AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 54 : Kalah Telak


__ADS_3

Velia membuka pintu lalu turun dari mobil. Rambutnya yang mulai memanjang dibiarkan tergerai indah.


Dengan setelan serba hitam membuat aura dingin Velia begitu terlihat. Ia berjalan keluar sambil memegang pistol yang terisi penuh amunisi.


Tak lama David ikut keluar dan menyusul langkah Velia.


Beberapa musuh keluar dari mobil, namun ketua mereka tidak terlihat.


Doorr!!..


Doorr!!..


Doorr!!..


Dengan cepat peluru dari pistol Velia melesat tepat ke kepala musuh. Satu persatu musuh di hadapannya tumbang.


Hujaman peluru kembali menyerang Velia dan David. Mereka berdua bersembunyi di balik mobil, sesekali keluar menembak musuh mereka.


“Markas!, Apa kau lihat sesuatu dari sana!, Aku tidak melihat Tristan!,” ucap Velia ke Luna.


“Aku sementara memindai seluruh area di sana!, Aku akan mengabari mu!,” ucap Luna.


Sementara itu pertarungan sengit pun terjadi. Sekelompok musuh berjalan mendekat sambil membawa pedang ke arah mereka.


Alden dan anggotanya maju untuk menyerang. Mereka juga membawa pedang dan sebuah senjata api di balik jas mereka.


“Carlos!, Tunggu perintah ku!, Jangan menyerang sebelum aku perintahkan!,” perintah Velia melalui sambungan earphone nya.


“Baik Bos!!,” balas Carlos.


“Ve jadi bagaimana??,” tanya David.


“Kita harus melewati mereka!, Aku yakin pasti Tristan ada di sekitar sini!!, Cckk dasar pengecut!,” gerutu Velia.


Velia maju sambil mengambil pedang pasukan yang sudah tewas. Ia menghabisi semua musuh yang menghalangi jalannya.


Pertumpahan darah tidak elakkan lagi. Klan King DarkNess mulai terpojok. Velia berteriak. “Jangan bersembunyi dasar pengecut!!,”

__ADS_1


Tristan yang berada tak jauh dari sana mendengar ucapan Velia.


“Sialan, aku tidak bisa mendapatkan target ku kali ini. Pasukan ku mati sia-sia, sepertinya dia tahu rencana ku!!,” gerutu Tristan.


Doorr!!..


Sebuah tembakan terdengar di ikuti teriakan Velia.


“DAVIID!!,” Velia berlari menghampiri David yang memegang bahu kanan nya.


Disisi lain Carlos sudah tidak sabar untuk menggila mengetahui David tertembak.


“Carlos!, Lindungi kami, aku akan membawa David ke tempat aman dulu!!, Suruh anggotamu yang lain mencari penembak jitu musuh. Habisi mereka tanpa sisa!,” perintah Velia.


Dengan senang hati Carlos menghamburkan pelurunya ke semua musuh yang tersisa. Sedangkan anggota Carlos yang lain mencari penembak jitu dari musuh dan menghabisinya.


Pertarungan kali ini membuat Klan King DarkNess kalah telak. Mereka tidak menyangka Klan Red Dragon akan mengepung dan menggila seperti ini.


Tristan menyuruh pasukan yang tersisa untuk mundur. Ia berniat pergi dari tempat itu.


“David, tetaplah di sini! Aku harus memburu mangsa ku!,” ucap Velia setelah mengantar David ke dalam mobil.


Velia dengan cepat berlari menuju mobil Van yang di maksud Luna.


Nampak Tristan sudah masuk ke dalam mobil, dengan gerakan cepat Velia menghabisi semua pengawal Tristan.


“Hello baby!!,” ucap Velia begitu masuk ke dalam mobil. Ia duduk di kursi pengemudi.


Tristan sangat terkejut melihat Velia sudah berada di dalam mobilnya. Ia membuka jendela mobil lalu melihat semua pengawalnya sudah tewas.


“Ka-Kau!!,” ucap Tristan terbata-bata saking terkejutnya.


“Iya aku tahu aku ini cantik!!,” ucap Velia sambil menyalakan mesin mobil.


“Maju, duduk di sampingku!!. Jangan terlalu jaga jarak, aku tidak bervirus!!,” lanjut Velia sambil menodongkan pistol ke arah Tristan.


“Arrgghh! Sial!, Aku tidak memegang senjata satu pun!!,” batin Tristan.

__ADS_1


Dengan terpaksa Tristan patuh dengan perintah Velia, ia pun pindah duduk di depan.


Velia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


“Kita sepetinya harus berbincang-bincang dulu!!,” ucap Velia.


Karena tidak kunjung mendapat jawaban, Velia pun memukul bahu Tristan dengan cukup keras hingga membuat Tristan merintih.


“Aww!!,” Tristan yang mendapat pukulan langsung menatap tajam wanita yang dianggapnya gila itu.


“Makanya kalau di ajak bicara itu menyahut dong!, Nggak sopan sekali!!,” Velia justru menceramahi Tristan.


“Kita ke rumah mu atau markas mu saja??,” Tanya Velia.


“Tidak keduanya!!, Aku akan menunjukan jalannya jadi fokuslah menyetir!!,” balas Tristan dengan datar.


“Jangan bilang kau membawa ku ke hotel mewah lagi??, Aku jadi merinding disko!!,” ucap Velia.


Tristan berdecak mendengar ucapan Velia. “Ckk, Bukan kah itu lebih bagus?!,”


“Aku lebih baik di sandera di tengah hutan dari pada di hotel bintang tujuh!!,” ucap Velia membuat Tristan menarik sudut bibirnya.


Di tempat lain David sangat khawatir karena Velia menghilang.


Setelah menyuruh semua pasukannya untuk membereskan tempat peperangan mereka, David menghubungi Luna yang berada di markas.


“Kak di mana Velia??,” tanya David dengan cemas. Ia tidak memedulikan lagi beberapa peluru yang masih bersarang di tubuhnya.


“Jangan cemas David, ia sedang menjalankan rencananya!!, Lebih baik sekarang kalian kembali ke markas. Daddy sudah menunggu!,” balas Luna.


David akhirnya dengan berat hati mengikuti saran Luna. Ia dan anggota Klan lainnya yang tersisa kembali ke markas. Beberapa dari mereka tewas di tempat pertempuran dan lainnya mengalami luka-luka.


Bersambung....


Author ada rekomendasi novel bagus buat kalian baca sambil nunggu up berikutnya...Yukk pada mampir


__ADS_1


__ADS_2