
Velia berlari kecil sambil merangkul lengan kekar David.
"Kak ayo cepetan!! aku udah nggak tahan!!," ucap Velia.
"Kita mau kemana??!," tanya David dengan wajah kebingungan namun tetap mengikuti langkah Velia.
''Kita ke toilet saja!!,'' Velia langsung masuk ke toilet di ikuti David.
Velia memuntahkan isi perutnya, ia merasa tubuh nya sedang tidak baik-baik saja.
''Apa kau sedang sakit?? atau jangan-jangan kau hamil??," tanya David khawatir.
Velia menatap David, ia tak menyangka pikiran pria dihadapannya sangat ekstrim.
''Apa Kak David lupa??!!," ucap Velia dengan tersenyum devil.
''Jangan gila Ve!! aku tidak ingat kita pernah bercocok tanam!," ucap David dengan polosnya.
Velia terperangah mendengar ucapan David.
''Aku tidak yakin!?? apa kita bisa mengulang lagi proses pembuatannya??,'' goda David sambil menaik turunkan alisnya.
Bugh!.
Velia memukul perut David dengan cukup keras lalu meninggalkannya.
''Aduh!! ini sakit beneran Ve!!,'' protes David yang memegang perutnya.
David menyusul langkah Velia, namun mendadak langkah wanita itu terhenti.
Velia memegang hidungnya yang mengeluarkan darah segar. David yang melihat langsung memberikan sapu tangan miliknya.
''Kak tubuhku terasa terbakar! tapi aku tidak demam!,'' ucap Velia sambil menyentuh keningnya dengan telapak tangan.
David lalu menurunkan tubuhnya dengan sedikit berjongkok. ''Naik di punggungku!, aku akan menggendong mu sampai di mobil!," perintahnya.
Dengan patuh Velia mengikuti ucapan kakaknya. ''Jangan cari kesempatan dalam kesempatan yah kak!!," sungut Velia.
David terus berjalan sambil menggendong Velia meski beberapa pasang mata melihat mereka dengan tatapan aneh.
David lalu tertawa kecil mendengar ucapan Velia. ''Apa ada kesempatan untukku??!,"
''Iya nanti kalau sempat kita jalan-jalan lagi!!, hari ini mood ku jadi buruk gara-gara pasangan devil itu!,'' gerutu Velia.
''Jadi kau akan melepaskan mereka begitu saja??!!,'' tanya David penasaran.
''Tentu saja tidak!!, aku akan memberi mereka pelajaran yang sangat sulit nanti!! hahaha,'' ucap Velia.
__ADS_1
Mereka pun tiba di parkiran, David membantu Velia masuk ke dalam mobil kemudian pria itu memasangkan seatbelt Velia.
David dengan sengaja mendekatkan wajahnya ke Velia.
''Mau ku hajar wajah jelek mu itu!!,'' sungut Velia yang mengetahui modus David.
''Kau terlalu baper! dasar janda jablay!! jarang dibelai!!,'' ucap David beralasan.
''Bukan jarang lagi!! tapi udah nggak pernah!!,'' balas Velia membuat David tertawa.
''Miris!!,'' sahut David lalu ia pun masuk ke dalam mobil.
''Kak kita ke markas saja!! sepertinya Jeremy sudah kembali dari negara A!! aku habis memberinya PR!!,'' ucap Velia.
David mengangguk lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
''Daddy akan marah kalau tahu kau pergi ke markas, apa lagi kondisi mu kurang sehat Ve!!,''
''Apa aku akan mati??!!,'' tanya Velia dengan nada pasrah.
''Itu tidak akan terjadi kalau saat kau banyak istirahat dulu!! Pil Biru itu sedang beradaptasi di dalam tubuh mu!! jadi fisik mu harus sehat dan kuat agar tubuh mu bisa menerima efek obat itu!!," jelas David sambil menyetir mobil dengan fokus karena jalanan sedang padat.
David menoleh ke samping, ia melihat Velia sedang tertidur.
''Baru beberapa detik aku bicara, dia sudah tidur!! benar-benar wanita yang sangat patuh!!,'' gumamnya lalu menggenggam tangan Velia di sepanjang perjalanan.
Disisi lain kebahagiaan tengah di rasakan Tania. Mereka memilih berkeliling sebentar sebelum pulang ke Mansion.
''Aku tidak menyangka Velia bisa setega itu padamu!! tenang saja Tania setelah apa pun yang terjadi padamu aku akan menerima mu karena kau juga ibu dari anakku!!,'' lanjutnya.
Revan menggenggam tangan Tania. Wanita itu sangat bahagia dengan sikap suaminya yang ada di pihaknya saat ini.
Padahal sebelum berpisah bahkan beberapa pekan setelah berpisah, sikap Revan sangat dingin padanya.
''Jangan merasa bersalah, asal kamu terus bersamaku semua akan baik-baik saja!!,'' balas Tania dengan senyuman yang tidak pernah pudar.
"Semoga semua kekacauan ini berkahir sampai disini saja!!," batin Tania.
***
Di markas Red Dragon, Jeremy sudah menunggu kedatangan Ketua Klan mereka, ia memiliki informasi penting dan pasti akan membuat Velia senang.
Pintu ruangan rahasia terbuka, nampak Velia dan David muncul dari balik pintu.
"Aku rindu tempat ini!!," seru Velia sambil berlari menuju sofa, ia langsung merebahkan tubuh nya di atas sofa besar dan empuk itu lalu ia melanjutkan tidurnya.
David berjalan ke arah Luna yang sedang sibuk dengan layar besar di hadapan nya. Ia duduk sambil melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"Jeje!! jangan ganggu dia dulu!!," ucap David begitu melihat Jeremy mendekati Velia.
Pria kemayu itu menghela napas lalu berkata.
"Baiklah! aku akan menunggunya!!," ucap Jeremy dengan lembut.
"Kau punya info penting apa?!," tanya David ke Jeremy.
"Dia memintaku untuk mengambil rekaman cctv di hotel tempat mereka menikah dulu!!," jawab Jeremy.
"Untuk apa?!," sahut Luna yang juga penasaran.
"Kalian mau tahu aja atau mau tahu banget?!," goda Jeremy.
"Mau dapat ini?!," ucap David sambil menunjukan kepalan tangannya di udara.
"Kalian berisik sekali!!," protes Velia yang akhirnya bangun karena kebisingan mereka.
"Aku ada oleh-oleh untuk mu!!," ucap Jeremy, ia lalu menyambungkan file itu ke layar besar di hadapan mereka.
David dan Luna yang tidak paham hanya ikut menonton rekaman cctv itu.
"Bukannya dia Tania?!," seru David begitu melihat Tania datang bersama dua pria yang mencoba membunuh Velia.
Nampak kedua pria itu sedang membawa Revan ke dalam sebuah kamar, lalu Tania juga ikut masuk ke dalamnya.
"Wahh seru nih!! kalau Revan tahu kalau istri tersayangnya sekarang menjebaknya juga, apa dia juga akan menampar wanita itu?!," ucap Velia.
"Aku akan memberi kejutan untuk Revan?? setelah dia mengetahui semuanya Tania akan hancur dengan sendirinya, bahkan mereka berdua akan hancur!!," lanjut Velia dengan semangat yang berapi-api.
"Kalau fakta yang sebenarnya terungkap, entah mereka mau berantem atau bercanda aku tidak peduli lagi!!," ujar Velia.
"Setelah urusan Tania selesai, aku harus mencari tahu lagi masalah keluarga ku dengan keluarga Tania sebenarnya ada apa??,"
Bersambung..
...★★★★★★...
Author ada rekomendasi novel untuk kalian baca sambil nunggu up berikutnya, ayo mampir di novel teman author
Blurb :
Pada 16 tahun yang lalu, Keluarga Shen dan Keluarga Yu mengadakan suatu perjanjian pernikahan aliansi antara kedua keluarga. Dan mereka sepakat, bahwa anak kedualah yang akan menjadi pengikat tali aliansi kedua keluarga tersebut.
Namun siapa yang menyangka, jika ternyata anak kedua dari Keluarga Shen adalah seorang gadis dengan fisik tak serupa dengan Shen Xu saudara kembarnya yang cantik jelita.
__ADS_1
Yu Zhen yang merupakan tuan muda kedua Keluarga Yu, menolak pernikahan aliansi tersebut dengan suatu alasan. Yu Zhen masih ingin mempelajari ilmu yang mengharuskan dirinya untuk tetap menjaga keperjakaannya.
Shen Ji yang merasa ditolak oleh Yu Zhen dan terus ditindas oleh Shen Xu, akhirnya melarikan diri dari keluarganya hingga dia bertemu dengan seseorang yang akan mengubah takdirnya.