AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 43 : Senjata makan Tuan


__ADS_3

Daddy Jordan dan Luna sudah selesai menghabiskan sarapan mereka namun Velia belum juga keluar dari kamarnya.


''Dad aku ke kamar Velia dulu yah!," ucap Luna sambil berjalan ke arah kamar Velia.


"Hhmm,," balas Daddy Jordan yang sibuk dengan ponselnya.


Kriieet...


Luna membuka pintu kamar Velia, nampak wanita itu masih terlelap di atas tempat tidurnya.


"Velia bangun!!," seru Luna sambil mengguncang tubuh Velia.


"Daddy sudah menunggu kita, katanya mau ke rumah sakit bertemu David!," lanjutnya.


Velia langsung bangun dari tidur nya dan bergegas ke kamar mandi.


"Ternyata itu obat bangun tidurnya!," gumam Luna sambil tersenyum penuh arti.


Luna asik bermain ponsel di atas tempat tidur sambil menunggu Velia. Setelah beberapa menit wanita cantik itu pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi.


"Kak aku mau pakai baju!," ucap Velia sembari menatap Luna yang asik bermain game di tempat tidurnya.


"Terus??, apa aku mau pakaikan?," balas Luna.


Velia berdecak kesal. "Ini kakak dan adik sama saja!,". Ia pun berjalan ke lemari pakaian lalu memakainya tanpa perduli lagi keberadaan Luna.


"Ayoo ratu game kita pergi sekarang!," ucap Velia sambil melangkah keluar kamar.


"Hey tunggu aku." Luna berlari kecil menyusul langkah Velia yang meninggalkannya.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil lalu melaju menuju ke rumah sakit tempat David di rawat.


Akhirnya mobil mereka berhenti di halaman rumah sakit. Mereka turun dari mobil lalu dengan langkah panjang menuju ruangan VIP dimana David berada.


Krieett..


Velia sedikit membuka pintu itu lalu mengintip ke dalam. Daddy Jordan dan Luna dengan pasrah menunggu di belakang Velia.


"Cepat masuk saja!," ucap Luna sedikit berbisik.


Velia masuk dengan mengendap-endap layaknya seorang pencuri. Mommy Elleana ingin menyapa putri angkatnya namun Velia langsung mengangkat telunjuknya ke bibir.


"Sstt!, Mom jangan berisik!," ucap Velia tanpa suara. Mommy Elleana hanya mengangguk.


Daddy Jordan dan Luna juga akhirnya mengikuti Velia. Mereka masuk dengan hati-hati berusaha tanpa mengeluarkan suara.


"Punya dua adik nggak ada yang beres!," celoteh Luna.

__ADS_1


Velia berdiri di samping David. Ia merasa sedih melihat pria tampan di hadapannya penuh dengan luka goresan.


"Sangat disayangkan kejadian itu membuat ketampanan mu jadi berkurang delapan puluh persen!," celetuk Velia yang membuat David mulai terbangun dari tidurnya.


Velia tersenyum jahil. Ia lalu menggenggam tangan David. "Maafkan aku, aku tidak bisa bersama kalian lagi, aku harus pergi!," ucap Velia seolah-olah berpamitan.


David yang masih belum sepenuhnya sadar merasakan kehadiran Velia lalu membuka matanya dengan lebar.


Velia dengan cepat lalu duduk berjongkok di samping tempat tidur. Wanita itu bahkan masuk ke dalam kolong ranjang David untuk bersembunyi.


Melihat situasi yang seru akan terjadi, dengan cepat Luna menghampiri David. Ia duduk di kursi samping ranjang David.


"Kak dimana Velia??, apa kalian pulang bersamanya??," David menyusuri ruangan itu namun yang ia lihat hanya Mommy, Daddy dan Luna saja.


Luna menggelengkan kepala seakan-akan tidak berhasil membawa Velia kembali.


David lalu terduduk di atas ranjang. "Mom, Dad?," ucapnya sambil menoleh ke arah Mereka.


Mommy Elleana dan Daddy Jordan merasa bingung mau bagaimana. Mereka akhirnya saling menatap satu sama lain membuat David semakin percaya dengan apa yang dipikirkannya.


"Tidak mungkin!!, aku akan mencarinya sekarang juga!!," ucap David yang hendak turun dari ranjangnya namun di cegah oleh Luna.


"Tenang David!, istirahat saja dulu!!," ucap Luna.


Sedangkan wanita yang berada di ranjang sedari tadi menutup mulutnya dengan tangan berusaha menahan tawanya.


"Kenapa Kak??," tanya David melihat sikap Luna agak mencurigakan.


Luna pun menjawab dengan cepat. "Ohh tidak apa-apa, pergelangan kakinya hanya pegal saja!,"


Seketika raut wajah David nampak sedih. Luna pun tidak tega melihat adiknya lalu berbisik.


"Jangan khawatir!, Velia ada di bawah!," ucap Luna sambil menunjuk ke arah bawah ranjang dengan matanya.


David mengangguk sambil tersenyum.


"Aku istirahat saja kalau begitu, aku harap kalian bisa menemukannya!,"


Velia yang mendengarnya membeku di tempat. Ini tidak sesuai harapannya, yang ia inginkan David histeris karena kehilangannya lalu tiba-tiba ia akan muncul untuk membuat kejutan.


Mommy dan Daddy mereka hanya menggelengkan kepala. Mereka berdua tidak mau ikut campur dengan drama anak-anaknya bahkan mereka berdua lebih memilih menikmati salad buah bersama.


"Kita nggak perlu ke bioskop untuk nonton drama,n disini ada siaran langsung nya!!, empat dimensi juga!," celetuk Daddy Jordan.


Luna sengaja menjatuhkan barangnya lalu pura-pura memungutnya. "Ve jangan keluar dulu!, tunggu aba-aba ku!!,"


Velia tanpa curiga membalas dengan anggukan.

__ADS_1


David dan Luna asyik mengobrol ke sana kemari bahkan hal yang tidak penting sekali pun jadi pembahasan.


Beberapa menit terlewati bahkan sudah satu jam lebih mereka berdua mengobrol.


Mommy Elleana dan Daddy Jordan berusaha dengan kuat menahan tawa agar tidak merusak ending bahagia dari drama ini.


Begitu juga David dan Luna yang sedari tadi saling mencubit untuk melampiaskan tawa bahagia mereka.


Velia pun mencolek kaki Luna dengan cukup keras membuat wanita itu merintih.


"Aww sakit!!," ucap Luna.


"Kenapa Kak??," tanya David berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi.


"Mungkin ada serangga di sini David!, kau harus menyuruh bawahan mu mengurus rumah sakit ini dengan baik!," balas Luna.


Velia merasa dirinya di kerjai akhirnya keluar dari bawah ranjang. Ia berdiri sambil berkacak pinggang.


"Astaga!!, kau siapa?? apa kau hantunya Velia?? hush..hushh sana pergi!!," ucap David pura-pura terkejut.


"Memangnya aku hantu dan serangga??," wajahnya terlihat sangat kesal.


Mereka semua akhirnya tak mampu menahan tawa mereka. Mereka tertawa bahagia kecuali Velia yang masih kesal karena sudah di kerjai.


"Anak nakal?!," ucap Velia sambil menarik telinga David dengan keras.


"Ampun..ampun.., aku minta maaf." ucap David lalu memeluk Velia dengan erat.


"Syukurlah kau baik-baik saja!," lanjut David. Ia sangat rindu dengan wanita yang berada di dalam pelukannya saat ini.


Velia melepaskan tangannya dari telinga David. "Lain kali aku tidak akan memaafkan kalian!,"


.


.


.


Bersambung...


Aku bawain lagi rekomendasi novel dari sesama teman author, ayoo pada mampir yah sambil nunggu up berikutnya.


Judul : Dosen Tampan Pemikat Hatiku


By : Ippiiieee


__ADS_1


__ADS_2