Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 16


__ADS_3

~❤️~


"aku berada di mana"


"anda berada di kamar anda nona muda, dan ini makanan anda" ucap maid memberikan nampan berisi makanan dan menaruhnya di atas pangkuan Aurora.


"kami semua permisi nona, jika ada apa apa segera panggil kami"


"baiklah terimakasih" ucap Aurora dan dibalas bungkukan badan oleh para maid.


beberapa maid yang merawatnya pun keluar dari dalam kamar. Aurora memakan makanan yang di bawakan oleh para pelayan.


tiba tiba ingatannya tertuju pada sosok pria yang mengisi hatinya.


"mengapa kak Aurel tega padaku? apa dia ingin balas dendam terhadapku" ucap Aurora dengan air mata di pelupuk matanya.


...☘️☘️☘️...


setalah hari sudah sore.


Alvaro dan Aurel kembali ke kediaman mereka. Alvaro tentu saja berjalan dengan menggebu gebu, badan kekarnya itu memasuki lift.


Aurel tersenyum senang ia yakin Alvaro pasti akan menghukum Aurora karna berani masuk tanpa seizinnya.

__ADS_1


Brak!!!


pintu kamar Aurora di tendang dengan kasar, membuat wanita yang berdiri di depan jendela besar terkejut.


"kak Alvaro" lirihnya.


sementara alvaro yang sudah gelap mata karna kemarahan di lubuk hatinya, ia menarik tangan Aurora dengan kasar dan menghempaskan nya di ranjang.


dengan tak berperasaan dan cukup kasar ia menyatukan tubuhnya dengan Aurora.


saat benih² nya masuk seluruhnya, Alvaro melepaskan Aurora begitu saja, membiarkan wanita itu menangis sepuasnya.


"setalah ini turun kebawa, jika aku tak melihatmu di bawah maka habis kau" ancam pria itu dan segera membenahi pakaiannya dan meninggalkan istri kecilnya.


ya, pria itu selalu menyebutkan nama Aurel saat bercinta dengannya, tentu saja membuat hatinya terluka.


Aurora melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan langkah terseok Seok menuju kamar mandi.


ia mengusap dengan kasar tanda kepemilikan Alvaro di leher serta di seluruh tubuhnya. ia duduk di bawah guyuran air shower dengan matanya sembab yang masih menangis.


"kenapa mereka berbuat jahat terhadapku, apa salahku" lirih Aurora.


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


setelah semuanya usai.


Aurora menuruti permintaan suaminya, ia menuruni tangga menuju ruang makan, namun kebetulan ia berpapasan dengan kakak kembarnya.


"kak aku ingin berbicara padamu"


"katakan" ucap Aurel dengan dingin.


"sebenarnya apa yang kakak inginkan dariku? mengapa kalian memperlakukan aku seperti ini? apa kakak ingin balas dendam terhadap ku???" pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan oleh wanita itu.


"kau baru tau jika aku hanya balas dendam??? heh, Aurora! jangan harap kau akan mendapatkan kebahagian disini, aku hanya ingin membalaskan dendam ku terhadapmu, karna kau selalu mendapatkan apa yang aku inginkan"


"apa maksudnya kak? mengapa kau tega melakukan ini"


"aku hanya balas dendam karna kau lebih unggul dariku, padahal kita kembar, harusnya aku juga mendapatkan kasih sayang"


"apa kasih sayang yang diberikan oleh mom and ded kurang? hingga kau bersikap angkuh seperti ini"


"ya, aku tidak suka kau lebih dariku, aku ingin kau di bawahku, dan aku akan membalaskan dendamku"


"kau yang memulai, maka aku yang akan melanjutkan" ucap Aurora menatap tajam ke arah kakaknya.


kakaknya itu sungguh keterlaluan, namun tidak mungkin ia mengadu pada momnya karna ia pasti juga akan berada dalam masalah, maka dari itu ia akan menyimpannya.

__ADS_1


__ADS_2