
Suasana hangat dan penuh bahagia tengah menghiasi keluarga Gio dan Shela yang saat ini.
Mereka tengah asyik bercengkerama ria setelah mendengar kabar bahagia dari Velia dan David.
Velia melihat jam tangan yang melingkar di lengannya. Waktu sudah menunjukkan tengah hari.
“Pah, Mah, sepertinya kami harus pamit sekarang. Kami akan berangkat ke negara A sekarang!,” Ucap Velia.
“Kenapa mendadak??,” Tanya Mama Shela. Ia berharap anak-anaknya menginap di sini walau semalam saja.
“Maaf Mah, sebenarnya sejak pagi kami ingin langsung pergi tapi Velia berencana singgah sebentar di sini tapi kita malah keasyikan sampai lupa waktu!,” sahut David.
“Ya sudah kalian pergi saja. Hati-hati di jalan yah jangan lupa kabari kami!!,” ucap Papa Gio. Ia paham kepergian Velia untuk menyelesaikan permasalahan mereka dengan keluarga Marvin.
David dan Velia berjalan keluar begitu juga dengan Papa Gio dan Mama Shela.
Sebelum masuk ke mobil Velia memberi pesan ke Papa Gio. Sedangkan David lebih dulu masuk dan menunggu Velia.
“Pah, aku mengirim beberapa pengawal ke sini. Aku tidak terima penolakan dari Papa yah jadi terima saja ini juga untuk kebaikan kalian supaya aku tenang!,” ucap Velia lalu masuk ke mobil.
Mereka berdua pun meninggalkan rumah Papa Gio dan Mama Shela.
David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan menuju bandara. Alden dan lainnya sudah menunggu.
''David!!," panggil Velia dengan datar.
''Hmm!!," balas David yang sedang fokus menyetir.
''Bisa santai saja nggak sih??, kenapa buru-buru sekali??," protes Velia yang merasa sedang terbang di dalam mobil dengan kecepatan sangat tinggi.
''Aku memang buru-buru. Aku ingin semuanya cepat selesai supaya kita cepat menikah dan berbulan madu!!," celetuk David.
Velia menganggukkan kepala. ''Ahh iya juga sepetinya kamu udah nggak sabar unboxing yah??, bisa kok kawin dulu??," goda Velia.
David berdecak. ''Jangan memancing ku!!," ucapnya.
''Memancing apa??, aku lagi duduk manis ini!," balas Velia.
__ADS_1
''Memancing EMOSI!," ucap David.
''Nggak apa-apa kok di DP dulu!!, di coba dulu gitu!!," ucap Velia yang masih menggoda David. Ia menaik turunkan alisnya sambil sesekali mencolek lengan David.
''Emangnya rumah di DP segala!!??,'' seru David.
''Iya, Rumah Tangga kita berdua sayang!,'' ucap Velia lalu menyodorkan jari tangannya membentuk hati ke David.
David menggelengkan kepala sambil tertawa kecil. Ia kemudian meraih tangan Velia lalu menciumnya.
''Katanya nanti saja kalau sudah nikah main cium-cium nya!?,'' celetuk Velia.
David langsung menghempaskan tangan Velia. ''Ini hanya cium tangan. Ya sudah kalau tidak mau!," ucapnya dengan berpura-pura kesal.
Tak lama kemudian mereka tiba di bandara.
Semua anggota klan langsung menyambut mereka.
Alden berjalan menghampiri Velia. Ia sedikit membungkukkan badan lalu berkata. ''Bos semua sudah siap!,''
David yang berada di samping Velia berdehem dengan keras. Ia merasa tak terlihat sekarang.
Alden mengernyitkan dahi melihat sikap David.
Rombongan yang akan ikut dengan Velia pun masuk ke dalam pesawat. Beberapa saat kemudian pesawat itu akhirnya lepas landas.
Didalam pesawat David dan Velia duduk bersampingan sedangkan dihadapan mereka Alden duduk sendiri sambil menatap aneh manusia di hadapannya.
"Apa-apaan itu??," batin Alden. Ia menatap heran dengan pasangan yang dihadapannya ini terlihat sangat mesra.
Velia memeluk David sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang David. Sedangkan David sesekali mencium kening calon istrinya itu.
Sepanjang perjalanan genggaman tangan mereka tidak pernah lepas. David melirik ke arah Alden yang terperangah di tempat duduknya.
Alden bangun dari duduknya langkah kakinya terhenti saat David memanggilnya.
''Alden, kau mau kemana??," ucap David.
__ADS_1
''Aku mau kasih tau pilot dulu untuk mengantarku ke Mars atau Saturnus!!," sungut Alden.
''Kenapa begitu??,'' tanya Velia merasa heran.
''Nggak apa-apa!!, aku santai saja melihat kalian berdua!," ucap Alden yang mulai ngegas.
''Iri bilang bos!!," sahut Velia dengan tertawa.
''Aku terjun nih sekarang??," ancam Alden.
''Ayo aku bantu!!," ucap Velia sambil menarik lengan Alden.
''Buka pintunya!!," ucap Velia ke David.
''Kalian jahat!!," ucap Alden melepaskan lengannya dari cengkraman Velia. Ia pun berlari menuju ruang sebelahnya dan bergabung dengan beberapa anggota lainnya.
Velia dan David tertawa melihat Alden yang kesal.
Setelah menempuh perjalanan udara selama hampir dua jam. Mereka pun tiba di Negara asal Velia.
Beberapa orang dengan setelan jas serba hitam sudah menunggu kedatangan mereka saat turun dari pesawat.
Velia, David dan Alden masuk ke dalam mobil yang sama di ikuti anggota lainnya dengan mobil lain.
Mereka menuju ke sebuah rumah milik Daddy Jordan sekaligus markas Klan Red Dragon.
Saat tiba di markas Velia lalu berlari masuk ke dalam rumah.
"Kenapa dia??," tanya Alden ke David.
"Mungkin mabuk udara!," jawab David. Mereka pun tertawa bersama.
Bersambung...
Author ada rekomendasi novel buat kalian baca dari sesama author. Pada mampir yukk gaes..
__ADS_1