AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 60 : Restu


__ADS_3

Mentari pagi bersinar cerah. Senyuman yang indah mengawali hari kedua insan yang sedang jatuh cinta.


David berjalan memasuki sebuah restoran sambil menggenggam tangan Velia. Sedetik pun genggaman itu tak pernah lepas dari tangannya seakan takut jika wanitanya itu akan kabur darinya.


Mereka memilih meja di ruang outdoor. Keduanya duduk saling berhadapan dengan genggaman yang masih saja melekat.


“David!!, Lepas tanganku!.” Ucap Velia sambil melepaskan tangannya dari genggaman David.


“Kenapa??,” Tanya David tidak terima.


“Cckk!, Kau ini udah mengalahkan anak ABG saja!. Aku tidak nyaman kemana-mana gandengan terus udah kayak truk gandeng saja!,” protes Velia dengan wajah merengut.


“Oke deh kalau gitu!, Aku nurut saja!,” pasrah David. “Ternyata seperti ini rasanya terjebak dengan raja hutan. Benar kata Daddy urusan dengan wanita itu ribet!, pantas saja Daddy selalu ngalah dengan Mommy!.” batinnya.


“Aku mau cokelat panas saja,” ucap Velia ke pelayan restoran.


“Aku juga!!,” ucap David.


“Tambah dengan sandwich yah!!,” lanjut Velia.


“Aku juga!!,” ucap David sambil terus menatap wajah Velia dengan tangan menopang kedua pipinya.


“Ada lagi yang mau ditambahkan??,” tanya pelayan itu.


“Tidak ada!,” ucap Velia.


“Baik. Tunggu sebentar kami akan menyiapkan pesanan anda!,” ucap Pelayan itu lalu melenggang pergi.


“David, stop!!. Kalau aku emosi kedua mata mu akan jadi menu tambahan pagi ini!,” ancam Velia.


“Yang ada telur mata sapi bukan mata David!,” balas David membuat semakin kesal.


Tak lama pesanan mereka pun datang. Dengan lahap mereka berdua menghabiskan makanan yang ada.


Setelah itu mereka keluar restoran. Saat di depan pintu masuk mereka berpapasan dengan sepasang kekasih.


“Hay Velia!,” sapa seorang pria. Pria itu bersama seorang wanita yang tengah merangkul lengannya.


“Hay juga Revan!,” balas Velia.


David langsung merangkul pinggang Velia dan menarik tubuh wanitanya agar lebih dekat.


Revan yang melihat sikap David jadi bertanya-tanya dalam hati, terlebih Velia pun tidak ada penolakan.


“Dia siapa??,” tanya Velia ke Revan. Ia berpura-pura tidak tahu siapa wanita itu.


“Perkenalkan ini Ayumi, dia istriku!!,” ucap Revan.


Ayumi mengulurkan tangannya sambil tersenyum. “Ayumi Lunox!,”


Velia membalas uluran tangan Ayumi. “Aku Velia!!,”


Mereka pun berjabat tangan sesaat.


“Ini David, calon suamiku!!,” ucap Velia memperkenalkan David.


Mendengar ucapan Velia. David tersenyum sumringah, jiwa nya serasa terbang ke langit ke tujuh.

__ADS_1


“Maaf, aku ada urusan. Lain kali kita bisa mengobrol banyak!. Permisi!. Ucap Velia lalu pergi bersama David menuju mobil mereka.


Revan dan Ayumi pun masuk ke dalam restoran. Mereka duduk di sisi jendela kaca yang cukup besar, sehingga bisa melihat pemandangan di luar.


“Dia mantan istrimu itu yah??,” tanya Ayumi.


“Iya!,” singkat Revan.


“Wahh ternyata dia cantik sekali, calonnya juga tampan. Mereka pasangan yang serasi menurut ku!,” ucap Ayumi sembari melihat David dan Velia berjalan bersama lalu masuk ke dalam mobil.


“Iya kau benar!. Semoga mereka bahagia bersama!,” sahut Revan yang juga pandangannya tertuju ke dua sejoli itu.


“Revan!, Aku takut dengan istri mu itu yang selalu meneror ku!!,” ucap Ayumi dengan wajah cemas.


“Jangan takut!. Selama itu tidak membahayakan nyawamu santai saja!,” ucap Revan.


“Kalau begitu kenapa kau masih mempertahankan rumah tangga dengan nya??,” ucap Ayumi. Selama ini dia juga merasa bersalah dengan keputusannya menjadi istri ke dua.


“Sudah aku bilang padamu. Aku tidak peduli dengannya lagi, biar saja sampai dia sendiri yang minta pisah. Jika mengikuti keinginan ku sejak dulu aku akan meninggalkannya, tapi itu terlalu ringan bagiku. Aku sangat kecewa dengan perbuatannya!.” Jelas Revan.


“Aku kasihan dengan baby Rose yang menggemaskan itu, dia jadi pelampiasan ibunya Revan!. Kau juga harus memperhatikannya, dia itu putrimu!!,” ucap Ayumi.


“Iya aku tahu. Aku ingin membawa Rose dan hidup bersama kita saja tapi tunggu waktu yang tepat!,” ucap Revan.


“Aku akan mendukung mu!!. Aku juga tidak masalah dengan kehadiran Rose, aku akan mengurusnya dengan baik seperti merawat anak ku sendiri!,” ucap Ayumi dengan tersenyum.


"Terima kasih sayang!!," ucap Revan lalu menggenggam tangan istrinya.


Disisi lain mobil David melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang cukup padat.


"Ayoo kita ke rumah mertuamu dulu!!," ajak Velia.


"Ayoo sayang!!," jawab David dengan semangat.


Mereka pun menuju rumah Papa Gio dan Mama Shela. Perjalanan yang cukup menyenangkan bagi Velia, setelah melewati kota mereka memasuki kawasan yang sangat asri khas pedesaan.


Hamparan sawah terbentang luas sejauh mata memandang. Nampak beberapa petani sedang memberi pupuk padi mereka.


Velia menurunkan kaca jendela mobil lalu menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.


"Awas nanti lalat juga ikut masuk!!," ucap David.


"Nggak apa-apa, lumayan untuk ganjal perut!!," balas Velia.


David di buat tertawa dengan ucapan Velia.


"Hahaha, kau ini rakus sekali!!," ucap David.


Mobil mereka terhenti di depan rumah orang tua Velia. Rumah minimalis itu terlihat sangat nyaman.


Velia bergegas turun dari mobil lalu berlari memeluk kedua orang tuanya yang menyambut kedatangan putrinya.


"Aku merindukan kalian!!," ucap Velia yang masih memeluk Papa dan Mamanya.


David yang melihat mereka lalu ikut berpelukan juga.


"Main ikut-ikutan saja!!," protes Velia sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Dengan santai nya David hanya tertawa menanggapi Velia.


"Nggak apa-apa, dia juga sudah seperti anak kita!," sahut Mama Shela.


"Anak mantu kan Mah??," ucap David.


"Boleh juga!!," balas Mama Shela dan diangguki Papa Gio.


"Yeesss!!, aku langsung dapat restu!!," teriak David kegirangan.


"Jangan keras-keras ini bukan di rumah mu!!," tegur Velia.


"Ayo masuk!!," ajak Papa Gio.


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Velia dan Mama Shela lalu menuju dapur untuk menyiapkan minuman dan beberapa camilan.


Para pria duduk di ruang tengah sambil bersantai.


"Pah!, ada hal yang ingin saya sampaikan ke Papa!," ucap David.


"Apa?, katakan saja!!," ucap Papa Gio.


"Aku ingin menikah dengan Velia Pah!!," ucap David dengan mantap.


"Apa Velia setuju??," tanya Papa Gio yang terkejut.


David mengangguk. ''Iya Pah!, dia setuju!!. Kalau Papa sendiri gimana??,"


Dengan sumringah Papa Gio menjawab. "Jangan di tanya lagi, sudah pasti kami setuju. Bahkan kalau bisa besok, yah besok saja menikahnya. Lebih cepat lebih bagus!."


"Terima kasih Pah!, kami berencana setelah semua urusan Velia selesai baru kami akan menikah!," ucap David.


"Aku titip putriku, jaga dia baik-baik. Aku tidak mau dia terluka lagi!!," pesan Papa Gio.


"Pasti Pah!," balas David.


Velia dan Mama Shela datang sambil membawa minuman dan camilan.


Velia duduk di samping David. Nampak ia tengah gusar.


"Papa, Mama, ada yang ingin aku katakan pada kalian!," ucap Velia.


"Iya Papa tahu, kalian menikah saja dan hidup berbahagia," sahut Papa Gio.


"Apa maksudnya ini??," tanya Mama Shela yang tidak mengerti dengan situasinya.


"Anak kita akan menikah, Velia dan David!," jawab Papa Gio.


"Benarkah??, aku sangat bahagia mendengar kabar ini!!," ucap Mama Shela. Ia merasa bahagia akhirnya putrinya bisa lepas dari masa lalu yang menyakitkan itu.


Mereka pun mengobrol santai dan menghabiskan waktu bersama.


Bersambung...


Author bawa rekomendasi novel dari teman author, yukk pada mampir yah..


__ADS_1


__ADS_2