AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 35 : Pelampiasan


__ADS_3

Mobil Revan berhenti di sebuah klub terbesar di negara B, ia masuk ke dalam klub itu lalu duduk di depan meja bartender.


Setelah minuman yang di pesan datang, ia lalu meneguk minuman itu langsung di botolnya.


"Velia!, aku ingin bersamamu lagi! maafkan aku!," racau nya dengan keadaan yang mulai mabuk.


Tak lama kemudian datang seorang wanita cantik berjalan sempoyongan mendekat ke arah Revan yang tengah duduk sendiri.


"Hay tampan!!," ucap wanita itu sambil melambaikan tangan lalu menghampiri Revan dan bergelayut manja.


"Pergilah!! aku tak ingin di ganggu!," usir Revan.


"Ayo lah sayang! berikan aku waktumu untuk malam ini saja!," Wanita itu mengalungkan tangannya ke leher Revan lalu mengecup bibirnya.


Revan akhirnya membalas ciuman wanita dengan rakusnya.


"Ayo kita pindah dari sini!," ajak Wanita itu. Mereka pun menuju lantai atas klub.


Setelah sampai di mereka langsung masuk ke dalam kamar yang telah mereka pesan.


Wanita itu langsung menyambar bibir Revan dengan rakus. Revan mendorong tubuh wanita itu di atas ranjang. Mereka akhirnya melewati malam yang indah bersama.


🌷🌷🌷


Disisi lain Tania hanya mengurung diri di dalam kamar. Ia menunggu suaminya yang sudah dua hari tidak pulang, berkali-kali Tania menghubungi Revan namun tak pernah ada jawaban hingga terakhir kali dihubungi ponsel Revan sudah tidak aktif.


Krieet


Tristan membuka pintu kamar adik nya, ia melihat wajah Tania yang sembab. Pria itu duduk di samping Tania lalu mengelus pundaknya.


"Sudah Tania! jangan bersedih lagi, biarkan saja Revan pergi!,"


Tania menoleh lalu menatap wajah kakaknya. "Apa semudah itu Kakak berucap??!! apa Kakak tidak memikirkan Rose??!!,"


"Ada aku bersama kalian!!," Tristan menggenggam tangan adiknya untuk meyakinkan Tania.


Tania menggeleng kan kepala lalu berkata. "Tidak Kak!! bagaimanapun dia sudah dari anak ku, aku tidak mau Rose mengalami hal yang sangat dengan kita, tumbuh besar tanpa seorang ayah,"


Taniaa menaklukkan kedua telapak tangan nya. "Aku mohon Kak bawa dia kembali padaku bagaimana pun caranya aku tidak peduli asal dia bersama kami lagi!," mohon Tania dengan mata yang berkaca-kaca. "Demi Rose" lanjutnya.


Tristan memandang ke arah bayi cantik yang sedang menatap nya sambil tertawa. Bayi manis yang tak tahu apa-apa menjadi korban ulah orang tuanya.


Dengan langkah berat Tristan berjalan keluar kamar. Pikirannya seakan ingin meledak. Fokusnya terbagi dengan masalah perusahaan nya yang memperebutkan investor penting dengan Deon Alexander belum lagi masalah Klan nya, di tambah dengan Tania.


Tristan menuju garasi mobil, setelah itu ia tancap gas menuju markas Klan nya King Darkness. Setibanya di sana Tristan langsung masuk ke ruangannya di ikuti asisten pribadinya yang sudah menunggu di depan markas.


"Ada apa Tuan??," tanya Martin melihat Tuan nya berjalan dengan tergesa-gesa, raut wajah nya juga sedang tidak baik.

__ADS_1


"Cari tahu di mana suami adik ku berada sekarang!!," perintah Tristan lalu duduk bersandar di kursi kebesarannya.


"Baik Tuan, saya akan ke ruangan dulu!!," Martin lalu segera keluar.


"Tunggu!!,"


Martin menghentikan langkahnya lalu berbalik badan. "Iya Tuan, ada hal lain?,"


"Aku beri waktu satu jam! atau kalian mati!," ancam Tristan.


Glekk.


Martin menelan ludahnya. "Wahh ini pasti gawat darurat!!," batinnya.


"Iya Tuan!!," Martin dengan langkah seribu meninggalkan ruangan Bos nya. Hidup dan mati nya di tentukan dalam enam puluh menit ke depan.


Martin akhirnya masuk ke dalam ruangan yang di penuhi komputer canggih. Bagaimana tidak Bos nya juga merupakan CEO KingTec, perusahan besar di bidang Teknologi.


"Kalian cepat bantu aku mencari Revan, cepat lacak berada di mana dia sekarang, waktu kita hanya enam puluh menit, jika tidak menemukan Revan, kita akan pindah alam hari ini!," perintah Martin ke beberapa orang yang sedang sibuk di hadapan layar besar itu.


Mendengar ucapan Martin membuat orang yang sedang sibuk itu langsung meninggalkan pekerjaannya. Mereka bekerja sama mencari keberadaan Revan.


Beberapa menit kemudian.


"Tuan Martin!, aku menemukannya!!," ucap salah satu orang yang bertugas sambil menunjuk ke arah layar besar di hadapannya.


"Oke, good job guys!!, aku harus melaporkan ini segera!!," Martin lalu meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju ruangan Tristan.


Tok


Tok


Tok


Setelah mengetuk pintu, Martin masuk ke dalam ruangan Bos Besar mereka.


Nampak pria itu duduk sambil melipat kedua tangan di dada dengan mata yang terpejam.


"Apa kau sudah menemukannya??," suara bariton Tristan terdengar jelas di telinga Martin.


"I-Iya Tuan!! dia berada di Hotel Venus saat ini!!,"


Tristan membuka matanya, nampak aura kemarahan di dalam netra cokelat itu. Ia lalu bangun dari duduk nya.


"Ayo kita temui dia sekarang!," Tristan lalu berjalan keluar ruangan menuju mobil yang sudah terparkir di teras depan.


Martin mengikuti langkah Bos nya. "Sudah lama aku nggak nonton drama action!! siaran langsung lagi!!," gumamnya sambil berjalan.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam mobil, Martin lalu melajukan mobil meninggalkan markas King Darkness.


"Apa Tuan akan membunuhnya??!!," Martin melihat Bos nya sedang mengisi peluru ke dalam pistol.


"Sebenarnya aku ingin sekali membunuh pria itu!! mau di apa dia ayah dari keponakan ku yang cantik itu!!," sungut Tristan.


"Terus untuk apa Tuan membawa senjata??,," tanya Martin yang masih penasaran.


"Untuk membunuh mu kalau terus bertanya!," ucapan Tristan berhasil membungkam Martin.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, mereka tiba di Hotel Venus.


Tristan turun dari mobil di ikuti Martin. Dua pria itu langsung menuju kamar tempat Revan berada.


Brakk.


Tristan mendobrak pintu kamar. Mereka terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapan mereka.


Nampak Revan dan seorang wanita sedang berciuman panas. Mereka berdua dengan refleks menghentikan kegiatan mereka ketika Tristan mendobrak pintu dengan keras.


Kakak Tania langsung maju dan memberikan pukulan ke wajah Revan. ''Br*ngs*k kau!!,"


Wanita yang berada di situ langsung berlari ke luar kamar namun Martin mencegat nya.


''Lepaskan aku!!," wanita itu menepis cengkraman Martin.


''Biarkan dia pergi!!," ucap Tristan.


''Bukan dia yang kita butuhkan, tapi pria br*ngs*ek di hadapanku ini!," lanjutnya dengan memberi tatapan mautnya ke Revan.


Revan pun tidak bisa membalas perbuatan Kakak iparnya yang telah memberi pukulan ke wajahnya, ia menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


Bersambung....


...★★★★★★★★...


Author ada rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca sambil nunggu up berikutnya, ayoo mampir yah di karya teman author.



Novel ke 2 ku, tolong hargai ya.


Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya.


Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?


Yuk langsung baca aja

__ADS_1


__ADS_2