AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 41 : Amarah Jordan Smith


__ADS_3

Suasana rumah sakit menjadi tegang ketika Jordan dan Elleana tiba. Semua staf rumah sakit menyambut kedatangan Tuan Besar mereka.


Elleana turun dari mobil lalu segera berlari ke ruangan dimana David di rawat.


''Luna!," panggil Elleana yang melihat putrinya yang nampak gelisah di depan ruangan David.


''Mommy!," Luna menoleh ke sumber suara lalu memeluk ibu nya.


''Bagaimana keadaan David dan Velia??,'' tanya Mommy Elleana khawatir.


''David masih di tangani dokter Mom, kalau Velia aku juga tidak tahu Mom dia tidak ada bersama David,'' jawab Luna.


''Apa??, dimana dia sekarang??,'' Elleana sangat terkejut mendengar ucapan Luna.


Luna hanya bisa menggelengkan kepala, ia juga tidak tahu saat ini Velia kemana karena dirinya langsung menuju rumah sakit setelah menemukan David.


Elleana terduduk lemas, ia tidak bisa membayangkan jika Velia juga akan mengalami hal yang sama dengan putrinya yang meninggal beberapa tahun yang lalu.


Pintu ruangan David terbuka, nampak Morgan keluar dari dalam ruangan.


''Bagaimana keadaan putraku, Morgan??," Elleana langsung menghampiri Morgan.


''Jangan khawatir Nyonya Smith, beruntung David tidak mengalami cedera parah karena ledakan itu. Kalian bisa masuk menemuinya," ucap Morgan.


Elleana langsung masuk ke dalam.


''Terima kasih Morgan!," ucap Luna lalu ikut masuk menyusul ibunya.


Tak lama kemudian Jordan masuk ke ruang rawat anaknya.


Elleana duduk di samping David yang tengah berbaring di atas ranjang. Ia terus mengusap-usap punggung tangan anaknya.


''Apa yang terjadi Luna??,'' tanya Jordan.


''Untuk sekarang aku belum tahu Dad, Alden dan Carlos sedang menyelidiki hal ini semoga saja kita bisa tahu siapa dalang dari semua ini!," balas Luna.


Jordan mengepalkan kedua tangannya. Ia sangat marah melihat kondisi putranya seperti ini belum lagi dengan Velia yang di culik.


''Ikut aku ke markas sekarang!!," ucap Jordan dengan aura dinginnya.


''I-Iya Dad!," Luna sampai gugup menjawab Daddy nya. "Sepertinya Daddy kembali ke mode ganas nya!, aku sampai merinding!!," batin Luna.


"Aku akan mencari Velia, kamu di sini saja menemani David!," ucap Jordan sambil mengelus pundak istrinya. Elleana membalas dengan menganggukkan kepala.


Jordan dan Luna pergi meninggalkan rumah sakit. Mereka berdua menuju ke markas.


Beberapa saat kemudian mereka berdua akhirnya tiba di markas Red Dragon.


Jordan dan Luna berjalan memasuki ruangan rahasia mereka.

__ADS_1


Luna menghubungi Alden dan Carlos yang kebetulan baru saja tiba di markas.


Mereka semua berkumpul untuk mencari keberadaan Velia.


Suasana sangat menegangkan kali ini karena di pimpin langsung oleh pendiri Red Dragon.


''Aku memberi kalian waktu dua puluh empat jam untuk mencari Velia??,'' perintah Jordan.


''Daddy, kita akan menemukan Velia hari ini juga!!, kami sudah memasang pelacak di tubuh Velia dan semoga saja musuh kita tidak menemukannya!!,'' jelas Luna.


''Itu mustahil!!, pelacak yang kita gunakan itu adalah teknologi baru hasil dari kerja sama dengan Alpha Corporation milik Deon,'' sahut Jeremy.


''Oh ya??,'' ucap Jordan.


Alden dan Carlos hanya jadi penyimak saja karena tidak berani ikut campur, mereka sadar posisi mereka seperti apa. Salah ucap saja bisa pindah ke alam lain.


''Iya Dad!, pelacak yang di gunakan bukan seperti chip yang di tanam di tubuh pada umumnya tapi dia semacam tato transparan yang bisa di cek dengan alat khusus. Teknologi itu sengaja dibuat khusus untuk kita saja, Velia sangat pintar bernegosiasi dengan pemilik Alpha Corporation,'' jelas Luna.


Jordan menganggukkan kepala, ia paham dengan penjelasan Luna. Sedangkan Alden dan Carlos dengan refleks bertepuk tangan.


Prokk...Prokk..


''Wah luar biasa!!,'' ucap Alden dan Carlos serempak yang langsung mendapat sorotan tajam dari pemilik Klan.


''Maaf Tuan, tanganku suka berkhianat!!,'' ucap Alden dengan tersenyum kaku.


Jemarinya sibuk mencari di atas keyboard. ''Aku harus menemukannya!!,'' gumamnya.


Semua orang di ruangan itu dengan tegang menunggu hasil dari Luna.


''Astagaaaaa!!,'' teriak Luna membuat seisi ruangan hampir jantungan.


''Kau menemukannya??,'' tanya Jordan sambil mengelus dadanya akibat ulah Luna.


''Untung saja Daddy masih bugar dan tampan!!, kalau tidak Daddy sudah mati sekarang Luna!! jangan teriak-teriak di dekat Daddy lagi!,'' lanjut Jordan.


Luna hanya senyum-senyum tak jelas mendengar ucapan Daddynya.


''Maaf Daddy, aku harus menghubungi Deon dulu karena harus pake sidik jarinya untuk mengaktifkan pelacak ini, maklum Dad ini baru tiga hari percobaan untung saja Velia langsung mencobanya!!,'' jelas Luna.


Jordan menepuk jidatnya. ''Kau ini!!, cepat suruh dia kemari!!,''


''Iya Dad,'' balas Luna, ia segera mengambil ponselnya lalu menghubungi Deon.


Beberapa saat kemudian Deon datang seorang diri, sebenarnya ia berharap bisa bertemu Velia kali ini.


Seorang pengawal mengantar Deon ke depan ruangan Jordan dan lainnya berada.


Luna lalu keluar dari ruangan rahasia menemui Deon. ''Selamat datang Tuan Deon, silahkan ikut aku!,"

__ADS_1


''Terima kasih Nona Muda Smith!," balas Deon sambil mengikuti langkah Luna.


Mereka berdua menghentikan langkahnya di depan sebuah rak buku. ''Apa kau memanggilku untuk membaca buku??,"


''Berisik!!, ini semua karena mu! kenapa tidak menyelesaikan sekaligus sistem yang kau buat!," kesal Luna sambil menatap sinis Deon.


''Aku kurang makan saat itu jadi tidak fokus!,'' asal Deon.


''Ckk, menyebalkan!!,'' Luna lalu mendorong salah satu buku di bagian rak, tak lama kemudian keluar sebuah alat pendeteksi kemudian Luna meletakan jari telunjuk di alat itu.


''Wahh aku tidak menyangka ternyata kalian juga punya alat seperti ini!!,'' ucap Deon begitu melihat rak buku terbuka lalu nampak sebuah pintu.


Sekali lagi Luna meletakan jari telunjuknya ke alat pendeteksi setelah itu pintu selanjutnya terbuka lagi.


Mereka berdua pun masuk ke ruangan rahasia Red Dragon.


Deon memperhatikan setiap sudut ruangan tersebut, ia merasa kagum dengan isi ruangan rahasia milik Red Dragon.


''Selamat datang Tuan Deon!,'' sapa Jordan.


''Terima kasih Tuan Jordan sudah membawaku ke tempat rahasia ini, aku merasa sangat terhormat!,'' ucap Deon dengan senyum manisnya.


''Hey kau!!, cepat selesaikan urusan mu lalu pulanglah!!," ucap Luna sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Wanita ini sebelas, dua belas dengan Velia!, sadis!!," batin Deon sambil berjalan ke arah Luna.


Deon melihat layar di hadapannya, sistem yang mereka buat khusus belum sepenuhnya di enkripsi oleh Deon.


Deon lalu menyelesaikan sistem pelacak tersebut dengan memasukan beberapa kode sandi dan terakhir sidik jarinya.


"Oke sudah selesai!," ucap Deon.


"Kalau begitu pulanglah!!," ucap Luna membuat Deon terperangah.


"Luna!," sahut Jordan membuat anaknya terdiam.


"Sebenarnya ada apa?," tanya Deon penasaran.


"Velia di culik, jadi kami sedang berusaha mencari keberadaannya!!," jawab Jordan.


"Apaaa??," Deon terkejut, niatnya ia ingin bertemu dengan Velia tapi malah mendapat kabar dia menghilang.


"Aku akan membantu!!," ucap Deon.


"Kami tidak ingin merepotkan mu Tuan Deon!," sahut Jordan.


"Kebetulan aku suka di repotkan Tuan Jordan!," Deon lalu duduk di hadapan komputer, kali ini jemari Deon yang menunjukan keahliannya.


Luna menatap ke arah Daddy nya, Jordan hanya mengangkat bahunya tak tahu mau bagaimana.

__ADS_1


__ADS_2