤️~
5 tahun kemudian.
"momy..!!!" teriak seorang bocah laki laki dan perempuan menghampiri ibunya dan memeluk kakinya.
"ada apa sayang, mengapa kalian berteriak"
"mom, kami memenangkan lomba bela diri, dan kami juara 1 umum" ucapnya kegirangan.
"benarkah"
"benar mom, kalau mau Ayi mom ikut kami untuk melihat piala kami"
"apa pialanya besar" ucap wanita itu sambil menggandeng tangan kedua anaknya dan menuju ruang tamu.
"benar mom, piala yang kami dapatkan besar"
Aurora tersenyum penuh haru, mengapa kedua anaknya begitu pintar. ia memeluk kedua anaknya dan menciumnya satu persatu.
"mom tidak menyangka, kalian sangat pintar"
"tentu saja bukankah Kami hebat mom"
"sangat sangat hebat sayang"
"hari ini mom berjanji akan membelikan kami Foie Gras"
"baiklah mom akan membelikan sesuai janji mom"
"ho..re"
kedua anak itu mengikuti langkah ibunya yang hendak mengambil tas di dalam kamar. Aurora memiliki anak kembar laki laki dan perempuan.
Abercio Alexander nama putra Aurora dan Queen Alexander. bagaimanapun mereka tetap anak Alvaro maka dari itu Aurora masih menyelipkan nama ayahnya di belakangnya.
__ADS_1
saat berjalan memasuki restoran, tanpa sengaja si kembar melihat seorang anak di gandeng dengan ayah dan ibunya, membuat kedua anak itu berhenti.
"sayang ayo masuk, mengapa kalian berhenti"
"momy, apakah kami tidak memiliki seorang deddy? banyak teman teman yang menanyakan Deddy kami"
Aurora tapak tertegun mendengar perkataan putranya. Aurora pun mensejajarkan tubuhnya agar sepadan dengan tinggi anaknya.
"sayang Deddy kalian sedang kerja jauh, jadi dia tidak bisa pulang untuk menemani kalian"
"apa Deddy tidak menyayangi kami, sehingga Deddy memilih pekerjaannya?"
"bukan begitu" Aurora tampak menahan tangisnya melihat kedua anaknya yang sangat menginginkan seorang ayah.
bagaimanapun seorang ibu pasti akan terenyuh mendengar perkataan anaknya yang menginginkan seorang ayah.
meski ia masih istri sah Alvaro, namun kini hatinya sudah tak menginginkan pria itu lagi, entah bagaimana pun caranya, pria itu tak boleh mengetahui keberadaannya.
"sayang, Deddy menyayangi kalian, hanya saja Deddy sedang sibuk dan tidak bisa kembali untuk sementara waktu, Deddy kalian bekerja di negara paris"
"baiklah sekarang kita masuk dan pesan menu makanan kesukaan kalian hari ini ok"
"yesss ok mom"
so kecil kembar bersemangat memasuki restoran, para pelanggan tersenyum melohat kedatangan 2 bocah kembar yang sangat lucu itu.
banyak yang menyukai Abercio pria kecil bermata biru itu, dan juga Queen dengan rambut panjangnya dan tersenyum sangat ramah, bahkan tak segan beberapa orang meminta foto pada mereka.
Aurora memesan makanan yang di minta oleh kedua anaknya, dengan semangat si kembar memakan makanannya dengan senyuman mengembang.
"sangat enak mom"
"kalian menyukainya?"
__ADS_1
"yes mom, bolehkan kami nambah lagi"
"tentu sayang, dengan senang hati momy memberikannya pada kalian"
"ho..ree"
"cepatlah kalian makan, habis ini momy akan membawa kalian pergi jalan jalan"
"benarkah?"
"iya sayang, cepat makannya"
"siap bos" ujar Abercio sembari memberi hormat.
Aurora terkekeh dan mengusap kepala Abercio, sungguh pria itu lebih mirip dengan ayahnya.
namun pria tampan dengan sejuta kekejamannya, ia berpikir Alvaro seorang yang penyayang.
karna saat masih menjadi asisten kakaknya, Alvaro seorang pria yang penurut dan takut dengan nona Ariana.
namun kini Alvaro seorang yang beda.
"mom mengapa momy melamun?" tanya Queen dengan mulut penuh berisi makanan. Aurora tersenyum dan memberikan minum pada putih kecilnya.
"tidak apa apa sayang, apa kalian sudah kenyang?"
"sudah mom, ayo kita jalan jalan"
"baiklah"
setalah membayar, Aurora pun keluar menggandeng tangan anaknya dan menunggu bus di halte, karna ia akan mengajak twins berjalan sepuasnya hari ini.
besok ia juga harus bekerja.
bos dikantornya akan marah jika ia sering bolos tak masuk kerja.
__ADS_1