
Alarm ponsel berbunyi dengan keras membuat Velia menggeliat di balik selimutnya. Alarm itu tidak berhenti berbunyi membuat Velia akhirnya terbangun.
''Berisik!!.'' seru Velia yang tengah terduduk di atas tempat tidur. Ia lalu mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping ranjang.
"Astaga!!, ini masih pagi sekali. Aku salah setel alarm! arrgghh yang benar saja pukul tiga pagi!.'' histeris Velia kemudian menjatuhkan dirinya ke tempat tidur sambil memeluk bantal lagi.
"Gara-gara kemarin terlalu banyak makan ditambah lelah perjalanan jadi eror deh!!, udah nggak bisa tidur lagi!." batin Velia.
Setelah pergulatan batin yang panjang Velia bangun dari tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian ia pun selesai mandi lalu memakai pakaiannya dengan setelan jeans dan kaus putih dilapisi jaket kulit berwarna hitam.
"Cantik sekali diriku ini, udah kayak bidadari tapi sayang aku juga ketua mafia!." gumam Velia sambil melihat bayangan dirinya di pantulan cermin setelah memoles make up tipis diwajahnya.
Velia mengambil ponsel dan dompetnya lalu keluar kamar untuk membangunkan semua penghuni rumah.
"Enak saja Bos udah cantik di pagi-pagi buta terus anak buahnya masih berkelana di alam mimpi!," gerutu Velia melihat rumah yang masih sepi.
Ia berjalan menuruni tangga lalu membunyikan alarm kebakaran.
Tak lama kemudian semua orang keluar dari kamar masing-masing dengan panik.
Velia berusaha menahan tawanya begitu melihat mereka yang panik langsung keluar dari kamar tanpa memperhatikan penampilan mereka.
Ada yang mengenakan celana pendek tanpa baju bahkan ada yang memakai pakaian dalam saja berwarna pink pula.
Velia terperangah melihat penampilan David yang menggunakan piyama tidur dengan warna yang berbeda antara baju dan celananya di tambah muka bantalnya.
"CEK SOUND, CEK, CEK 123!!," ucap Velia dengan pengeras suara.
Semua orang yang panik tadi lalu mengalihkan pandangannya ke Velia. Mereka menatap heran Velia yang berdiri di hadapan mereka dan sudah berpenampilan cantik.
"100 + 50 + 50 x 0 BERAPA??, JAWAB YANG BENAR KALAU SALAH KALIAN AKAN KEHILANGAN KEDUA TANGAN KALIAN!!," ucap Velia.
Rasa kantuk mereka tiba-tiba menghilang dan menguap entah kemana begitu mendengar ancaman Bos mereka.
Dengan mengumpulkan kesadaran penuh mereka serempak menjawab pertanyaan Velia dengan benar kecuali David yang sudah berdiri sambil bertolak pinggang.
"LUAR BIASA KALIAN HEBAT!!, SEKARANG PERGI BERSIAP DAN INGAT PAKAI BAJU YAH!!. AYO KERJA KERAS!, ucap Velia memberi semangat.
Mereka melihat penampilan mereka masing-masing lalu tertawa. Dengan gerakan cepat mereka pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Velia tak kuasa menahan tawanya sudah mengerjai anak buahnya.
"Veliaaa!!," seru David suara bariton nya.
Wanita itu menoleh ke arah David. Tatapan tajam langsung mengarah padanya.
"Apa-apaan kau ini!, pagi-pagi buta sudah membuat keributan!," kesal David.
"Maaf yah, aku tadi terbangun terus tidak bisa tidur lagi!!. Kalau gitu lanjut lagi tidurnya. aku mau menemui Kinara dulu di rumahnya!," ucap Velia melenggang pergi.
"Tunggu!!," seru David membuat Velia menghentikan langkahnya lalu berbalik badan.
"Siapa yang menyuruhmu pergi hah??," ucap David namun Velia hanya menggelengkan kepala.
"Tunggu sebentar aku akan ikut!!," ucap David lalu bergegas kembali ke kamarnya.
Velia menghela napas, ia kemudian duduk di teras rumah sambil menunggu David.
Beberapa menit kemudian David keluar dari kamar dengan wajah segar ditambah aroma maskulin yang menyeruak. Dia pun mengunakan setelan yang hampir sama dengan Velia.
"Ayo berangkat!," ucap David yang merangkul Velia. Mereka pun masuk ke dalam mobil, David melajukan mobilnya meninggalkan rumah.
Mobil mereka melaju dengan kecepatan cukup tinggi karena kondisi jalan yang masih sepi.
"Iya, mereka pasti sudah bangun jam segini, Kirana membantu ibunya membuka toko roti!," balas Velia.
"Ohh gitu!!," singkat David sambil menganggukkan kepala.
Tak lama kemudian mobil mereka terhenti di depan sebuah rumah sederhana milik Kinara.
"NARAAA!!," teriak Velia lalu membuka pagar rumah seperti milik sendiri.
Beberapa kali Velia menggedor-gedor pintu akhirnya munculah seorang wanita paruh baya dari balik pintu.
"Mama dua ku!!," seru Velia sambil memeluk ibu Kinara begitu melihatnya membuka pintu.
Ibu Kinara membalas pelukan Velia yang sudah dianggap seperti anaknya juga karena bersahabat baik dengan Kinara.
Mereka kemudian melepaskan pelukan.
__ADS_1
"Ayo masuk!!," ajak Ibu Kinara.
David dan Velia pun masuk ke dalam rumah itu.
"Sepertinya Kinara lagi mandi!, jadi tunggu sebentar yah!!," ucap Ibu Kinara lalu pergi ke dapur.
David menatap Velia seolah meminta penjelasan.
"Apa yang mau kamu tahu??," tanya Velia yang mengerti dengan tatapan David.
"Semuanya kalau bisa!," jawab David.
"Terlalu panjang ceritanya, bisa satu novel lagi menjelaskannya!," balas Velia.
"Ya udah, seikhlasnya saja!," ucap David.
Velia menarik napas lalu berkata. "Kinara dari kecil tidak punya ayah karena kecelakaan kerja, jadi dia sekolah sambil bekerja mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Dia punya satu adik laki-laki yang sekarang sedang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi!," jelas Velia.
"Udah yah, kau ini kepo sekali!," kesal Velia.
David mengangguk sambil tersenyum. Ia semakin kagum dengan calon istrinya yang sangat baik dan tidak memandang seseorang dari harta dan kastanya.
Yang ditunggu akhirnya datang juga. Kinara menghampiri Velia dan David sambil membawa roti panas yang baru saja keluar dari oven ditemani cokelat panas kesukaan Velia.
"Itulah gunanya kita datang ke sini!!," ucap Velia penuh semangat ketika melihat nampan yang dibawa Kinara.
"Dasar kau ini!, kalau masalah makanan bisa lupa segalanya!!." celetuk Kinara. Ia lalu meletakan nampan itu di atas meja.
"Setuju," sahut David.
Netra Kinara lalu mengarah ke David.
"Kamu juga ikut ke sini??," tanya Kinara ke David.
"Memang salah kalau menemani calon istri jalan-jalan ke rumah temannya??," ucap David bertanya balik.
"APAA??!!, CALON ISTRI??!!," Kinara sangat terkejut dengan ucapan David.
Bersambung...
__ADS_1
Author bawa rekomendasi novel untuk kalian jangan lupa mampir yah..