
~❤️~
"maksudnya deddy?"
"apa kau tau? mengapa laptopmu bisa rusak?"
"kenapa ded"
"itu karna Deddy yang mengirim begitu banyak virus, Deddy tidak tau jika musuh nakal itu kau"
"ck, Deddy menyebalkan" Queen berpura pura ngambek agar deddy nya meminta maaf kepadanya.
"iya iya sayang, Deddy minta maaf, bukankah Deddy sudha menggantinya dengan yang lebih mahal" ucap alvaro agar putrinya itu berhenti marah padanya.
Queen tersenyum, kemudian ia memeluk ayahnya dengan sangat erat. "i love you ded" ucap Queen mencium pipi ayahnya. Alvaro tentu saja merasa bahagia, ternyata kedua anaknya sangat menyayanginya, meski ia baru menemukannya sekarang.
"Deddy, Abercio juga mau" ucap pria kecil itu dan ditertawakan oleh adiknya.
Alvaro segera menggendong kedua anaknya, dan membawanya menuju ranjang, karna hari sudah larut.
namun tiba tiba Aurora berteriak memanggil kedua bocah itu, mau tidak mau kedua anak itu segera menuju tempat ibunya.
"yes mom"
"kalian harus makan malam, dan segeralah tidur, besok kalian akan pergi ke sekolah"
__ADS_1
"siap mom"
Aurora tersenyum, kemudian ia segera menghidangkan makanan twins agar mereka segera makan. tiba tiba Alvaro muncul dari dalam kamar dan tersenyum kearahnya, Aurora tak memperdulikan keberadaan pria itu, ia menganggapnya sebagai angin lalu saja.
"kalian makan apa? tampaknya Deddy juga lapar"
"kalau begitu deddy makan bersama kami"
"benar ded, momy akan mengambilkannya untuk deddy"
"terimakasih anak anak" ucap Alvaro tersenyum kemenangan menatap kearah Aurora
"mom, cepat ambilkan makanan Deddy, Deddy juga merasa lapar mom"
"tampaknya Mony tidak suka jika Deddy ikut makan, sudahlah tak apa, Deddy akan makan di luar"
"baguslah jika kau sadar diri" ketus Aurora merasa kesal, karna Alvaro berusaha mencari perhatian kepada anak anaknya, agar Aurora mengasihaninya.
"mom, mengapa momy jahat pada Deddy, padahal Deddy hanya ingin ikut makan" protes gadis bermata biru itu, menatap sendu kearah ibunya.
"bukan begitu sayang, hanya saja-"
"kau benar anak anak, momy tidak menyukai Deddy, maka dari itu Deddy pergi saja"
belum sempat melanjutkan ucapannya, Alvaro memutus pembicaraan nya , Aurora melihat Aurora dengan tatapan horor, wanita itu ingin sekali menyimpan mulut Alvaro menggunakan penggorengan
__ADS_1
sementara pria itu tampak tak perduli, ia justru merasa senang karna twins berada di pihaknya sekarang.
Aurora menaruh piring berisi makanan di depan Alvaro yang sedang duduk dengan manis dan tersenyum kearahnya.
Aurora pun duduk dan memakan makanannya dengan sangat kesal.
asisten Ali yang melihatnya menggelengkan kepalanya, tuannya itu sungguh pandai memainkan sebuah drama.
mereka berempat makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, Abercio memang sulit di ajak berbicara ketika makan.
"mom, bolehkah besok Deddy yang mengantarkan kami ke sekolah" ucap Queen dengan semangatnya.
"boleh saja, Deddy akan mengantar kalian besok" saut Alvaro dengan cepat, membuat aurora menatapnya dengan tajam.
"mengapa kau menatapku seperti itu?"
tak menjawab, Aurora meninggalkan meja makan, tak memperdulikan Alvaro yang terus memanggilnya.
"cepatlah kalian makan, Deddy akan membujuk momy kalian"
"ok ded"
Alvaro mengejar wanita yang masih sah menjadi istrinya, Alvaro dengan cepat menaiki tangga dan masuk kedalam tanpa permisi oleh pemilik kamar.
"apa yang kau lakukan..!!!" ucap Aurora berteriak membuat Alvaro menutup kedua telinganya.
__ADS_1