
Seorang pria dengan setelan kemeja putih melangkah masuk ke sebuah restoran yang tampak sepi pengunjung.
Pria itu memilih duduk di meja dekat jendela sehingga ia bisa menatap keluar menikmati ramainya kota di malam hari.
Pria itu melihat seorang wanita yang seperti di kenalnya berjalan ke arahnya sembari memeluk pinggang seorang pria yang tak di kenalnya.
"Apa kah dia Velia?? siapa pria yang bersamanya??," batin pria itu.
Dengan senyuman Velia menyapa pria itu.
"Hei Revan!!." Velia melambaikan tangan lalu duduk di hadapan pria itu dan David di sampingnya.
Revan membeku di tempatnya.
Hatinya terasa ingin menjerit melihat wanita yang sangat di cintai nya kini ada di hadapan nya.
Sudah lama Revan tersiksa karena sangat merindukan Velia.
"Penampilan baru mu sangat berbeda Ve, kau nampak lebih cantik!," puji Revan yang terus menatap Velia.
David yang merasa dirinya menganggu mereka berpindah di meja lain.
"Aku akan bergabung dengan temanku di meja sebelah sana!?," David menunjuk meja Luna yang bersama Alde dan Carlos.
"Silahkan nikmati waktu kalian berdua!!," lanjut David lalu meninggalkan Velia dan Revan berdua.
"Jangan buang-buang waktu katakan apa yang ingin kau katakan supaya pertemuan kita segera berakhir!!," tegas Velia.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu Ve, jadi tolong jawab dengan jujur!," ucap Revan
"Katakan!!," ucap Velia.
"Apa kau hamil Ve saat kita berpisah??," Revan dengan ragu menanyakan hal ini ke Velia, khawatir Velia akan sedih.
"Iya!! saat itu aku tidak tahu setelah aku mengalami kecelakaan kecil aku baru tahu ada anak kita di dalam rahimku, tapi sayang sepertinya dia tidak ingin berbagi ayah dengan ibu lain sehingga dia memilih pergi jauh dari kita!,"
Mata Revan berkaca-kaca mengetahui hal ini, setidaknya dia sudah mendengar langsung dari Velia.
"Apa kau memaafkan ku Velia??!!,"
"Meskipun seumur hidup mu meminta maaf jawabanku tetap akan sama yaitu memaafkan mu tapi tidak untuk kembali padamu Revano!," tegas Velia.
Hati Revan mendadak ngilu mendengar ucapan Velia. Sudah tak ada harapan lagi untuk bisa bersama seperti dulu apa lagi Revan melihat Velia datang dengan pria lain.
__ADS_1
"Sudahlah Revan aku tahu maksud mu menemui ku, sekarang kau memiliki keluarga yang menjadi prioritas mu terlebih lagi masih ada seorang anak kecil yang membutuhkan sosok ayahnya!," ungkap Velia.
"Berhentilah terikat dengan masa lalu, jadilah ayah yang baik untuk putri kecil mu Revan itu sudah menjadi tanggung jawab yang akan kau bawa seumur hidup!! lepaskan aku Re!! relakan masa lalu kita!! bagaimanapun juga kita tidak akan bisa bersama lagi!!," lanjut Velia.
"Dengarkan aku saja Ve untuk kali ini!!," mohon Revan. Velia membalas dengan menganggukkan kepalanya.
"Satu hal yang harus kamu percaya dariku Velia, aku tidak pernah berniat mengkhianatimu apa lagi sampai aku bermain gila di belakangmu!! aku sungguh mencintai kamu, aku tidak tau bagaimana bisa wanita itu hamil anakku,"
"Pertama dia datang padaku, aku tak percaya padanya telah mengandung benihku, aku pun memutuskan untuk melakukan tes tapi kebenarannya dia memang anakku!" Revan mulai terisak.
"Aku hampir saja bunuh diri karena frustasi, aku tidak tahu bagaimana menghadapi mu Ve! sampai akhirnya semua terungkap!! sampai saat ini aku tidak bisa mengingat apapun tentang pertemuanku dan Tania!,"
Revan menatap wajah mantan istrinya dengan dalam namun Velia tidak menunjukan ekspresi apapun. Hal itu membuat Revan menyerah pada Velia, dia akan menikmati kehidupannya saat ini.
Velia bangun dari duduknya lalu berkata. "Kalau tidak ada lagi yang ingin di bicarakan aku permisi dulu!," ucapnya lalu menuju ke arah David.
David berdiri lalu merentangkan tangannya menyambut Velia. Wanita rapuh itu langsung ambruk ke dalam pelukan David.
Revan yang tidak tahan melihat adegan itu lalu meninggalkan tempat dengan langkah seribu.
Hati nya kini tahu Velia tidak lagi mencintainya.
Melihat adiknya yang rapuh Luna bergegas ikut memeluk Velia untuk memberi dia semangat dan dukungan.
Setelah merasa baikan Velia ikut duduk dan bergabung bersama mereka.
Mereka berlima memakan makanan yang telah di pesan. Lagi-lagi mereka takjub dengan porsi makan Velia yang tidak biasa bagi seorang wanita menurut mereka.
"Pura-pura bahagia itu butuh banyak tenaga!!," ucap Velia saat melihat ekspresi mereka.
"Sepertinya standar pria idaman mu yang bisa memberimu makan banyak yah??," celoteh Carlos.
"Bukan itu saja, tapi pria yang jago masak juga sepertinya lebih menggoda sih!!," balas Velia.
"Apa kalian jago masak??!!," tanya Velia yang tidak berhenti memasukkan makanan ke dalam mulutnya
"Tidak bisa!!," jawab mereka bertiga dengan kompak.
"Sayang sekali kalian bukan tipeku!!," seloroh Velia.
Makan malam kali ini sangat berbeda. Bagi Velia moment seperti ini adalah impiannya bisa tertawa ria dengan orang-orang yang peduli padanya.
"Apa kita bisa terus bersama seperti ini?? aku sangat menyukainya!!," ucap Velia membuat semua terdiam.
__ADS_1
"Tentu saja!!," jawab David yang memahami keinginan Velia.
"Apa kau tidak punya teman di rumah sebelumnya??," tanya Carlos yang merasa heran.
"Aku anak tunggal!! kedua orang ku sangat protektif padaku. Selama aku sekolah hingga saat ini aku hanya punya satu teman, aku tidak bisa keluar rumah sembarangan. Jadi saat orang tuaku pergi ke luar kota, hanya aku dan asisten rumah tangga dirumah!," terang Velia.
Carlos mengangguk-anggukan kepala pertanda mengerti dengan penjelasan Velia.
"Apa dia ingin mengajakmu kembali Ve?," tanya David yang sudah tidak sabar lagi ingin tahu segalanya.
"Iya tapi aku menolaknya!! aku tidak mau dia mengabaikan anak nya demi aku lagi!," jawabn Velia membuat David lega.
"Dia sudah punya anak dari wanita lain??," Alden tidak menyangka rumitnya hubungan Velia.
"Iya sudah, seorang putri yang cantik mirip sekali ayahnya!!," Velia tersenyum menanggapi pertanyaan Alden seakan hal ini tidak lagi menyakiti hatinya.
"Siapa nama wanita itu??," tanya David
"Tania!!, setahuku dia berasal dari negara ini juga kalau tidak salah," jawab Velia.
"Tania??? aku seperti pernah mendengar nama itu??," Alden menatap David sambil menaik turunkan alisnya.
"Kenapa?? apa Tania juga mantan kak David??," Velia mencoba menahan tawanya.
"Kenapa kalian ini??!!! yang namanya Tania bukan hanya satu di dunia ini!!," ucap David tidak terima.
"Pppuuffftthh!!!," mereka semua menahan tawa.
"Sangat jelas!!," gumam Luna.
"Dimana Jeremy?? bukankah dia akan menyusul kita??," tanya Velia sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Dia sudah di jalan tadi, tapi mendadak ada hal penting tentang penyelidikannya jadi dia kembali ke markas besar!," jawab Luna.
"Wahh aku juga harus belajar hal itu?!," kata Velia.
"Itu harus kau lakukan dengan statusmu saat ini, besok kau ikut bersama kami ke markas besar!!," jawab Luna.
"Siap kak!!," jawab Velia.
...---------------...
Hay readers, author ada rekomendasi nih novel bagus untuk kalian baca. Mampir yahh dan beri dukungan juga buat teman author ini.
__ADS_1