AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 68 : Kotak Misteri


__ADS_3

Seorang wanita paru baya yang masih terlihat cantik itu nampak sedang berdiri di ambang pintu. Pandangannya melihat ke langit yang gelap disertai derasnya hujan yang turun.


''Hari ini sepertinya aku akan kerja berat!,'' gumam Mama Shela sambil membayangkan apa yang akan dilakukan suaminya jika cuaca seperti ini.


Mama Shela lalu menutup pintu kemudian masuk ke dalam kamarnya. Ia merapikan buku-buku dan berkas yang berserakan di lantai.


''Ini pasti kerjaannya Papa!, kebiasaan sekali setelah mengambil barang apapun tidak pernah dirapikan lagi!," gerutunya sambil merapikan dan meletakkannya kembali di atas lemari.


Bugh!


Sebuah kotak berwarna cokelat tanpa sengaja terjatuh saat Mama Shela meletakan dus kotak yang berisi buku dan dokumen itu.


Ia langsung mengambilnya, saat ingin mengembalikannya ke tempat semula ia membuka kembali kotak itu untuk memastikan apa isinya.


Raut wajah Mama Shela berubah seketika saat melihat foto keluarga yang tak asing baginya.


''I-Ini kenapa bisa ada di sini!?," ucapnya.


Kriett


Terdengar suara seseorang membuka pintu.


''Lagi apa Mah!?," tanya Papa Gio yang langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Mama Shela menjatuhkan kotak yang ia pegang karena terkejut.


''Apa itu?!," tanya Papa Gio penasaran, apa lagi melihat raut istirnya yang serius. Ia pun mendekat ke arah istrinya yang sedang mengambil kotak yang jatuh ke lantai.


''Pah sini duduk dan lihat ini!!," ajak Mama Shela. Kemudian mereka duduk di tepi ranjang sambil melihat bersama isi kotak itu.


''Mah, Ini kan foto mereka!. Kenapa bisa ada sama Mama,?," tanya Papa Gio sambil memegang selembar foto.


''Aku juga tidak tahu Pah, kenapa bisa ada dirumah kita!, mungkin saja para pelayan itu membawa semua barang-barang kita ke rumah ini saat pindah!," ucap Mama Shela.


Ia mengambil sebuah liontin emas dari dalam kotak itu. ''Pah, ini juga ada di dalamnya. Apa mungkin salah kirim yah!," lanjut Mama Shela.


''Itu ada surat coba baca dulu!," saran Papa Gio.


Papa Gio mengambil surat itu dan langsung membacanya.


Karena penasaran Mama Shela mendekat ke arah suaminya lalu ikut membacanya.


Mereka membaca setiap kata demi kata. Gemuruh nafas Papa Gio terdengar jelas sedangkan Mama Shela mulai terisak.


''Br*ngs*k!!, jadi selama ini dia pelakunya??," teriak Papa Gio, ia meremas surat yang telah dibacanya dengan erat.


''Apa mungkin karena ini, dia membalas dendam dengan Velia??," ucap Mama Shela sambil menahan tangisnya. Ia teringat bagaimana penderitaan Velia saat itu.

__ADS_1


''Ayo kita temui Velia sekarang!, kita selesaikan masalah ini secepatnya!," geram Papa Gio.


Mama Shela segera bangun dari duduknya, ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang sembab.


Setelah bersiap-siap mereka masuk ke dalam mobil. Tanpa menunggu lama Papa Gio langsung tancap gas.


Disisi lain Velia dan David beserta rombongannya tiba di bandara.


Mereka masuk ke dalam mobil lalu menuju Mansion Jordan.


Ponsel Velia tiba-tiba berdering. Ia langsung mengangkat panggilan masuk dari Mama Shela.


''Halo Mah!," ucap Velia.


''....''


''Iya, kita sedang dijalan menuju rumah,'' balas Velia lalu memutuskan sambungan telpon.


''Ada apa??," tanya David penasaran sambil menaikan satu alisnya.


''Mama dan Papa mau datang ke rumah, mereka sedang di jalan. Katanya ada hal penting yang harus di bicarakan!," jawab Velia.


''Oh!," balas David.

__ADS_1


Velia mengernyitkan dahinya mendengar jawaban indah dari David.


__ADS_2