
David akhirnya meminta pulang dengan paksa meskipun Mommy nya menolak.
''Mom, aku baik-baik saja! tolong jangan terlalu lebay Mom, aku bukan anak kecil lagi!," sungut David yang merasa jengah dengan ocehan Mommy nya.
''Tapi--,'' ucapan Mommy Elleana terhenti.
''Aku sekarang bahkan sudah bisa membuat David Junior Mom!, cukup!,'' David mengacak-acak rambutnya. Ia merasa frustasi dengan Mommy nya yang tidak berhenti berceramah.
Merasa perdebatan antara anak dan istrinya tidak akan berhenti, akhirnya Daddy Jordan pun bersuara.
''Kita semua pulang sekarang!, banyak hal yang harus kita selesaikan di rumah, apa lagi orang tua Velia akan datang besok atau lusa!," ucap Daddy Jordan mengingatkan keluarganya.
Mommy Elleana menepuk jidatnya. ''Astaga, hampir saja aku lupa!, ayo kita pulang saja kalau gitu!!,''
Mereka semua berjalan bersama menyusuri koridor rumah sakit untuk pulang.
Beberapa mobil sudah siap menunggu Tuan nya di pintu depan rumah sakit. Kehadiran mereka membuat menjadi pusat perhatian, terutama banyak petinggi rumah sakit yang berusaha mencari muka dengan Tuan Jordan.
Yang tak kalah heboh para pegawai wanita yang tak henti-hentinya memandang David sambil membincangkannya membuat pria tampan itu menjadi topik utama pembahasan mereka.
''Dasar gadis bar-bar!!, ingin sekali ku colok mata mereka pakai garpu!! kayak nggak pernah lihat cowok ganteng saja!,'' kesal Velia.
''Cieee.. Cieee ada yang cemburu,'' ucap Luna sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Velia yang tersadar dengan ucapan nya langsung meninggalkan mereka lalu masuk ke dalam mobil lebih dulu.
Luna tertawa kecil melihat Velia yang jadi salah tingkah. Ia pun menoleh ke David dengan tatapan heran.
''Itu kenapa pipimu jadi memerah??, habis di gampar siapa??,'' goda Luna yang melihat wajah adik nya juga memerah merona karena malu.
Bukan David namanya yang akan terpancing dengan ucapan Kakaknya itu. Pria itu malah membuka satu kancing atas lalu menggulung lengan kemejanya.
__ADS_1
Kemudian David berjalan masuk ke dalam mobil dengan cool nya sambil sesekali menata rambutnya.
''Dasar bocah gila!!,'' Luna berdecak kesal lalu ikut masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan tak ada satu kata pun yang keluar dari mereka. Mereka asik dengan pikiran masing-masing.
Rombongan Jordan Smith dan keluarga pun tiba di mansion mereka.
Velia membuka pintu mobil lalu bergegas turun. Ia berlari menuju ke kamarnya, setelah masuk ia langsung mengunci pintu kamarnya.
Velia merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya.
''Apa hatiku sudah siap membuka lembaran baru lagi??, aku masih ragu dengan yang namanya sebuah hubungan. Apa kah akan lebih bahagia atau justru lebih menyakitkan dari sebelumnya?.'' batin Velia. Ia pun memejamkan matanya dan akhirnya terbang ke alam mimpi.
🌷🌷🌷
Disisi lain, Tania sedang berjalan menuju ruang kerja kerja Kakak nya.
Tania membuka pintu lalu langsung masuk begitu saja tanpa izin dari pemilik ruangan.
Tristan yang sedang fokus dengan laptop di hadapannya akhirnya menoleh ke adiknya yang sudah ada di hadapannya saat ini.
"Tania?? sejak kapan kau tiba?? dimana Rose??," serbuan pertanyaan keluar dari mulut Tristan. Ia pun lalu mematikan laptopnya.
"Aku baru saja tiba dan Rose ada di bawah sedang bermain," balas Tania.
Tristan melipat kedua tangannya di dada lalu berkata. "Kenapa wajahmu cemberut begitu?,"
"Aku kesal dengan Kakak, kenapa wanita itu bisa kabur? Kakak memang nggak becus," seru Tania.
"Kau pikir mudah mendapatkannya?? dia itu bukan wanita biasa sekarang yang mudah dilenyapkan!," jelas Tristan.
__ADS_1
"Memang dia siapa?," tanya Tania penasaran.
"Dia Ketua Klan Mafia sekarang!," jawab Tristan.
"Whatt??," Tania sangat terkejut dengan ucapan Kakaknya.
"Apa kamu tidak merasa saat dia menculik mu sangat mudah? dia bahkan membunuh dua orang anak buah ku!," kata Tristan.
"Kau ini sangat bodoh!," lanjut Tristan.
"Aku pikir dia menyewa pembunuh bayaran!," balas Tania.
"Jangan lagi mengusik dia Tania, fokus saja dengan keluarga mu. Aku tidak mau kalian dalam bahaya besar jika bertindak gegabah biar aku saja yang membalaskan dendam Ibu," ucap Tristan.
"Pergilah! aku masih banyak pekerjaan!," usir Tristan akhirnya Tania pun pergi dari ruangan itu.
Tania berjalan menuju kamarnya. "Sial!, kenapa aku baru sadar sekarang!, untuk kali ini biar Kak Tristan saja yang mengurus keluarga busuk itu. Sekarang aku harus mencari tahu siapa wanita yang dekat dengan suami ku sekarang!," gumamnya.
Tania masuk ke dalam kamar nya. Ia langsung di sambut dengan suara tangisan putri cantik nya itu.
"Sini anak Mama!," ucap Tania sambil mengambil anaknya dari gendongan baby sitter.
"Apa aku harus minta bantuan Kak Tristan? tapi kalau sampai Kakak tahu akan membuat Revan semakin murka dan membawa Rose pergi dariku!," batin Tania.
Bersambung....
.
.
Rekomendasi novel yang bagus dari sesama author buat kalian baca sambil nunggu up berikutnya. Pada mampir yah guys..
__ADS_1