
"Kenapa harus repot-repot datang ke sini kakak ipar??," tanya Revan lalu tersenyum kecut.
"Kau benar-benar gila Revan!!, Kau pergi dari rumah meninggalkan adik ku lalu bersenang-senang dengan wanita lain di sini??," seru Tristan lalu bertepuk tangan.
"Luar biasa!!," lanjutnya.
"Lalu kau mau aku bagaimana??, apa kau tahu adik mu itu telah membunuh anak ku dari mantan istriku sebelumnya!!, bagaimana bisa aku memaafkan orang yang telah membunuh darah daging ku???," hardik Revan.
Tristan mengernyitkan dahinya. "Apa maksud mu??,"
Martin hanya menjadi penonton setia di sana.
Ia tidak bisa ikut campur dalam masalah keluarga Bos nya itu, kecuali atas perintah Tristan.
"Dia telah menyuruh orang untuk menghabisi mantan istriku di saat sedang dia sedang mengandung!!," jelas Tristan.
"Bagaimana aku bisa hidup dengan dia?? bayangan kehilangan anak ku akan terus menghantui ku Tristan. Kau tidak akan mengerti!!," lanjutnya.
Tristan mengepalkan tangannya lalu memukul dinding di samping nya.
"Lalu kau mau apa??," tanya Tristan.
"Aku ingin berpisah dengan nya!!," ucap Revan.
Tristan berbalik lalu menatap tajam Revan.
"Tidak bisa!!, kau harus bersama Tania demi Rose!!,"
"Aku tidak bisa!!," tolak Revan.
"Kau harus bisa jika tidak ingin kehilangan nyawa mu!!, aku tidak bisa membiarkan Rose tumbuh besar tanpa seorang ayah, apa lagi ayah kandung nya masih hidup!!," ancam Tristan.
Revan terdiam sejenak sambil berpikir. "Baik lah!! ini demi Rose bukan untuk Tania!,"
Tristan berjalan keluar kamar, di ikuti Martin.
"Kita kembali sekarang!!,"
Revan pun ikut bersama Tristan kembali ke rumah.
Setelah tiba di rumah, Revan langsung menuju kamar nya.
__ADS_1
Krieett..
Revan membuka pintu dengan perlahan, ia takut jika gadis mungil nya yang menggemaskan itu sedang tertidur.
Raut wajah Revan berubah bahagia, ia tak menyangka kedatangan nya di sambut dengan gelak tawa dari Rose begitu melihat ayahnya datang.Nampaknya bayi itu merindukan Revan.
"Anak Papa!!," Revan langsung membawa bayi itu ke dalam gendongan nya.
"Revan!!," lirih Tania.
"Jangan berpikir aku kembali untuk mu!! aku melakukan ini demi Rose! jangan berharap apa pun dari ku!," tegas Revan.
Kedua mata Tania berkaca-kaca mendengar ucapan pahit dari suaminya.
"Bukan kah dulu kau pernah bilang akan menerima ku apa adanya Revan!, kata mu kita akan memulai semua dari awal lagi!!," ucap Tania dengan suara keras.
"Itu sebelum aku mengetahui semua kebohongan mu!!, aku tidak peduli jika kau membunuh orang lain! tapi kenapa harus anak ku Tania?? kenapa??," hardik Revan.
Rose yang berada dalam gendongan Revan akhirnya menangis mendengar suara ayahnya yang sangat keras.
Revan membawa Rose keluar kamar lalu memberikannya ke baby sitter, setelah itu dia kembali ke dalam kamar dan mengunci pintu.
"Jawab aku Tania!! kenapa harus anak ku!??," ucap Revan dingin.
Revan terdiam. Ia berusaha untuk tidak terpedaya lagi dengan kebohongan Tania.
"Aku tidak ingin tinggal di sini bersama Kakak mu!!, kita kembali saja ke Negara A!," ucap Revan yang memiliki rencana.
"Aku ingin kita tinggal di sini saja, kita akan mencari rumah!!," ucap Tania.
"Baiklah!," Revan tersenyum penuh arti.
🌷🌷🌷
Di markas Red Dragon, David nampak sedang serius berbincang-bincang dengan kedua pria yang ada di hadapannya.
"Kau bisa datang ke rumah malam ini!. Aku mengundang mu makan malam ke rumah kami, sekaligus membahas kerja sama kita!," ucap David.
"Setuju!! aku pasti akan datang!!, aku merasa terhormat di undang secara langsung oleh keluarga Smith." jawab Deon, ia lalu bangun dari duduknya.
"Sampai jumpa nanti malam!, aku harus pergi sekarang, masih banyak pekerjaan penting yang menunggu ku hari ini!," lanjut nya kemudian pergi meninggalkan Markas Red Dragon.
__ADS_1
Matahari mulai terbenam. David segera pulang ke mansion, ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Mobil David berhenti di depan Mansion, ia turun dari mobil nya lalu memberikan kunci mobil ke pelayan untuk memarkirkan mobil nyabdi garasi.
"Hmm aroma masakan ini kayak tidak asing yah!!," gumam David ketika langkahnya baru saja masuk ke dalam mansion.
"Iya benar!! ini aroma yang membuat kita push up di halaman markas!!," sahut Carlos yang juga baru tiba.
"Kali ini kita harus memuji masakan nya setinggi langit!!," saran Alden yang di angguki Carlos dan David. "Betul!!," sahut mereka berdua.
Mereka berjalan memasuki ruang keluarga yang juga berdekatan dengan dapur.
"Velia apa yang kau lakukan di situ?!," tanya David sambil berkacak pinggang.
"Aku membantu Mommy menyiapkan makan malam!, bukannya kita akan kedatangan tamu penting kata Daddy?," jawab Velia dengan wajah polosnya.
"Oh ya?? membantu Mommy?? sejak tadi aku tidak melihat Mommy di situ!!," kesal David, ia tahu Velia hanya beralasan. David bukannya melarang Velia, tapi kondisi wanita itu akhir-akhir ini kurang baik. David hanya khawatir saja.
"Pergi dari situ!! biar pelayan yang mengerjakan nya!!," perintah David.
"Lebih baik kau bersiap dan berdandan yang cantik!!," lanjutnya.
Velia menangkup wajahnya dengan kedua tangan. "Apa aku tidak cantik??!,"
"Aku mencium aroma keributan sekarang!," sahut Carlos.
"Diam kau!!," kesal David.
"Kau cantik dan akan lebih cantik kalau kau mandi sekarang dan berdandan rapi!," puji David dengan senyumannya.
"Apa tamu Daddy itu akan melamar ku??!!, mungkin kalian membuat kejutan untuk ku kan?!," ucap Velia dengan berbinar-binar.
"Pergi sekarang!," tegas David dengan nada tinggi.
Velia akhirnya meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya.
Bersambung...
...★★★★★★...
Author ada rekomendasi novel yang bagus, sambil nunggu up berikutnya ayoo mampir di mobil teman author yah.
__ADS_1