AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 50 : Rencana Velia


__ADS_3

Velia duduk bersandar di sofa sambil memakan buah apel.


Kemudian David berdiri di hadapan Velia sambil berkacak pinggang.


“Fokuslah Ve, kita harus menyusun rencana untuk besok!, Jangan sampai kita lengah dan membuat musuh dapat kesempatan menghancurkan kita!,” ucap David.


Velia mendongkakkan kepalanya lalu menatap David. “Aku tetap fokus dari tadi!, Kenapa kau berkata begitu?,”


“Itu tuh yang menggangguku!,” Ucap David mengarahkan wajahnya ke buah apel yang berada di tangan Velia.


“Tapi ini tidak menyakitimu kan???!.” Velia mengangkat buah apel ke depan wajah David.


“Menyakiti mata ku!,” sungut David.


Velia mengambil ponselnya lalu menghubungi Alden dan Carlos.


“Kalian datang ke sini sekarang, nggak pake lama!,” perintah Velia lalu memutuskan sambungan telponnya.


Velia berjalan ke arah pintu untuk menunggu Alden dan Carlos.


Mereka berdua tidak bisa masuk dari luar karena tidak memiliki akses karena itu Velia harus membukanya dari dalam.


Ruang rahasia itu menggunakan DNA darah untuk membuka pintu, jadi hanya petinggi Klan dan orang kepercayaan saja yang bisa masuk.


Alden dan Carlos pun tiba, lalu Velia membukakan pintu. Sebelum masuk mereka sedikit membungkukkan badan untuk memberi hormat ke Velia, bagaimana pun wanita itu masih Ketua Klan mereka saat ini.


“Cepat masuk, ada tugas untuk kalian!,” ucap Velia.


“Baik Bos!,” ucap Alden dan Carlos serempak.


Mereka semua berkumpul mengelilingi meja bundar.


“Menurut mata-mata kita, besok musuh akan memberikan serangan saat aku dan keluargaku menuju ke desa,” ucap Velia.


“Terus??,” sela Carlos.


Velia menatap tajam Carlos lalu berkata. “Aku belum selesai bicara kau sudah memotong!, Mau aku potong itu!,” pandangan Velia mengarah ke bagian penting milik Carlos.


Dengan cepat Carlos menggelengkan kepalanya. “Ja-Jangan, ini belum di gunakan dengan baik!,” ucapnya.


Mereka semua pun tertawa mendengar pengakuan Carlos.


“Hahaha, ini sebenarnya rapat atau ngelawak sih!,” celetuk Luna.

__ADS_1


“Oke kembali ke leptop!,” seru Velia membuat semua orang kembali fokus.


“Besok pagi aku pergi bersama David dalam satu mobil, dan beberapa anggota lainnya di mobil lain. Alden lengkapi mereka dengan senjata lengkap, aku tahu yang di jadi target mereka bukan aku kali ini tapi Papa dan Mama ku!,” jelas Velia.


“Siap laksanakan!,” jawab Alden.


“Dan kau Alden harus bersiap sekarang untuk mengawal Papa dan Mama ku pergi ke desa, kalian akan berangkat malam ini juga!,” perintah Velia yang membuat Luna dan David tercengang.


“Pergi sekarang Ve??, Kenapa kau tidak bilang dari tadi??,” Tanya David.


“Aku merubah rencana ku!, Menurutku ini lebih aman. Aku juga tidak ingin mereka tahu tentang Aku dan Klan ini, pasti mereka akan membawaku pergi jauh dari kalian!,” Jelas Velia.


“Alden bersiaplah!,” perintah Velia.


Alden kemudian bergegas keluar untuk melaksanakan perintah Velia.


David nampak gelisah mengetahui rencana Velia untuk membawa Papa Gio dan Mama Shela malam ini juga.


“Jangan cemas!, Wanita mu itu luar biasa!,” ucap Luna membuat Adiknya mengangguk.


“Aku tahu Kak!,” ucap David.


Velia menatap Jeremy yang sedang sibuk dengan ponselnya.


“Bagaimana??,” tanya Velia ke Jeremy.


“Oke, satu masalah selesai. Selanjutnya aku meminta bantuan Jeremy dan Luna untuk menyelidiki semua orang atau instansi yang berkaitan dengan kasus kematian Marvin, setelah kita mendapatkan informasi kita langsung ke negara A,” ucap Velia.


“Baiklah, aku lagi malas turun lapangan!,” ucap Luna dengan lega.


“Kalau aku??,” ucap Carlos yang merasa belum mendapatkan bagian.


“Oh kalau kamu harus bersiap di beberapa titik, jadi arahkan anggota mu di beberapa tempat ini!,” ucap Velia lalu menunjuk beberapa titik di peta tiga dimensi yang berada di atas meja.


“Siap laksanakan!,” ucap Carlos.


“Bersiaplah sekarang setelah itu langsung ke tempat tugas kalian!,” ucap Velia.


Carlos lalu keluar dan bergegas mengumpulkan anggota nya yang terdiri dari penembak jitu.


“Sepertinya itu saja dulu, kita harus pulang sekarang!,” ucap Velia lalu bersiap pulang.


Mereka semua meninggalkan ruangan rahasia lalu pergi dari markas Red Dragon.

__ADS_1


Luna melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju mansion.


Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di rumah.


Luna memberhentikan mobilnya di depan pintu mansion.


Mereka bertiga lalu turun dari mobil. Velia dengan cepat berlari kecil menuju kamar Papa dan Mama nya, sedangkan David menyiapkan mobil untuk Papa dan Mama Velia berangkat.


Tok.. Tok.. Tok..


Velia mengetuk pintu kamar orang tuanya dengan cukup keras, tak lama Mama Shela membukakan pintu.


“Ada apa Ve??,” tanya Mama Shela dengan wajah yang masih mengantuk.


“Papa dan Mama harus bersiap sekarang!,” ucap Velia lalu masuk ke dalam kamar membantu mengemas barang orang tuanya.


Papa Gio yang masih belum sepenuhnya sadar hanya mengusap-usap wajahnya.


“Ada apa ini Ve??,” ucap Papa Gio begitu melihat Velia sibuk mengemas barang mereka.


“Pah, kalian harus pergi sekarang juga. Maaf ini sudah malam, tapi ini demi keselamatan kalian juga. Aku sudah menyiapkan semuanya!,” ucap Velia.


“Apa yang sebenarnya terjadi Ve??,” ucap Mama Shela yang menandai khawatir.


“Jangan membuang-buang waktu, besok aku akan menyusul kalian dan akan menjelaskan semuanya!,” ucap Velia lalu keluar sambil membawa barang ke depan mansion.


Para pengawal yang berjaga membantu Velia memasukan barang ke dalam mobil.


Tak lama Alden beserta anggotanya datang.


Papa Gio dan Mama Shela pun keluar. Mereka semakin bingung dengan situasi ini.


“Ada apa ini David?,” tanya Daddy Jordan yang juga ikut keluar karena mendengar keriuhan di manssionnya.


“Aku akan jelaskan Dad, tapi nanti yah!,” jawab David.


“Pah, Mah cepat masuk ke mobil. Mereka akan menemani kalian hingga sampai di tempat tujuan!,” ucap Velia.


Sebelum masuk ke dalam mobil, mereka berpelukan sejenak lalu berpamitan ke Jordan.


Papa Gio dan Mama Shela pun pergi meninggalkan mansion Jordan di ikuti Alden beserta anggotanya.


Bersambung...

__ADS_1


Author ada rekomendasi novel buat kalian baca sambil nunggu up berikutnya, yuk pada mampir.



__ADS_2