AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 67 : Merasa Tak Berharga


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan Tania menoleh ke arah pintu sebelum melanjutkan langkahnya.


"Apa aku sudah tak penting lagi?? apa aku hanya jadi beban mu Kak,??. Tunggu saja nanti kau akan melihat kekacauan yang akan aku buat!," gerutu Tania sambil mengusap bulir bening di sudut matanya.


Dengan angkuh Tania berjalan ke luar Mansion Kakaknya kemudian bergegas masuk ke dalam mobil.


Tanpa membuang waktu ia langsung tancap gas. Dengan kecepatan tinggi ia melajukan mobilnya membelah jalanan yang lumayan sepi.


"Aku tidak ingin membiarkan orang yang mengusik ku merasa tenang!, akan aku berikan pelajaran wanita ******* itu!," gerutu Tania sepanjang perjalanan.


Disisi lain nampak seorang wanita cantik tengah duduk santai sembari memainkan ponselnya.


Tak lama kemudian ia mendengar suara keras tak jauh dari tempatnya.


"Astaga!!, wanita itu lagi!!," gumam Ayumi ketika melihat Tania turun dari mobil sambil membanting pintu dengan kerasnya.


Ayumi pun bangun dari duduknya, ia menampilkan senyum di wajah cantiknya begitu melihat Tania berjalan ke arahnya dengan raut wajah yang tidak mengenakkan.


Meskipun begitu Ayumi mencoba menampilkan yang terbaik.


Plakk.


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Ayumi, terlihat dengan jelas gambar telapak tangan Tania membekas di pipinya. Ayumi menatap Tania dengan penuh amarah.


Plakk

__ADS_1


Tanpa disangka Ayumi juga membalas tamparan Tania dengan sekuat tenaganya.


"Dasar wanita jal*ng!!, berani-beraninya kamu menamparku hah??," bentak Tania. Ia mengusap pipinya yang memerah dan terasa panas.


Keributan para istri Revano itu membuat para pegawai toko Ayumi berkumpul untuk melihat apa yang terjadi. Mereka nampak saling berbisik.


[Pasti seru nik kelanjutannya]


[Ada tontonan yang sangat menarik]


[Perebut suami orang saling ribut]


[Mereka tak tahu malu ribut di sini]


[Mungkin mereka ingin viral dan jadi artis]


Bukannya menuruti ucapan Ayumi, Tania justru mendekat dan menjambak rambut Ayumi.


"Aduh sakit!, lepaskan wanita gila!," teriak Ayumi sambil mencoba melepaskan tangan Tania.


"Kau yang gila, kenapa kau sangat terobsesi dengan pria yang sudah beristri?!!," bentak Tania tanpa melepaskan rambut Ayumi dari tangannya.


Ayumi yang sudah tidak bisa menahan emosi akhirnya ikut menjambak rambut Tania.


"Kau pun sama wanita pencuri suami orang!!!," balas Ayumi.

__ADS_1


"Dia pikir aku takut?? aku bukan wanita lemah seperti yang di kira. Kau jual aku beli!," batin Ayumi.


Perkelahian sengit pun tak terelakkan lagi. Mereka saling menyerang satu sama lainnya hingga terjatuh di lantai.


"Cukup!!, hentikan kalian berduaa!!," teriak seorang pria sambil berjalan ke arah mereka.


Kedua wanita itu menoleh ke sumber suara, mereka terkejut begitu melihat siapa yang datang.


"Re-Revan!!," ucap Tania dan Ayumi secara bersamaan.


Mereka berdua dengan spontan berdiri lalu memperbaiki penampilan mereka yang sangat kacau.


''Kalian sangat memalukan!." ucap Revan sambil menggelengkan kepala.


''Dia yang mulai duluan!.'' ucap Ayumi sambil menunjuk ke arah Tania.


Perdebatan pun kembali terjadi antara kedua wanita itu.


''Cukup!!, kalian ikut aku!!," bentak Revan kemudian berjalan masuk ke dalam toko Ayumi.


Mereka bertiga tiba di ruangan pribadi Ayumi kemudian duduk bersama.


''Aku tidak perduli apa yang terjadi dan alasan apa yang akan kalian ucapkan, itu tidak penting!," ucap Revan.


''Tania aku peringatkan kamu, ini terakhir kalinya aku peringatkan. Cepat tanda tangan surat perceraian kita, aku lelah seperti ini!," lanjutnya.

__ADS_1


Tania mulai terisak mendengar penuturan Revan. Ia merasa apa ini saatnya dia menyerah dengan pernikahannya.


Sedangkan Ayumi hanya duduk terdiam tanpa berkata apa pun. "Aku tahu akhirnya akan seperti ini, aku merasa bersalah tapi di sisi lain aku bahagia jika Revan memilih bersamaku!,"


__ADS_2