AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 27 : Gagal Pulang


__ADS_3

Semua para penghuni Villa sudah berkumpul di meja makan. Mereka dengan tenang menikmati sarapan yang sudah di hidangkan.


''Kinara!, kita akan pergi bersama! aku juga akan pergi ke Negara A!,'' ucap Velia yang sudah menyelesaikan sarapan nya.


"Sungguh??!,'' tanya Kinara tidak percaya.


Velia menganggukkan kepala sambil berkata. ''Iya dong!!, kita bisa bergosip sepanjang jalan!!,''


''Aku juga ingin ikut!,'' sahut Luna dengan wajah memelas.


''Tidak boleh!!,'' ucap David.


''Kak Luna ikut saja!, Mungkin lusa kita akan kembali!!,'' ucap Velia.


''Kalau begitu aku ikut juga!!,'' sahut David.


''Tidak boleh!!,'' ucap Velia dan Luna serempak.


''Jangan ikut campur urusan wanita!,'' ucap Luna.


''Baiklah aku mengalah kali ini!!,'' balas David yang tidak ingin berdebat dengan para wanita itu.


Deon dan Jovi bangun dari duduk nya.


''Terima kasih sudah mengajak kami!!, aku akan membalas kebaikan kalian!!,'' ucap Deon suara bariton nya.


''Santai saja kawan!!,'' balas David.


''Aku akan menghubungi mu jika Daddy ada waktu kosong!! kita akan membahas bisnis kita bersama-sama!,'' lanjut David sambil mengantar mereka ke depan Villa.


''Aku akan menunggunya!! aku percaya padamu David Smith!,'' balas Deon lalu ia masuk ke dalam mobil kemudian meninggalkan Villa itu.


Dalam perjalanan seperti biasa Jovi akan lebih sibuk dari Bos nya itu. Ponsel nya tidak berhenti berdering karena urusan Bos nya yang sempat tertunda kemarin.


''Kau sudah melaksanakan perintah ku yang kemarin kan??!,'' tanya Deon.


''Tentu Bos!, terus bagaimana dengan perusahaan kita di Negara A??,'' ucap Jovi penasaran.


''Kita urus yang di sini saja dulu! saingan bisnis kita semakin mendesak para investor, aku tidak mau induk perusahaan ku di sini jatuh!," ucap Deon.


''Kita langsung ke kantor saja!!,'' perintah Deon.


''Baik Bos!,'' jawab Jovi.


Ketika David hendak memanggil Velia dan geng nya, ia tidak melihat satu pun para wanita itu.


''Dimana kak Luna?,'' tanya David ke salah satu pelayan.


''Mereka bertiga menuju pantai Tuan Muda!,'' jawab pelayan itu sambil sedikit membungkukkan badannya.


Dengan langkah panjang David langsung saja menyusul mereka. Pria itu menggelengkan kepala melihat ketiga wanita yang ia cari sedang sibuk berfoto layak nya seorang model.


''Sempat juga mereka melakukan hal itu!!,'' gumam David.


David terperangah melihat Kakak nya berpakaian feminim dengan menggunakan dress selutut di tambah make up tipis, biasanya wanita itu hanya senang berpakaian casual bahkan pakaian David sering di pakai nya.


''Coba saja Kak Luna seperti itu pasti sudah banyak pria yang mengantri!!,'' ucap David.


Luna melihat David sedang ke arah mereka.


''Cepat ke sini!!,'' teriak Luna.


"Perasaan ku jadi tidak enak!!,'' batin David.

__ADS_1


Benar saja ketika David tiba, Luna langsung memberikan sebuah kamera ke Adik nya itu.


"Foto kami!!," sahut Velia.


"Baiklah, ini tidak gratis!!," ucap David.


"Aku akan membayar nya!!, aku banyak uang sekarang!!," ucap Velia.


"Itu uang Daddy ku juga, jadi sama saja!!," gerutu David lalu mengambil gambar yang apik dari ketiga wanita di hadapan nya.


Setelah di rasa cukup mereka akhirnya kembali ke Villa dan menuju bandara.


David yang membawa mobil kali ini dan Luna duduk di samping nya, sedangkan Velia dan Kinara duduk di belakang.


Velia memasang headset di telinganya begitu juga David dan Luna.


"Kemana Carlos dan Alden??!!," tanya Kinara.


"Aku menyuruh mereka duluan!!, kita ke tempat Tania dulu lalu memindahkan nya ke tempat lain!!,"


"Kau benar-benar menculik nya??," tanya Kinara penasaran.


"Tentu saja!! dia juga melakukan itu padaku jadi aku membalasnya!!," jawab Velia dengan santai.


"Dimana posisi kalian??," tanya Velia melalui sambungan telpon.


"Kami akan sampai di titik pertemuan kita!!," jawab Alden.


"Bagus sebentar lagi kami juga sampai!!," balas Velia.


Sebuah mobil mendekat ke arah mereka.


Doorr!!


Doorr!!


Doorr!!


"Merunduk!!," teriak Velia sambil merangkul Kinara.


''Siapa mereka??!!," tanya Kinara yang sangat ketakutan, wajah nya jadi pucat seketika.


Velia mengambil sapu tangan di dalam tas nya. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi.


"Nara apa yang ada di wajahmu itu??," Velia menunjuk pipi Kinara lalu membekap sahabat nya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Beberapa detik kemudian Kinara tak sadarkan.


Velia menyandarkan kepala sahabatnya itu di pangkuan nya, ia khawatir peluru mengenai Kinara.


"Dugaan mu benar Ve!," sahut Luna yang sedang mengisi beberapa peluru di pistolnya.


Velia juga mengambil senjatanya di bawah tempat duduk, ia dan Luna sudah menyiapkan ini saat semua penghuni kamar Villa sedang tertidur lelap.


Bos Cantik itu menekan headset yang terpasang di telinganya. Ia menghubungi Alden dan Carlos.


"Kita akan terlambat! kami ada sedikit gangguan di sini!! jaga wanita itu jangan sampai lepas!," perintah Velia.


"Kami akan mengirim bantuan!!," ucap Alden dari seberang telepon.


"Tidak perlu!, kami bisa mengatasi ini!!," balas Velia lalu memutuskan sambungan telepon.


David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mobil yang mengikuti mereka juga menambah kecepatannya.

__ADS_1


Luna dan Velia membalas tembakan mereka secara brutal.


Musuhnya kali ini cukup lihai dibandingkan sebelum nya. Mereka bisa menghindari serangan yang di berikan Luna dan Velia.


Velia mengalihkan tembakannya ke arah ban mobil musuh nya.


Tembakan Velia tidak meleset, pelurunya menembus ban mobil mereka.


Brakk!!.


Mobil musuhnya tidak terkendali lalu menabrak pohon besar di pinggir jalan.


Velia menoleh ke belakang melihat keadaan musuhnya. Nampak seorang pria dengan tergopoh-gopoh keluar dari dalam mobil.


Boomm!! Duuaar!!


Mobil musuhnya meledak. Api besar itu melahap habis semuanya termasuk penumpang yang tersisa.


Pria yang selamat dari peristiwa itu terlihat sedang berdiri di tengah jalan sambil terus menatap ke arah Velia.


Mobil David yang sudah tak berbentuk lagi itu akhirnya tiba di tempat pertemuan mereka.


Para anggota yang menemani Alden dan Carlos sangat terkejut dengan kedatangan Bos mereka yang terlihat sangat kacau dari luar.


Ketika mobil David berhenti, Alden langsung saja menghampiri mereka.


"Apa kalian baik-baik saja??!," tanya Alden.


"Iya kami tidak apa-apa!," jawab Luna.


David, Luna dan Velia keluar dari dalam mobil.


"Kak kau harus mengantar Kinara ke bandara sekarang juga!! sepertinya aku harus mengurus masalah yang ada di sini dulu!," ucap Velia.


"Kita bisa menyuruh Alden dan Carlos!," tolak David.


"Aku percayakan dia padamu Kak!, setelah mengantarnya Kak David bisa menyusul kami!!," balas Velia yang tidak ingin mendengar penolakan lagi.


"Kau ganti mobil dulu!!," ucap Luna. Ia lalu menyuruh anggota Klan yang lain membantu memindahkan Kinara.


"Jangan!! biar aku saja!!," sahut Carlos lalu dengan gerakan cepat mengangkat tubuh Kinara yang masih tak sadarkan diri itu kemudian memindahkannya.


Velia berjalan ke arah mobil yang membawa Tania.


Wanita itu melihat Tania yang tak sadarkan diri dengan kondisi tangan dan kaki masih terikat.


"Ayo kita bawa wanita ini sekarang!!," perintah Velia. Luna, Carlos dan Alden lalu masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan tempat itu.


Sedangkan David terlebih dulu menutup wajah Kinara dengan jas yang di kenakan David tadi kemudian menuju bandara.


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan komentar dan beri like untuk author yah sebagai dukungan kalian..


Terima Kasih❤️❤️🥰


****


Author ada rekomendasi lagi nih novel yang bagus dari teman ku, ayo mampir yah sambil nunggu up berikut nya..



Akibat dari cinta satu malam, membuat Vie harus merelakan masa mudanya. Setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Vie juga diusir oleh ayahnya sendiri karena Vie telah mencoreng nama baik keluarga. Lima tahun berlalu, kehidupan pahit Vie kini telah terobati dengan hadirnya sosok Arga, bocah kecil tampan yang sedang aktif berbicara meskipun kini tak tahu dimana keberadaan ayahnya. Namun, siapa yang menyangka jika selama ini Vie bekerja di perusahaan milik keluarga kekasihnya. Hal itu baru Vie ketahui saat kekasihnya mulai mengambil alih perusahaan. Masih adakah rasa yang tertinggal untuk sepasang kekasih di masa lalu ini? Mari kita ikuti kisahnya 😊

__ADS_1


__ADS_2