
Seorang wanita cantik nampak sibuk dengan aktivitasnya di dapur. Ia sedang menyiapkan suatu hidangan yang istimewa untuk semua orang sebelum dia resmi menjadi ketua klan Red Dragon.
Walau hanya sementara dia sangat bahagia karena menggunakan kesempatan ini untuk mencari para pria baj**gan yang membuat dirinya kehilangan malaikat kecilnya dan juga akan membalas wanita penghancur rumah tangganya.
"Hhmm aroma apa ini??," Carlos dan Alden mencium aroma masakan Velia begitu mereka tiba.
"Kalian sudah datang!!?? ayo kemari!!," seru Velia begitu melihat anggota geng trio jomblo datang.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul untuk mencoba masakan Velia.
Mereka terperangah melihat beberapa menu makanan yang menggugah selera di atas meja.
"Dari luar nampak menggoda tapi rasa nya pasti beda jauh dari yang kita lihat!!," celoteh David.
"Betull!!," kompak Alden dan Carlos.
"Wah trio jomblo ini semakin kompak!!, apa tipe wanita kalian juga sama?? jangan sampai nanti kalian memperebutkan satu wanita yang sama!! hahaha!?," ledek Velia.
"Ayo kita makan saja!! aku sudah nggak sabar ingin mencoba!! nanti keburu dingin!!," seru Luna.
Velia memotong daging ayam panggang yang ia masak lalu memberikannya ke Mommy dan Daddy nya lebih dulu.
"Kalian ambil sendiri saja??," Velia lalu duduk dan mengambil beberapa makanan.
"Velia kau yakin kita tidak akan sakit perut setelah makan masakan mu??!!," Alden merasa ragu mengira Velia mengerjai mereka.
"Tenang saja ada dokter di sini!," Mata Velia menoleh ke arah David.
"Sebelum matahari terbit aku sudah mulai menyiapkan ini untuk kalian! awas saja kalau memang enak kalian harus push up 100 kali!," Velia tidak terima kerja kerasnya di ragukan.
Kemudian semua orang memasukan makanan itu ke dalam mulut mereka.
Mommy dan Daddy nya mengakui kalau Velia memiliki tangan ajaib.
"Bagaimana??," tanya Velia ke trio jomblo yang nampak lahap sekali memakan masakan Velia.
"Tidak perlu mengatakannya!! kalian push up di markas saja nanti!," lanjut Velia dengan senyum mengejek.
Elleana pamit untuk mengecek pembukaan cabang baru butiknya. Elleana memiliki butik khusus gaun pengantin yang sudah terkenal di negara itu.
Jordan, David, Luna dan Velia berada dalam satu mobil sedangkan Carlos dan Alden ada di mobil lain.
Mobil mereka memasuki area hutan yang tidak berpenghuni sama sekali. Hanya terlihat pohon-pohon yang menjulang tinggi.
Dari kejauhan nampak sebuah gedung dengan beberapa lantai. Terlihat ada beberapa pria membawa senjata di tangannya.
''Daddy kenapa markas mu tidak estetik sekali!! terlalu suram dan tak berwarna!!," protes Velia.
''Daddy lebih suka seperti ini!!,'' balas Jordan.
__ADS_1
Mobil berhenti tepat di depan pintu utama gedung itu lalu mereka semua turun dari mobil.
Semua anggota klan datang berkumpul untuk menyambut Tuan Besar mereka.
''Selamat datang Tuan!!,'' ucap mereka serempak sambil membungkukkan badan memberi hormat.
Jordan membalas dengan menganggukkan kepala. Ia lalu melangkah masuk ke dalam gedung itu di ikuti oleh seluruh anggota klan mereka.
Semuanya berkumpul di aula sebuah aula yang cukup besar.
''Ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada kalian!!,'' tegas Jordan.
''Hari ini aku dengan resmi memberikan jabatan ku sebagai ketua Red Dragon!! dan akan di lanjutkan oleh Velia Selkova. Saat ini dia juga adalah putri ku!!,'' ucap Jordan membuat para anggota lainnya penasaran.
Jordan merangkul pundak Velia lalu berkata. ''Ini lah pemimpin baru kalian sekarang!!, ini hanya sementara waktu setelah itu David yang akan mengambil alih!!,''
''Bagaimana pun ini adalah perjanjian antara kita yang harus di tepati! kalian jangan khawatir dia bukan mata-mata musuh kita!!,'' lanjut Jordan.
''Baik Tuan!!,'' sahut mereka.
''Daddy pulang duluan, sudah ada janji bermain golf bersama teman Daddy!!,'' Jordan pun meninggalkan markas Red Dragon.
Jeremy datang menghampiri Velia lalu berkata dengan nada pelan. ''Ikut aku!! ada hal penting yang harus ku beritahu pada mu!!,''
''Baiklah!!,'' Velia mengikuti langkah Jeremy begitu juga dengan Luna dan David.
Mereka masuk ke lantai basement. Velia takjub dengan markas Daddy nya ini walau terlihat kuno dari luar tapi dalam gedung ini sangat lengkap dengan teknologi yang canggih.
Jeremy menekan tombol rahasia lalu sebuah rak buku terbuka dan mereka pun masuk.
Dalam ruangan itu terlihat beberapa komputer canggih dengan teknologi terbaru.
Terdapat juga beberapa lemari tembus pandang yang di dalam nya berisi berbagai jenis senjata.
''Aku suka tempat ini!!,'' puji Velia sambil melihat-lihat senjata.
''Kemarilah bos baru!!,'' panggil Jeremy.
''Ini lihat lah dulu!!,'' Jeremy meletakan sebuah dokumen di hadapan Velia yang tengah duduk.
''Apa ini??!!,'' ucap Velia penasaran sambil membuka dokumen yang di berikan Jeremy.
''Ini..ini kan pria breng*ek itu!!,'' geram Velia.
''Iya kami menemukan semua data tentang mereka berdua!! ternyata mereka anggota musuh kita King Darkness!!,'' jelas Jeremy.
''APAA??!!," Luna dan David sangat terkejut, mereka pun baru tahu tentang hal ini.
''Bagaimana bisa dia mengincar Velia??, tidak mungkin ketua mereka menargetkan Velia yang tidak ada kaitannya dengan mafia!!,'' ucap David.
__ADS_1
''Betul juga, Velia saja baru datang ke negara ini!! tidak mungkin menargetkan Velia begitu saja!!,'' lanjut Luna.
''Apa kau punya musuh??,'' tanya Jeremy ke Velia.
''Untuk sekarang iya, tapi sebelumnya tidak!! atau jangan-jangan ayah ku punya musuh juga??,'' Velia mengatakan begitu saja yang ada di dalam pikirannya.
''Bisa jadi!! kita harus menyelidiki semua tentang ayahmu juga!,'' ucap David.
''Aki tidak masalah!!, tapi kita harus menemukan pria itu dan membawanya kemari!! aku ingin memberi mereka pelajaran!!,'' ucap Velia dengan tatapan penuh amarah.
''Kau mau memberi pelajaran apa ke mereka??!! matematika atau fisika?!!,'' sahut David yang mendapat sorotan tajam dari Velia.
''Ve!, kenapa saat itu kau tidak melawan mereka??!!,'' tanya Luna.
Velia menghela napas dengan berat mengingat kejadian mengenaskan itu.
''Aku sudah berusaha memberontak dan melawan mereka!! tapi saat itu aku masih mengalami jetlag dan sedikit merasa mual tubuhku juga terasa lemas mungkin karena saat itu aku ternyata lagi hamil!!,'' ucap Velia seadanya.
''Bisa juga!!,'' David menganggukkan kepala mencoba mencerna perkataan Velia.
''Saat itu mereka membawa senjata tajam dan pistol!! untung saja mereka tidak langsung menembak kepalaku!! tapi seingat ku sebelum aku pingsan mereka memberi ku sebuah pil berwarna biru muda! aku pikir itu racun!!,'' ujar Velia.
''Kenapa kau tidak bilang dari awal hah??!!,'' sahut David yang mendadak cemas.
''Kamu tidak bertanya!!,'' balas Velia.
David mengambil sebuah suntik di dalam lemari lalu menarik lengan Velia. ''Sini tangan mu!! aku harus mengeceknya untuk memastikan!!,''
Dengan patuh Velia mengikuti perintah David.
Setelah itu David meletakan sampel darah Velia ke sebuah tabung khusus.
''Aku akan membawanya ke lab!!, hasilnya harus segera di tahu!!,'' ucap David lalu meninggalkan mereka sambil membawa tabung sampel darah tersebut.
''Ve kau membuat kami khawatir!!,'' ucap Luna.
''Sekarang kau harus lebih berhati-hati!!,'' lanjut Jeremy.
''Baiklah maafkan aku membuat kalian khawatir!! mari kita berburu mangsa!!,''
...----------------...
Hay para pembaca yang baik hati. Author ada rekomendasi novel dari temen author yang pasti kalian suka. Ayo mampir yah dan beri dukungan juga buat temen author.
Tak saling kenal, tak pernah bertemu. Namun Semesta yang menuntunmu. Itulah takdir, tak pernah ada yang tahu bagaimana kedepannya. Soal jodoh ada yang berwarna, ada yang kelam, ada yang penuh keseriusan dan ada juga yang penuh dengan canda tawa.
Shazfa Aiysha Humaira atau sering dipanggil Sasa , seorang mahasiswi yang memiliki tiga orang sahabat yaitu Safia (Sapi), Fathulila (Patul), dan Fifa (Pipa). Bukan sahabat namanya , jika tidak mengganti nama sahabatnya.
__ADS_1
Shazfa pernah jatuh cinta dengan seorang Ustadz bernama Sakha. Tapi sayang, takdir berkata lain karena Ustadz Sakha dijodohkan dengan Patul. Mengikhlaskan adalah hal yang sulit sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan gagahnya ingin menikahinya. Lelaki yang sebelumnya tidak ia kenali, tidak bertegur sapa namun ternyata ia lah takdirnya.
Ya, Begitulah Takdir. Lalu, siapakah lelaki gagah itu?