AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 55 : Calon untuk David


__ADS_3

David dan sisa pasukan Klan Red Dragon tiba di markas.


Tim medis sudah di siapkan Daddy Jordan untuk mengurus anggota yang terluka.


“DAVIIDD!!,” Teriak Luna begitu melihat adiknya keluar dari dari mobil.


Luna menghampiri David. “Ayo kita obati luka mu dulu!!,”


Mereka berjalan menuju ruang rahasia, di ikuti Morgan yang sudah menunggu David.


“Kenapa kau malah ke sini??, Siapa yang mengurus rumah sakit??,” Tanya David ke Morgan.


“Aku di suruh Daddy mu ke sini, setelah ini aku langsung pergi!,” Balas Morgan.


Mereka semua tiba di ruang rahasia, nampak Daddy Jordan sedang duduk di sofa menunggu kedatangan mereka.


David dan Morgan langsung duduk di sofa.


“Jangan lakukan itu, aku bisa sendiri!,” tegas David sambil menepis tangan Morgan yang ingin membantunya membuka pakaian.


“Ayolah sayang, jangan malu-malu!!,” goda Morgan membuat David berdecak kesal.


“Mau peluru ini aku pindahkan ke jantung mu??,” kesal David dengan tatapan sinisnya.


David selesai membuka bajunya, Morgan pun mengeluarkan perlengkapannya.


“Ini pasti sakit!,” gumam Morgan yang melihat luka tembak di beberapa bagian tubuh David.


“Sudah jangan banyak komentar, cepat keluarkan semua peluru kotor ini dari tubuh ku yang suci!,” celetuk David.


“Puuffftthh,” semua orang yang berada di dalam ruangan serempak menahan tawa mereka.

__ADS_1


“Kalau ada Velia pasti lebih seru!,” gumam Luna.


Morgan pun tetap melanjutkan pekerjaannya, ia mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh satu persatu. Setelah itu ia menjahit kembali luka bekas sayatan lalu memperbannya.


“Berkurang sudah ketampanan ku dengan bekas luka ini!,” celetuk David.


Morgan yang mendengarnya hanya bisa memutar bola mata jengah.


“Aku sudah menyiapkan pakaian ganti di kamar mandi!, Mau aku bantu??,” ucap Luna menawarkan bantuan ke adiknya.


“Nggak perlu, tubuhku hanya boleh di lihat oleh istri ku saja nanti!,” balas David.


“Ya..Ya.. terserah kamu deh!, Makanya cepat nikah sana!,” ucap Luna.


David berjalan menuju kamar mandi, mendadak langkahnya terhenti karena mendengar ucapan Daddynya.


“Tenang saja Luna, kita akan segera menikahkan David!. Daddy sudah punya calon yang pas untuknya!,” goda Daddy Jordan. Yang di maksud Daddy itu Velia, tapi mungkin David punya wanita idaman lain.


Luna yang penasaran langsung bertanya ke Daddy nya. “Memangnya siapa yang Daddy calonkan??,”


“Velia dong!!,” ucap Daddy Jordan sedikit berbisik.


“Ahahaha, Daddy ini suka sekali memancing masalah!,” ucap Luna sambil tertawa.


Setelah Morgan merapikan alat-alat nya ia pamit ke Daddy Jordan.


“Tuan saya permisi dulu, aku harus segera ke rumah sakit lagi!!,” ucap Morgan dengan sedikit membungkukkan badannya.


“Baiklah!!,” balas Daddy Jordan. Morgan pun keluar dari ruangan lalu meninggalkan markas Red Dragon.


“Daddy dan Mommy berencana menikahkan David setelah semua urusan Velia selesai!!, Daddy tidak mau mereka membuang waktu dengan pacaran, pokoknya langsung nikah!!, Titik!!,” ucap Daddy Jordan.

__ADS_1


“Aku juga setuju Dad!!,” ucap Luna.


“Setelah itu, kamu lagi!!. Mulailah dari sekarang menjemput jodoh mu!!,” perintah Daddy Jordan.


“Seharusnya Daddy mengatakan itu ke anak laki-laki, aku ini wanita jadi aku yang harus di jemput dong!!,” protes Luna.


Daddy Jordan menghela napas. “Hmm iya,”


Tak lama kemudian David keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai. Ia lalu ikut duduk di samping Luna.


“Ayo kita cari Velia!,” ucap David.


“Untuk apa susah-susah mencarinya!, Lihat ke sana!,” ucap Luna lalu mengarahkan wajahnya ke layar besar tempat kerjanya.


“Maksudnya??,” ucap David yang mendadak nge lag.


“Waktu kamu di rawat di rumah sakit, kami mencari Velia dengan melacaknya. Nah lihat ini, sekarang dia berada di sebuah hotel mewah tempat yang sama waktu itu!!,” Luna menjelaskan ke David sambil menunjuk ke layar.


“Kita ke sana sekarang!,” ucap David yang hendak bergegas pergi.


“Tunggu David!!, Biarkan saja dia menyelesaikan masalahnya. Jangan ikut campur sebelum dia yang memintanya!!, Kau istirahat saja!,” saran Daddy Jordan.


“Ini bukan lagi masalah antara klan tapi masalah keluarga mereka. Kita tidak bisa ikut campur karena kita orang luar. Paham kan maksud ku!!,” lanjut David.


David terduduk kembali, perasaannya semakin gelisah mengingat posisi Velia dimana sekarang.


“Hotel mewah?, Awas saja jika Tristan macam-macam dengan Velia. Tanganku sendiri yang akan menghabisinya!,” batin David.


Bersambung...


Author ada rekomendasi novel untuk di baca sambil nunggu up berikutnya. Yuk pada mampir

__ADS_1



__ADS_2