AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 29 : Istirahat


__ADS_3

Mommy Elleana duduk di sisi Velia sambil mengusap-usap tangan anak angkatnya itu.


Elleana teringat kejadian beberapa tahun lalu, ia kehilangan adik David. Putrinya tewas dengan mengenaskan karena musuh Klan Red Dragon.


Karena itu Elleana senang dengan kehadiran Velia di dalam keluarga nya, ia menganggap Tuhan sedang membawa pengganti putrinya.


Sementara itu Daddy Jordan dan David sedang duduk di sofa sambil membahas masalah yang terjadi di Klan dan juga Velia.


"Daddy akan bicara langsung dengan Velia!, untuk sementara ini kau urus dulu Klan kita, biarkan Velia istirahat untuk beberapa hari!," ucap Jordan.


"Baik Dad!, aku mau bertemu Morgan dulu Dad sekalian memantau kinerja mereka mengurus rumah sakit ku!," David bangun dari duduknya lalu berjalan keluar kamar, ia melihat Velia sejenak lalu menutup pintu.


David berjalan dengan langkah berat menyusuri koridor rumah sakit, tujuan nya kali ini ke ruangan Morgan sahabatnya yang saat ini menjadi direktur utama rumah sakit David.


Krieett!


Morgan langsung berdiri dan sedikit membungkukkan badannya ketika melihat pemilik rumah sakit membuka pintu.


"Selamat datang Tuan!!," ucap Morgan.


David tertawa kecil menanggapi sahabatnya.


"Jangan membuat lelucon konyol padaku!," ucapnya.


Mereka berdua duduk di sofa, pelayan membawakan minuman untuk kedua pria itu.


"Pergilah!," perintah David yang membuat pelayan itu langsung keluar dari ruangan mereka.


"Bagaimana perkembangan penelitian kita!! apa belum menemukan titik terang?," tanya David


"Sudah di pastikan Pil Biru itu bukan racun, tapi rekayasa genetika dari para ilmuwan hebat. Sayangnya David mereka semua meninggal ketika Pil itu sudah selesai di buat." jelas Morgan.


"Pil itu di buat agar yang meminumnya tidak merasakan sakit dan fisiknya lebih kuat!! tapi obat itu efeknya seumur hidup!," lanjut Morgan.


David mendengarkan penjelasan sahabatnya dengan serius.


"Bisa saja tubuh Velia saat ini sedang beradaptasi dengan Pil itu!, sepertinya orang yang memesan Pil Biru ini adalah orang penting yang tidak ingin bisa dikalahkan!," ucap Morgan.


"Aku berharap tubuh Velia bisa menerima obat itu sehingga dia bisa lebih kuat dan tidak lemah seperti dulu!," ucap David lalu menghela napas, pria itu langsung teringat dengan kondisi Velia saat pertama kali bertemu tubuh wanita itu penuh lebam dan luka.


"Terima kasih sudah membantuku!," ucap David .


"Tentu saja aku akan membantumu! aku juga berhutang banyak padamu David!," ucap Morgan


"Aku tahu itu!, jadi jaga rumah sakit ini baik-baik aku percayakan padamu!, sekarang aku harus membantu Daddy!," kata David.


"Aku sudah bilang! percuma saja kau mengikuti ku jadi dokter pada akhirnya kau juga akan kembali ke dunia Daddy mu!," ucap Morgan membuat David bangun dari duduk nya lalu keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Disisi lain Velia sedang mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan cahaya mentari yang masuk ke dalam ruangan dari balik jendela kaca.


Wanita itu menatap langit kamar. ''Tempat ini lagi!," gumamnya.


"Kau sudah sadar?? apa ada yang sakit?? katakan saja Ve!," ucap Elleana yang merasa khawatir.


Velia kemudian bangun dan duduk bersandar.


"Aku baik-baik saja Mom! jangan terlalu khawatir!!," ucapnya dengan tersenyum.


"Dimana Kak Luna dan David??," tanya Velia sambil pandangannya menyusuri seisi ruangan.


"Luna kembali ke markas, sedangkan David ada urusan sebentar dengan Morgan," jawab Mommy Elleana


Krieet.


Terdengar suara pintu terbuka, nampak David dari balik pintu lalu menuju ke arah Mommy Elleana dan Velia.


"Aku ingin pulang!," ucap Velia begitu melihat David datang.


"Apa kau sudah baik-baik saja??," tanya David menyelidik.


"Iya, aku mau pulang saja, aku tidak mau lama-lama di tempat ini," ucap Velia sambil menyodorkan tangannya yang masih terinfus.


"Bukain atau aku buka sendiri?!," ucap Velia dengan nada mengancam.


Setelah selesai Velia langsung menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Ayoo kita pergi!," seru Velia begitu keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah di bawakan Mommy Elleana sediakan.


"Untuk beberapa hari ke depan, kau dirumah saja Ve!! setelah itu baru Daddy izinkan keluar!!," ucap Daddy Jordan.


"Ta.. Tapi urusanku masih banyak Dad!," protes Velia.


"Tidak ada penolakan!," tegas Daddy Jordan dengan nada yang cukup tinggi.


Kali ini Velia tidak berani untuk protes lagi mendengar ucapan Daddy nya.


"Sudah Ve! ikuti saja kata Daddy mu!," sahut Mommy Elleana yang di angguki Velia.


Mereka pun pulang ke mansion Daddy nya.


Dalam perjalanan mereka di kawal oleh anggota Klan sebanyak dua mobil.


Mobil yang membawa keluarga Smith berada di tengah.


Ddrrttz

__ADS_1


Ddrrttz


Ddrrttz


Ponsel Velia berbunyi, ada panggilan dari Alden dengan cepat Velia menjawab telpon itu.


"Ada apa?!," ucap Velia.


"Bos! mangsa mu kabur!! , semua penjaga tewas! sepertinya mereka menyerang kita secara besar-besaran!! ucap Alden.


Velia terdiam lalu melirik ke arah David, pria itu mengangkat satu alisnya seolah bertanya apa yang terjadi.


"Maaf aku terlambat datang membantu mereka! ketika aku sampai tempat ini sudah hancur berantakan!!," Lanjut Alden.


"Baik lah tidak masalah, bereskan saja tempat itu!," jawab Velia dengan datar lalu memutuskan sambungan telpon.


"Ada apa Ve?!," tanya David penasaran apa lagi melihat raut wajah Velia yang berubah.


"Wanita itu kabur!! lebih tepatnya di selamatkan!!," ucap Velia.


"Kita bisa mengejarnya lagi! kita sudah memasang pelacak di tubuh nya!," ucap David.


Setelah sampai di mansion Velia langsung menuju meja makan. Mommy Elleana sudah meminta para pelayan menyiapkan makanan sebelum mereka menuju ke mansion.


Dengan lahap Velia memakan hidangan yang ada di hadapan nya. Setelah itu dia menuju ke kamarnya.


Hari ini Velia tidak keluar sama sekali dari mansion. Ia memilih patuh dengan ucapan Daddy nya karena tidak ingin mengecewakan orang tua angkatnya itu.


Elleana dan Velia lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Mulai dari olahraga ringan hingga menonton berbagai film.


Mungkin ini keputusan yang tepat, mengingat reaksi obat itu untuk beradaptasi dengan tubuh Velia.


...***********...


Author ada rekomendasi novel keren dari temanku, sambil nunggu up berikutnya ayoo pada mampir..



Blurb:


Pura-pura menjadi orang miskin malah mempertemukan Ruby dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan sombong bernama Melvin.


Lelaki itu tersenyum sinis seakan merendahkan, "Heran kampus bisa menerima mahasiswa jorok seperti ini. Miskin lagi. Ini kampus atau yayasan sosial. Mekanisme yang aneh."


"Hahaha.... Kata-katamu kejam sekali, Vin. Kasihan dia masih baru di sini. Nanti kena mental."


Belum tahu saja mereka kalau orang yang sedang dihina juga anak seorang pengusaha besar.

__ADS_1


__ADS_2