
David berdiri sambil menatap luar jendela. Ia melihat pemandangan taman bunga ibu nya yang indah berbaris rapi tak jauh dari kolam renang.
Sesekali David menarik napas panjang menghirup udara segar. Mendadak David terbelalak melihat seorang wanita cantik terjun ke dalam kolam renang dengan memakai pakaian renang yang seksi.
Lekuk tubuh wanita itu tampak menggoda bagi kaum pria yang membuat beberapa pekerja pria menelan ludah mereka.
David langsung menuruni anak tangga dengan langkah panjang sambil membawa jubah mandi yang ia ambil sebelum keluar kamar.
''Kalian pergi dari sini!," perintah David dengan suara bariton nya. Para pekerja pria itu dengan gugup langsung meninggalkan tempat itu.
''VELIAAAA!!," teriak David yang berdiri di tepi kolam sambil berkacak pinggang.
Wanita yang sedang asyik menikmati sejuknya air dengan santai berenang ke sana kemari tanpa peduli dengan kedatangan David.
David yang sudah tidak sabar akhirnya terjun ke kolam lalu menggendong tubuh Velia ala bridal style.
''Kau ini memang gila yah? sengaja memamerkan tubuh mu secara gratis!, wanita malam saja di bayar kenapa kamu dengan sengaja menonton kan tubuh mu yang jelek itu!!," kesal David.
Setelah keluar dari kolam itu, Velia duduk di atas kursi. David kemudian menutupi tubuh Velia dengan jubah mandi.
''Kau ini sangat posesif sekali seperti suamiku saja!!," protes Velia dengan wajah cemberut.
''Akan jadi suami mu!," asal David.
''Nggak mau ahh!!, Wek!!," Velia menjulurkan lidahnya lalu meninggalkan David.
David hanya tersenyum kecut. ''Aku akan berusaha!!,"
Velia dan David kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mengganti pakaian.
Tak lama kemudian mereka berdua keluar dari dalam kamar sudah dalam keadaan rapi.
''Kau mau kemana??," tanya David begitu melihat Velia berjalan ke luar rumah dengan berpakaian rapi dan terlihat sangat cantik dengan gaya casual nya.
''Kerja dong!!," balas Velia sambil berjalan ke arah mobil yang sudah berada di depan pintu.
''Aku ikut!!," ucap David lalu lebih dulu masuk ke dalam mobil.
''Astaga!!, apa bisa sehari saja kau tidak mengikuti ku??," kesal Velia lalu dengan terpaksa ikut masuk ke dalam mobil.
Mobil mereka melaju meninggalkan mansion mewah Jordan Smith.
''Apa kau tahu aku mau kemana??," Velia menatap kesal pria di sampingnya itu.
__ADS_1
''Tentu saja!!," singkat David.
Velia menghela napas panjang. "Kak aku bukan anak gadis yang masih polos yang harus di kawal terus!! aku ini janda kak!! bukan polos lagi tapi sudah bermotif!!,"
''Aku lebih suka yang bermotif!! itu lebih menantang!," ucap David yang mendapat balasan sebuah cubitan di pinggangnya.
''Jangan menggelitik ku Ve!!," ejek David.
Velia lalu memukul lengan David dengan keras membuat setir mobil sedikit oleng.
''Hey kau mau membuat kita mati??," ucap David sambil berusaha menyeimbangkan jalan mobil.
Velia membuang wajahnya ke arah jendela.
''Biar saja!!,"
''Enak saja!!, kau enak sudah pernah nikah!, aku masih di tahap jomblo belum sampe duda Ve!!," protes David.
Velia sudah malas meladeni David, ia hanya diam dan terus menatap pemandangan dari luar jendela.
Mobil mereka pun berhenti di depan markas Red Dragon. Seperti biasa para anggota Klan langsung menyambut kedatangan mereka berdua.
Velia dan David masuk ke dalam markas, mereka menunggu kedatangan Deon Alexander di ruangan ketua Klan Red Dragon tersebut.
Terdengar suara ketukan pintu, tak lama muncul seorang pria. ''Tuan Deon sudah tiba!!,"
''Antar mereka kemari!," perintah Velia.
''Baik Bos!!," jawab pria itu lalu ia pun keluar.
David mendekatkan kursinya ke Velia. ''Apa kau sudah memikirkan apa yang akan kita minta sebagai imbalan kerja sama ini??,"
''Tentu saja!!," singkat Velia.
"Ckk, dia membalas ku?, wanita ini pendendam sekali ternyata!," batin David.
Beberapa menit kemudian Deon beserta asisten pribadinya datang ke ruangan Velia.
"Aku tidak menyangka kau benar-benar ketua Klan ini!," celetuk Deon begitu masuk.
"Kau meremehkan ku yah??," ucap Velia dengan nada tidak suka.
Tanpa izin pemilik ruangan, Deon dan Jovi langsung duduk. "Jadi bagaimana??," ucap Deon tanpa basa basi.
__ADS_1
"Apa yang kau butuhkan?? aku akan memberikannya!," lanjut Deon dengan percaya diri.
Velia tersenyum kecil. "Mau ginjal mu boleh??,"
Deon dan Jovi terperangah dengan ucapan Velia, sedangkan David hanya bisa menepuk jidat nya.
"Tolong jangan mengatakan hal-hal yang mengerikan seperti itu!, aku ini pria baik-baik yang tidak sanggup melakukan kejahatan seperti itu!," ucap Deon.
Velia tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Deon. "Kau pria yang sangat lemah!!,"
"Aku sangat kuat!!, berpuluh-puluh ronde pun aku sanggup!!, apa kau ingin membuktikannya??," tantang Deon sambil menaik turunkan alisnya.
"Dasar pria gila!!," seru Velia.
"Kau ini datang bekerja sama atau ngajak ribut sih??," lanjut Velia.
David dan Jovi yang menjadi pendengar terbaik hanya diam.
"Ehem!!," David berdehem dengan cukup keras membuat Deon dan Velia terhenti dari dari adu ilmu mereka.
"Kita bahas kerja sama kita saja sekarang!," ucap David yang diangguki Velia dan Deon.
"Baiklah!, aku akan membantu mu menarik kembali investor mu yang di curi itu!, tapi perusahan mu harus mendukung kebutuhan Teknologi Klan kami!!,” ucap Velia dengan serius.
"Saat ini semua serba canggih jadi aku tidak mau Klan ku lemah hanya karena masalah itu!, persenjataan kami sudah sangat bagus, skil anggota kami juga tidak di ragukan tapi tanpa dukungan teknologi canggih sekarang, Klan kami akan mempunyai kelemahan. Dan aku sangat benci dengan namanya kelemahan." jelas Velia.
"Oke aku tidak masalah!, kami akan membawa surat perjanjian kerja secepatnya!," ucap Deon.
Mereka pun lanjut berbincang-bincang tentang berbagai hal. Deon melirik ke arah jam yang melingkar di tangannya.
"Maaf kami harus pamit, ada meeting penting setelah ini!," ucap Deon.
Setelah Deon dan Jovi pergi, Velia duduk bersandar di kursi kebesarannya.
"Kak aku punya ide!!," ucap Velia tiba-tiba.
"Apa??," heran David.
''Ayo kita pergi lihat pasangan Devil, aku dengar mereka sudah pindah di negara ini!," ucap Velia.
David menggelengkan kepala. "Tidak, jangan bertemu mereka lagi!!," tolak David.
Bersambung...
__ADS_1