
Mobil mewah melaju membelah jalanan yang tengah dipadati berbagai kendaraan.
David dan Velia mulai merasa kesal karena terjebak macet.
“Haruskah aku bikin jalan sendiri??.” celetuk Velia sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Kenapa kamu tidak sabaran sekali, sebentar lagi juga akan membaik kok.” balas David sambil melirik wanita disampingnya.
“Aku lapar!,” ucap Velia dengan lesu.
“What??.” David langsung menoleh ke arah Velia.
“Tadi dirumah Kinara kamu yang lebih banyak makan. Ibunya Kirana bisa bangkrut kalau tiap hari kamu ke sana makan gratis!,” lanjut David.
“Jangan banyak komentar. Cepat keluar dari kemacetan ini!, terus kita cari makanan berat,” ucap Velia.
David menghela napas panjang. Ia menatap ke depan sambil melajukan mobilnya dengan pelan.
“David!. Kamu harus semangat cari uang yang banyak soalnya calon istrimu ini makannya banyak sekali!,” saran Velia.
“Hmm iya.. iya,” sahut David.
“Aku hubungi Kinara dan Alden dulu supaya mereka menyusul kita!,” ucap Velia.
“Kenapa harus dengan mereka juga??,” tanya David.
“Besok kita sudah kembali lagi David, jadi hari ini aku mau nikmatin waktu dengan jalan-jalan sepuasnya!,” ucap Velia dengan penuh semangat. Dalam pikirannya ia sudah membayangkan apa saja yang akan mereka lakukan hari ini.
David mengangguk sambil tersenyum. Ia mengerti dengan keadaan Velia selama tinggal bersama mereka wanita itu sangat sibuk mengurus Klan ditambah masalah dengan Tristan dan keluarganya.
“Aku akan membiarkan mu menikmati waktu selagi sendiri, jika sudah resmi milik ku tidak akan ku biarkan kau menjauh semeter pun dariku!,” batin David. Ia melirik Velia yang tengah sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Mereka berdua sampai di sebuah restoran seafood yang bertema outdoor. Tempat itu nampak di penuhi pengunjung yang tengah menikmati hidangan mereka.
Velia berjalan masuk sambil merangkul lengan David. Mereka memilih tempat VIP agar lebih privasi karena Velia khawatir jika saja ada musuh yang mengikuti mereka.
Tempat VIP yang mereka pilih sangat nyaman. Tempat itu bisa melihat pemandangan danau buatan di hadapan mereka.
Mereka duduk menunggu Kirana dan Alden sambil meneguk minuman tak lama kemudian yang ditunggu akhirnya datang.
Kirana langsung duduk merapat di samping Velia. “Wahh tempat ini bagus juga!, aku saja yang tinggal di sini baru tahu tempat ini,” ucapnya.
“Kalau masalah isi perut Velia tidak diragukan lagi!,” lanjut Kinara sambil tertawa meledek.
“Setuju kalau itu!,” ucap Alden dan David serempak.
Setelah menunggu hampir setengah jam, para pelayan restoran datang membawa makanan dan minuman yang sudah dipesan Velia sebelumnya.
Berbagai menu hidangan tersaji di atas meja. Mereka terperangah tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
“I-Ini untuk kita atau orang sekampung yah??,” celetuk Alden.
“Si-Siapa yang akan menghabiskan semua ini??.” Ucap David sambil menelan ludah dengan kasar.
“Tenang saja ada aku yang habiskan,” ucap Velia.
“Aku juga akan membantu Velia!,” sahut Kinara dengan semangat. Seafood adalah makanan favorit mereka berdua.
Tanpa buang waktu mereka memakan hidangan yang tersaji. Velia dan Kinara terlihat sangat lahap memakan makanannya.
"Ini baru surga dunia!," celetuk kinara.
"Betul banget!," sahut Velia yang terus memasukan makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Alden dan David hanya bisa pasrah. Mereka merasa seperti menonton konten mukbang secara gratis dan nyata.
Kedua pria itu sedikit menjauh dari para wanita karena hendak menghirup beberapa batang cerutu sambil berbincang.
"Aku tidak menyangka kau cepat menemukan target!," ucap David.
"Kehebatan ku tidak diragukan lagi Bro, lagian Jeremy dan Luna membantu mu melacak pria itu. Aku juga sedang mencari beberapa polisi yang menyelidiki kasus itu, setelah menemukan posisi mereka aku akan mengabari kalian!," ucap Alden.
"Cepat kah temukan semua cecunguk busuk itu. Aku ingin masalah ini cepat selesai, aku juga sudah tidak sabar menikahi Velia!," ucap David.
Alden berdecak. "Kamu beneran mau menikah dengan raja singa itu, eh ratu singa maksudnya!," ucapnya.
"Iya dong, emang kenapa?? iri yah dengan ke jombloan mu itu!. Aku menyarankan kau dekati Kinara siapa tau aja jodoh!," ledek David tapi Alden menanggapinya dengan serius.
"Iya juga!, aku akan mencobanya mulai sekarang!!," ucap Alden bersemangat.
"Dia teman baik Velia dan menurutku dia wanita yang baik terlihat dari keluarganya meski pun bukan dari kalangan atas!," ucap David.
"Aku tidak peduli dengan status sosial yang penting wanita itu bisa menerima aku dan menemani hidupku dalam suka maupun duka sampai tua nanti!," ucap Alden penuh puitis.
"Kamu bisa juga omong kosongnya!." David memutar bola mata jengah.
"Heyy pria yang di sana!, ayo kita lanjut ke pusat perbelanjaan!," seru Velia.
Alden dan David mengikuti langkah Velia dengan pasrah. Demi wanita mereka jadi tidak boleh mengeluh.
Bersambung...
Author bawa rekomendasi novel lagi nih, yuk pada mampir yah.
__ADS_1