AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 18 : Jadi Target


__ADS_3

FlashBack On


*Praang!


Praang!


Praang*!


Seorang pria nampak sedang membanting semua barang-barang yang ada di hadapan sambil memaki kedua anak buahnya.


"Siall!! kalian sangat bodoh!," teriak pria itu memarahi anak buahnya.


*Bugh!


Bugh*!


Sebuah pukulan melayang ke wajah kedua pria yang kini duduk tersungkur.


"Maafkan kami Bos!!, kami tidak tahu itu obat untuk Bos!! kami pikir itu racun!!,"


"Apa kalian tahu??!! aku menunggu obat itu selama beberapa tahun dan hanya satu di dunia!! aku juga sudah membunuh semua para ilmuwan yang membuat obat itu khusus untuk ku saja!!,"


"Maafkan kami Bos!!, kami pantas mati!!," kedua pria itu menangkup kedua telapak tangannya memohon ampun.


"Kalian memang pantas mati tapi setelah kalian menemukan wanita itu! jika kalian mencoba kabur akan ku habisi seluruh keluarga kalian tanpa sisa!!,"


"Baik Bos!!," kedua anak buah itu langsung bergegas pergi sebelum Bosnya berubah pikiran.


Ting!


Ting!


Bunyi pesan masuk dari nomor tak dikenal di ponsel salah satu pria itu.


"Wah bos kita luar biasa!! dia mengirimkan lokasi wanita itu!! dia sekarang ada di dekat taman kota!! ayo kita pergi sekarang!!,"


Mereka berdua masuk ke dalam mobil.


Setelah sampai di taman mereka bertemu dengan wanita yang pernah menghubungi nya.


"Hey kalian sedang apa di sini??," seru wanita itu.


"Kita sedang mendapat tugas dari Bos Besar!!," jawab pria itu.


"Tuntaskan pekerjaan kalian!! wanita itu masih hidup!!," ucap wanita cantik dengan rambut panjang sepinggang.


''Itu mereka!! kalian ikuti saja kemana mereka pergi!!,'' lanjut wanita itu sambil menunjuk mobil yang di gunakan David dan Velia.


Kedua pria itu pun pergi mengikuti David dan Velia sejak meninggalkan area taman kota.


FlashBack Off


Disebuah ruangan yang minim cahaya.


Wanita cantik yang tengah duduk sembari menyilangkan kakinya.


''Haissh kalian ini bicara saja tidak bisa!!,'' ucap Velia sembari menggelengkan kepalanya.


Velia mengambil sebuah belati dari Luna lalu mendekat ke arah pria di hadapannya.


Bos cantik itu mulai menggores wajah mereka yang mulai mengeluarkan sedikit darah.

__ADS_1


''Apa yang kalian berikan padaku saat itu??!!,'' seru Velia lalu menancapkan belati di paha salah satu pria itu.


Terdengar pria itu memekik kesakitan namun tetap tak ada jawaban yang keluar dari mulut mereka.


Jleebb!


Belati itu berpindah di sisi paha lainnya tetap saja mereka bungkam.


''Aku kagum dengan kesetiaan kalian, apa kalian yakin tidak ingin memberi tahu apa yang kalian ketahui!!,'' Velia kembali duduk sambil melipat kedua tangan di dada.


''Kami tetap akan mati walau memberi tahu mu atau tidak!!, jadi tidak ada bedanya jika kami di tanganmu atau di bos kami!!,'' ucap Pria itu sambil tersenyum mengejek.


Velia menoleh ke arah Luna, wanita itu langsung paham dengan maksud adik angkatnya.


Luna mengeluarkan ponsel lalu memberikannya kepada Velia.


''Lihat wanita ini sangat cantik dan masih muda!!,'' Velia menunjukan video wanita muda yang sedang bercengkrama di sebuah kampus.


''Lumayan kalau aku membawanya kemari sebagai pelayan dan pemuas n*fsu anak buah ku!!,'' Velia tersenyum kecut melihat perubahan ekspresi dari kedua pria itu.


''Aku akan mengatakannya!! tolong jangan ganggu adik ku!!,'' mohon kedua pria itu.


''Apa yang kalian berikan padaku??!!,'' teriak Velia menggema seisi ruangan.


David dan Luna hampir saja jantungan, tak menyangka adik barunya ini bisa sangat mengerikan ketika sedang marah.


Pria itu terdiam sejenak lalu berkata. ''Kau akan menjadi target Bos kami!!,''


''Bukan itu yang ingin ku dengar!!,'' bentak Velia lalu melemparkan belati ke arah atas kepala mereka.


''Bravoo!!,'' gumam David.


Ketua klan Red Dragon tertawa terbahak-bahak kemudian berkata. ''Kalian tidak beruntung!!,''


''Siapa yang menyuruh mu membunuhku??!!,"


tanya Bos Cantik Red Dragon.


''Meski pun kami memberitahu kalian tidak akan bisa melukai wanita itu!!,'' ucap salah satu pria itu.


Velia bangun dari duduknya kemudian mendekat ke arah mereka.


''Katakan satu nama!,'' ucapnya sambil mencengkram wajah pria itu dengan kuat.


''Ti. Titania Marvin!,'' ucap pria itu dengan terbata-bata.


Velia mengeluarkan sebuah botol kecil kemudian memberikannya kepada kedua pria itu dengan paksa.


''Selamat bersenang-senang!!,'' ucap Velia membuang bekas botol itu lalu mengajak kedua kakaknya untuk pergi.


Mereka bertiga keluar dari penjara itu lalu menuju ke markas.


"Kau beri apa mereka??,'' tanya David penasaran.


''Obat perangs*ng!,'' jawab Velia dengan santai lalu menoleh ke arah David.


''Kenapa?? kau mau juga??,'' lanjut Velia.


''Puuffth!,'' Luna menahan tawanya.


''Aku nggak butuh yang seperti itu!!,'' balas David.

__ADS_1


Sesampainya mereka di markas utama terlihat Alden dan Carlos menghampiri Tiga Serangkai.


''Kalian!!,'' Velia menunjuk ke arah Carlos dan Alden membuat mereka menghentikan langkahnya.


''Aku merasa kalian seperti ada utang padaku?!,'' tanya Velia.


"Perasaanku jadi tidak enak!!," batin Carlos.


Luna merasa akan ada hal seru yang akan terjadi.


"Ve!! ayo kita pulang ke rumah, aku ingin memakan masakan mu lagi!!," celoteh Luna membuat Velia teringat sesuatu.


Velia menjentikkan jari. " Aku ingat!! kalian bertiga ayo ke halaman depan!!," Velia menunjuk para Trio Jomblo.


Mereka bertiga sudah ada di halaman depan. Para anggota klan merasa heran ketiga orang penting Red Dragon tidak bisa berkutik oleh Bos baru mereka.


"Buka baju kalian yah!!," Velia berteriak dengan kencang hingga mengundang semua perhatian orang yang berada di situ.


"Ini pelecehan!!," protes David sembari berkacak pinggang.


"Seratus kali yah!!," perintah Velia.


Luna dan Velia duduk sambil menikmati jus jeruk.


"Aku suka pemandangan ini kak!!," Velia terus memperhatikan ketiga pria yang sedang push up.


"Haiishh kau ini genit sekali!," Luna hanya bisa menggelengkan kepala.


"Kak bantu aku menyelediki wanita itu!, sebenarnya ada masalah apa dia denganku?!," ucap Velia.


"Tentu saja!! sampai semua beres aku akan mendukung mu Velia!," tegas Luna.


"Kak Luna yang terbaik!!," balas Velia memeluk lengan Luna.


Semua anggota klan yang ada di situ mulai berkumpul untuk menonton pertunjukan langka.


"Kalian kenapa hanya menonton saja??!!, ikut mereka push up!!," perintah Velia.


Membuat para penonton yang berkumpul tadi ikut bergabung dengan Trio Jomblo.


"Sadis sekali Bos baru kita ini!!, Tuan Jordan saja tidak begini!!," protes beberapa anggota klan Red Dragon.


Hari yang menyenangkan bagi Velia bisa menikmati status baru nya sebagai Ketua Klan Red Dragon.


"Aku harus sering mengerjai mereka bertiga!," gumam Velia sambil menahan tawa.


********


Author ada rekomendasi novel bagus dari teman buat kalian para pembaca yang baik hati.



Nabila Aurelia Jasmin adalah gadis populer di sekolah Bina Harapan Internasional, salah satu Sekolah elit di Jakarta. Dia idaman para laki – laki di sekolahnya. Hampir semua pria di sekolah menginginkan Nabila menjadi kekasihnya. Selain itu dia juga ketua cheerleader sekolah dan sekretaris Osis. Siapa yang tidak mengenal Nabila yang popular. Apa jadinya jika Nabila menyukai pria paling tidak dikenal di sekolah?


Nathan Fernando Lathif, laki – laki dingin yang pendiam, kutu buku, penyendiri dan misterius. Dia hanya menginginkan hidup yang tenang. namun dunianya berubah saat Nabila si gadis populer mengejar – ngejarnya. Tidak hanya jadi amukan para pria di sekolah,  hidupnya yang tenang menjadi penuh drama. Dia kesal karena terus – terusan diikuti gadis berisik itu.


Bagaimana kisah mereka?


Bisakah Nabila menaklukan si pria es?


Atau Nabila akan menyerah dan menerima cinta pria popular Sekolah yang memang menyukainya, karena berkali – kali diabaikan dan dianggap pengganggu?

__ADS_1


__ADS_2