Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI

Aku Bukanlah Seorang RAHIM PENGGANTI
EXP 18


__ADS_3

~❤️~


Aurora memejamkan matanya, berusaha untuk tidur setelah melakukan permainan panas barusan.


ia akan berusaha untuk tidak memikirkannya, yang dimana membuatnya menjadi bersemu merah, namun ada perasaan tak terima, saat suaminya itu malah menyebut nama kakaknya saat sedang bercinta.


Aurora melihat Alvaro yang tertidur membelakanginya, ia menatap sendu punggung kekar itu.


"anda cintaku terbalaskan"


Aurora pun akhirnya memutuskan untuk tidur, dan menunggu esok harinya.


...☘️☘️☘️...


keesokan harinya.


setalah usai menyiapkan sarapan pagi, tampak Alvaro akan menemani Aurel jalan² sebentar.


Aurora yang mendengarnya tentu saja berbinar.


"kak bolehkah aku ikut" ucapnya dengan polos, namun malah di tatap dengan tatapan mematikan oleh Aurel.

__ADS_1


"Apa kau gila!!" sentak Alvaro.


"ya, aku memang gila," Aurora menyentak balik Alvaro. pandangannya kini beralih pada kakak kembarnya yang menatapnya dengan penuh amarah. "aku mencintai mu kak, karna dia yang memulainya maka-" belum sempat melanjutkan pembicaraannya, Alvaro menarik kasar tangan Aurora masuk ke dalam kamar.


sementara Aurel tersenyum sinis, ia merasa jika Aurora akan menang darinya, nyatanya tidak.


Alvaro menarik kasar tangan Aurora, hingga kini ia di hempasan begitu saja di ranjang. "berani sekali kau bersikap kasar pada Aurora?" Alvaro menarik rambut indah Aurora, tanpa memperdulikan rintihan wanita itu yang meminta untuk di lepaskan, karena Alvaro sudah sangat marah karna istri kecilnya itu Bernai membantah.


"tentu saja aku berani, bukankah aku juga istrimu kak"


"heh! istri? sejak kapan aku memiliki istri sepertimu, istriku hanya Aurel ingat itu!!, dan kau mulai saat ini jangan memanggilku dengan sebutan kakak lagi" bentak Alvaro membuat Aurora sedikit terperanjat.


"baiklah, jika itu yang kau inginkan, sesuai dengan permintaan mu Tuan Alvaro" ucap Aurora penuh penekanan.


"mulai saat ini, kau tidak bisa seenaknya keluar masuk tanpa seizinku, dan mulai saat ini, aku tidak akan memberikan kau uang sedikitpun"


"A-Apa?" Aurora terkejut mendengarnya, "itu artinya kau tidak-"


"ya, aku tidak akan pernah menafkahimu"


"kau tidak menafkahi ku, dan kau tidak mengizinkanku untuk keluar, lalu bagaimana aku memenuhi kebutuhanku"

__ADS_1


"aku tidak perduli, yang jelas kau hanyalah sebatas pengganti rahim istriku" ucap Alvaro dengan kasar dan kemudian pergi meninggalkan


Aurora hanya diam dan menangis, apa yang harus ia lakukan? melawan pun percuma,pria itu tak segan segan akan berbuat kasar kepadanya.


"jangan harap kau bahagia Aurora, aku sudah lelah melihat kebahagiaan mu" sinis Aurel Dian diam tersenyum kemenangan.


tampak dari jauh, lift terbuka dan muncul seorang pria tampan dengan stelan jas yang melekat pada tubuhnya.


Alvaro melangkahkan kakinya mendekati istrinya.


"ayo berangkat"


Aurel menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis, Alvaro dan Aurel pun pergi meninggalkan mension besar itu.


di kamar Aurora.


masih setia dengan tangisnya, Aurora menatap mobil mewah yang perlahan keluar dari gerbang lewat jendela besar.


tanpa ia sadari, ia menangis dan merasa sakit di hatinya.


"mengapa kalian senang menyakitiku? apa aku tidak pantas hidup bahagia, sehingga kebahagiaanku hanya beberapa hari saja"

__ADS_1


"padahal momy juga memperlakukan kami dengan sama, aku juga sering mengalah, mengapa kak Aurel seolah olah merasa dirinya yang tersakiti"


"aku harus bagaimana, kemana aku harus mencari biaya untuk kebutuhan ku, sedangkan Alvaro tidak mengizinkan aku keluar dari mension"


__ADS_2