
-Di dalam ruangan rahasia markas Red Dragon, nampak David baru saja selesai menghabiskan sarapannya.
David lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, beberapa menit kemudian ia keluar dengan setelan jas serba hitam.
“Cepat sekali!, Jangan-jangan kau hanya cuci muka ya??,” ucap Velia sambil menatap menyelidik.
“Cikk, kau ini asal bicara saja. Tidak mungkin kita mau berpesta aku tidak mandi, nanti musuhku tumbang duluan sebelum aku tembak!,” Ucap David.
“Betul juga, bau busuk mu itu mengalahkan bunga raflesia(bunga bangkai),” celetuk Velia.
“Ayo kita berangkat, musuh kita pasti sudah tidak sabar menunggu kematian mereka!,” ucap Velia sambil melangkah ke arah David.
Velia lalu membuka sebuah kotak perhiasan berwarna hitam yang di atasnya terdapat simbol Klan mereka lalu mengambil sebuah pin di dalamnya berbentuk Naga berwarna merah.
Pin itu hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki kedudukan tinggi saja dalam Klan. Sedangkan anggota Klan hanya semacam bordiran langsung di jas mereka.
Velia mendekatkan tubuhnya kemudian memasang pin itu di kerah jas David.
David menatap dalam wajah Velia yang ada di hadapannya. David menarik tubuh Velia mendekat, ia lalu memeluk wanita itu begitu erat.
“David, A--,” ucap Velia.
“Diam saja, aku butuh satu menit saja!,” ucap David menghela perkataan Velia.
__ADS_1
“Hati-hati yah, aku akan melindungi mu, aku ingin kau tetap hidup Ve. Setelah semua ini berakhir aku ingin memberi mu kejutan!,” lanjut David.
Velia hanya terdiam tanpa membalas pelukan David. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun karena ia tahu kejutan apa yang akan di berikan David.
“Oke sudah lewat satu menit, ayo kita pergi David. Mereka menunggu kita, jangan sampai mereka berpikir yang aneh kita berlama-lama disini!,” ucap Velia lalu David pun melepaskan pelukannya.
Mereka berdua keluar lalu menuju ke tempat anggota Klan mereka berkumpul.
Velia berdiri di depan semua anggota klan di sampingnya ada David, Luna dan juga Jeremy.
Velia menatap wajah-wajah yang siap mempertaruhkan nyawanya untuk perang kali ini. Suasana mendadak menjadi hening.
“Apa kalian tidak takut mati??,” tanya Velia tiba-tiba.
“Wah, anggota dan ketua mereka ternyata sama saja gilanya!!,” batin Velia.
“Oke kalau begitu hari ini kita akan berpesta pora, aku harap kalian semua bisa kembali dalam keadaan hidup. Aku tidak mau mengurus Klan yang tidak ada anggotanya nanti!,” ucap Velia membuat suasana tegang menjadi sedikit mencair.
Sebelum pergi, Luna memeluk Velia. “Menangkan pertarungan ini Ve, dan kembalilah dengan keadaan utuh!,” ucapnya.
Velia dan David lalu masuk ke dalam mobil yang di ikuti oleh seluruh anggota Klan yang akan ikut bertarung. Mobil mereka satu persatu meninggalkan markas.
Luna dan Jeremy menatap kepergian mereka hingga tak terlihat dari.
__ADS_1
“Ayo Jeremy kita lakukan tugas kita!," ajak Luna.
Jeremy merangkul Luna sambil berjalan menuju ruang rahasia.
Mereka langsung duduk di hadapan layar besar lalu memasang earphone.
''Ve, kami sudah siap!," ucap Luna.
"Mari kita bereskan hama busuk ini!," ucap Velia dari seberang sana.
Velia dan rombongannya baru saja melewati perkotaan yang padat penduduk, beberapa saat kemudian mereka memasuki jalan yang di kelilingi oleh pohon rimbun.
Dari kejauhan nampak dua mobil menghadang jalan Velia.
"Carlos, apa kalian siap?, tunggu perintah dari ku!," ucap Velia melalui sambungan earphone.
"Siap Bos!," jawab Carlos.
Bersambung...
Author ada rekomendasi novel bagus buat kalian baca sambil nunggu up berikutnya.. Yukk pada mampir yah gaes..
__ADS_1