
David, Luna dan Velia akhirnya tiba di markas Red Dragon. Mereka turun dari mobil, para anggota klan langsung membungkuk memberi hormat kepada mereka.
"Ayo cepat!," seru Velia sambil berjalan dengan langkah panjang.
David dan Luna mengikuti langkah Velia menuju ruang rahasia mereka.
Pintu rahasia terbuka, nampak Jeremy tengah duduk santai sambil meneguk segelas wine.
"Hey Gadis tampan!, kau malah bersantai yah!," sapa Velia ke Jordan, ia pun ikut duduk lalu menuangkan wine ke dalam gelasnya.
Baru saja Velia memegang gelas yang sudah terisi wine itu tiba-tiba David langsung mengambilnya dan meneguk habis tanpa sisa.
"Minum saja yang lain!," ucap David sambil meletakan gelas ke atas meja. Ia tidak peduli dengan tatapan tajam yang di berikan Velia.
Velia bangun dari duduknya lalu berjalan ke lemari pendingin. Ia mengambil sekotak susu coklat yang berukuran besar lalu kembali duduk bersama mereka.
Velia membuka tutup susu itu kemudian meminum langsung dari tempatnya.
"Jangan tertawa!," ancam Velia.
"Aku kok jadi oleng yah!!," ucap Velia.
"Nggak ada ceritanya orang mabuk susu, yang ada mabuk alkohol! jangan ngada-ngada yah!," ucap David.
"Hahaha, iya pak dokter! aku bercandu!," ucap Velia.
"Bercanda!!," ucap yang lain serempak.
"Wah kayaknya dia mabok susu beneran deh!," celetuk Luna membuat mereka semua tertawa.
"Jadi info apa yang ingin kau beri tahu pada kami?," tanya David yang teringat ucapan Velia sebelumnya.
"Oh itu nanti saja!, kita makan dulu!," jawab Velia.
__ADS_1
"Mana ini pesanan kita belum ada yang datang? aku memesannya di perjalanan tadi belum ada yang sampai? awas saja lima menit tidak sampai juga, aku bombardir restoran mereka jadi abu!," celoteh Velia yang sudah kelaparan.
Tring..
Tring..
Ponsel Jeremy berdering, ia langsung mengangkat telpon itu.
"Oke suruh mereka tunggu di luar gerbang!," ucap Jeremy. Setelah itu ia memutuskan sambungan telpon.
"Siapa??," tanya David ke Jeremy.
"Oh itu pesanan bos mu!," jawab Jeremy.
"Wah sayang sekali restoran mereka tidak jadi abu deh!," celetuk Velia.
"Ya udah sana ambil, aku lapar ini! mau aku makan kamu saja?," perintah Velia ke Jeremy.
Jeremy memutar bola malas. "Iya.. Iya aku otw nih!," ucapnya lalu berjalan keluar ruangan.
"Pria cantik??," tanya Luna tidak mengerti.
"Iya, dia kan Gadis Tampan jadi pasangannya Pria Cantik gitu loh!!, udah ahh jangan bahas dia aku juga jadi pusing nanti!," ucap Velia lalu tertawa, Luna pun ikut tertawa juga membayangkan pria cantik seperti apa.
David jadi pendengar saja sambil memperhatikan Velia. Hati David selalu hangat melihat Velia yang selalu ceria dan penuh tawa.
Jeremy datang membawa makanan yang di pesan bosnya itu.
Mereka semua makan dengan lahap apa lagi si bos cantik Velia yang porsi makannya lebih banyak dari yang lain.
Semua makanan telah habis tanpa sisa. Mereka memakan buah sebagai pencuci mulut.
"Dia bukan lagi cuci mulut tapi cuci usus!," ucap Jeremy sambil melihat Velia yang memakan banyak buah.
__ADS_1
David dan Luna lalu menoleh ke Velia, mereka berdua pun tertawa.
"Ve jangan bilang nanti lagi yah aku masih kenyang!," ucap David menirukan gaya bicara Velia.
Velia menggelengkan kepala sambil menahan tawa. "Tentu tidak!," ucapnya.
"Jadi apa??," tanya Jeremy penasaran.
"Aku sudah menanyakan Papa, masalahnya kok jadi rumit yah?, gimana dong??," ucap Velia.
"Mana aku tahu, kamu saja belum cerita!," ucap David yang mulai kesal.
"Mau aku smakdon?," ucap Luna sambil menggulung lengan bajunya.
Velia mengatupkan kedua tangannya. "Ampun!," ucapnya.
"Jadi begini, dulu Papa dan dan Ayah Tristan Tania yaitu Marvin bersahabat baik hingga mereka membangun perusahaan bersama, setelah perusaahan mereka berkembang baik tiba-tiba Marvin mengalami kecelakaan dan membuatnya tewas, itu membuat istri dan anak Marvin menganggap Papa ku yang menyabotase semua itu untuk menguasai perusaahan itu!," jelas Velia panjang lebar.
"Memang Papa mu yang melakukan itu?," tanya David.
Velia mentoyor kepala David. "Yah bukanlah!, tega sekali kau menuduh ayah mu juga!," sungut Velia.
"Yang buat aku curiga, polisi yang menyelidiki kasus itu langsung mengundurkan diri setelah kasus itu selesai!," ucap Velia sambil menopang dagunya dengan satu tangan.
"Menurut teman papa ku yang juga polisi, mobil itu memang di sabotase tapi siapa yang melakukannya tidak di tahu karena kasus itu terbilang di tutup-tutupi oleh pihak kepolisian!," lanjutnya.
"Kita harus ke negara A untuk menyelidiki yang sebenarnya terjadi!, ucap David yang menjadi serius.
"Iya aku setuju, tapi setelah mengantar Papa dan Mama ku yah!," ucap Velia.
"Iya aku tahu, aku juga ikut!," ucap David.
Bersambung...
__ADS_1
Author ada rekomendasi novel bagus buat kalian baca sambil nunggu up berikutnya. Yukk pada mampir yahh..