AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 28 : Menggali Informasi


__ADS_3

Rombongan Velia tiba di sebuah rumah kosong yang sudah tak berpenghuni.


Velia sedikit berbaik hati, ia memerintahkan anggota nya untuk membersihkan rumah itu.


Alden dan Carlos membantu mengangkat tubuh Tania dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Wanita itu di letakan di atas tempat tidur. Kamar yang cukup luas untuk Tania seorang diri, semua sudah tertutup rapat hanya ada satu jalan keluar yaitu pintu yang terbuat dari besi.


Alden menunggu di luar kamar, sedangkan Carlos dan tim nya berjaga di luar untuk memastikan keadaan aman dan tidak ada satu pun yang mengikuti mereka.


Dua wanita cantik masuk ke dalam kamar sambil membawa makanan dan minuman untuk Tania.


Mereka berdua duduk di kursi sambil menunggu Tania sadar.


Byuurr!!.


Velia menyiramkan air ke wajah Tania. Ia sudah tidak sabar untuk menunggunya siuman.


Tania dengan perlahan mengerjapkan kedua matanya. Ia langsung saja terisak hingga sesenggukan.


"Aku mohon Velia! lepaskan aku!!," ucap Tania yang masih terisak.


Velia berjalan mendekat ke arah Tania.


"Apa kah itu harus??," tanya Velia dengan senyuman mengejek, ia lalu duduk di tepi ranjang tepat di hadapan Tania.


"Hiks.. hiks.. Aku merindukan anak ku! dia pasti mencari ku Ve!! aku mohon lepaskan aku!!," mohon Tania dengan tangan yang masih terikat lalu memegang tangan Velia.


"Aku akan mengampuni nyawa anak mu!! tapi tidak denganmu Tania!!," tegas Velia.


"Hal yang ku rasakan lebih sakit dari itu!!, tidak akan mudah bisa lepas dariku!!," lanjut nya dengan tatapan membunuh.


"Maaf Ve!!," ucap Tania yang menundukkan kepala, ia merasa bersalah.


"Aku tidak tahu apa yang kau ucapkan!, apa kau sedang mengungkap kan cinta padaku??" balas Velia dengan tertawa.


Luna yang mendengar ikut tertawa juga.


Wajah Velia berubah serius. "Katakan padaku siapa saudara mu??," tanyanya dengan dingin.


Tania mendongkakkan kepala lalu menatap wanita di hadapannya.


"Jawab aku!!," bentak Velia.


"Aku tidak punya keluarga lagi!!," jawab Tania.


Velia berdecak. "Cik! jangan berbohong padaku! atau nyawa anakmu akan menyusul anak ku! mungkin mereka bisa jadi saudara yang akur di atas sana!," ancam Velia.


Tania dengan cepat menggeleng-geleng kan kepala. "Jangan Ve!, Aku mohon jangan apa-apakan anakku!!," mohon Tania.


"Apa yang ada di pikiran mu saat kau menyuruh orang untuk menghabisi nyawa ku dengan keji Tania??!!," hardik Velia.


"Bahkan anak ku yang tidak berdosa jadi korban kebusukan mu!!," ucap Velia dengan suara yang parau menahan tangis.


"Sebutkan namanya Taniaa!!," teriak Velia.

__ADS_1


Dengan bibir yang bergetar Tania berkata. "Tristan!, dia kakak ku dan keluarga satu-satunya yang tersisa," ucap nya lalu menundukkan kepala.


Velia menoleh ke arah Luna.


"Kenapa dalam data keluarga mu kau tidak memiliki saudara??," tanya Luna penasaran.


"Aku tidak tahu hal itu, dia yang mengurus semua tentang ku!!," jawab Tania.


Velia dan Luna keluar dari kamar itu, mereka berdua menuju mobil yang terparkir di depan rumah itu.


"Mau kemana?!," tanya Alden.


"Kami akan kembali ke markas besar!, kalian juga ikut kami!! biarkan para anggota lain yang berjaga di sini!," kata Luna.


Carlos dan Alden masuk akhirnya ikut masuk ke dalam mobil bersama Velia dan Luna.


Mereka menuju ke markas besar untuk mencari informasi tentang Tristan.


Sesampainya di markas besar Velia dan Luna langsung masuk ke ruang rahasia mereka.


Sedangkan Carlos dan Alden kembali ke tempat mereka masing-masing.


Tak lama kemudian mobil David datang setelah mengantar Kinara ke bandara.


Ia sudah menyiapkan beberapa anggota wanita yang menemani Kinara hingga tiba di Negara A.


Setelah turun dari mobil, dengan langkah panjang David menuju ruangan rahasia markas Red Dragon yang hanya bisa di akses oleh petinggi Klan saja.


"Gerakan kalian sangat cepat sekali!!," ucap David begitu pintu terbuka. Ia berjalan ke arah Luna dan Velia yang sedang serius di hadapan komputer.


"Aku akan menemukan akar dari kekacauan ini!!," sahut Velia.


"Berhasil!!," seru Luna.


Mereka bertiga menatap layar besar di hadapan nya.


"Tristan Edgar!, dia CEO dari KingTec Corporation!," ucap Luna.


"Dia saingan bisnis terberat Deon Alexander!," sahut David.


"Apa dia juga Ketua Klan King Darkness??!," tanya Velia.


"Entah!!," jawab Luna.


"Kita juga harus mencari tahu untuk memastikan!," jawab David.


"Sepertinya masalah ku cukup besar! berhadapan dengan orang seperti mereka pasti tidak mudah!, pantas saja Tania selalu ada yang mengawasi!!," ucap Velia.


"Aku tidak mau mengorbankan Klan Daddy untuk menghadapi mereka!, aku sudah sangat merepotkan kalian," Velia tertunduk merasa bersalah.


"Kita harus menemui Daddy dulu Ve!, dia akan membantu mu mencari jalan keluar dari masalah ini!," ucap David.


"Baik lah!, ayo kita pulang ke rumah Daddy!," ajak Velia.


Saat mereka berjalan keluar tiba-tiba Velia jatuh dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


''David!, itu..itu! ada darah keluar dari hidung Velia!," ucap Luna yang panik sambil memukul-mukul lengan adik nya.


David mengangkat tubuh Velia lalu membawanya ke dalam mobil sambil berlari kecil.


Semua anggota Red Dragon terkejut melihat David membawa tubuh Bos mereka yang tidak sadarkan diri.


Luna langsung mengambil alih kemudi, sedangkan David di kursi penumpang bersama Velia.


''Ada apa dengan nya?!, kenapa tiba-tiba di pingsan?!," tanya Luna


''Menurutku ini efek Pil Biru itu!! aku tidak tahu tubuhnya bisa menerima atau menolaknya!!," ucap David lalu menghela napas panjang. Ia masih berusaha menemukan titik terang dari Pil Biru itu.


Luna membawa mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit milik David.


Para petugas yang berjaga sudah bersiap menyambut kedatangan David.


Dokter yang bertugas dan David langsung membawa Velia ke ruang IGD.


Setelah mendapatkan tindakan awal,.Velia di pindahkan ke ruang VIP tempat yang sama saat pertama kali dia datang.


Mendengar Velia masuk ke rumah sakit, Mommy Elleana dan Daddy Jordan langsung menuju ke rumah sakit.


Semua keluarga Smith sudah berkumpul di kamar VIP tempat Velia di rawat sambil menunggu Velia sadar.


''Ada sebenarnya ini??!," tanya Jordan serius.


"Jawab Daddy dengan jujur!!," lanjutnya.


Bersambung..


Author mohon dukungan nya dengan meninggalkan komentar kalian dan memberi like yah..


...************...


Author ada rekomendasi novel nih dari teman yang bagus kalian baca sambil menunggu up episode berikut nya. Ayoo pada mampir



Blurb :


Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.


Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.


Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.


Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.


Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?


Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.


Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?


Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.

__ADS_1


Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya.


__ADS_2