AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 64 : Mencari Kunci


__ADS_3

"Memang salah kalau menemani calon istri jalan-jalan ke rumah temannya??," ucap David bertanya balik.


"APAA??!!, CALON ISTRI??!!," Kinara sangat terkejut dengan ucapan David.


Kinara mengalihkan pandangannya ke Velia seolah meminta jawaban.


Velia tersenyum kaku mendapat tatapan aneh dari sahabatnya.


''Hmm bagaimana yah menjelaskannya. Aku juga bingung!!," ucap Velia dengan ragu.


''Kenapa bingung??, memang benar kan kamu calon istriku??. Apa sekarang kamu ragu jadi tidak mengakuinya yah??!!,'' protes David.


''Wooyy ingat ini bukan rumah kalian!!, jangan ribut di sini dong!,'' sahut Kinara.


''Diam!!,'' ucap Velia dan David serempak.


Velia jadi pusing sendiri karena ucapannya membuat David salah paham, sedangkan David merasa kesal Velia tidak mengakui hubungan mereka.


''Oke aku jelasin dulu deh!!,'' ucap Velia.


Kinara mendekatkan tubuhnya ke Velia agar mendengar dengan jelas penjelasan yang akan keluar dari mulut sahabatnya itu.


''Davjd sudah melamar ku secara pribadi sih tapi kami memang belum mengadakan acara pertunangan secara resmi karena masih ada urusan yang harus diselesaikan dulu!!,'' lanjut Velia.


''Jangankan memberi tahu kamu Nara, orang tua David saja belum tahu tentang masalah ini!!," ucap Velia.


''Apa kamu sudah yakin dengan pria ini??,'' tanya Kinara sambil menatap intens David dari ujung rambut hingga ujung kaki.


David menjadi merinding dengan tatapan horor Kinara ke dirinya. "Ternyata mereka berdua sebelas dua belas!!. Aneh dan unik!," batinnya.


"Iya pasti yakin dong!!," jawab Velia.


"Awas saja kalau kamu melukai hati Velia, aku akan membunuh mu!!," ancam Kinara sambil menunjuk kedua matanya dengan dua jari lalu mengarahkannya ke David.


"Nggak usah repot-repot, aku sendiri yang akan melakukannya!!," sahut Velia.


Ddrrttz...


Ddrrttz...


Ddrrttz...


Ponsel Velia berdering saat ada panggilan masuk, dengan cepat Velia menjawab telpon itu.


"Halo!!," jawab Velia.

__ADS_1


"-------,"


"Baiklah, kami akan segera ke sana!. Tunggu kami datang!!," ucap Velia lalu memutuskan sambungan telpon.


"Kinara sepertinya kami pamit dulu yah, nanti kita bisa jalan bareng lagi!. Aku ada urusan penting!," ucap Velia lalu bangun dari duduknya di ikuti David.


"Ya udah kalau gitu!, kabari aku kalau mau jalan yah?!," ucap Kinara.


"Tentu, kami pergi dulu. Salam buat Mama dua ku!," ucap Velia kemudian keluar rumah bersama David.


Mereka masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah Kinara.


"Siapa yang telpon tadi??," tanya David yang penasaran karena samar-samar terdengar suara pria dari seberang telpon.


"Alden!," singkat Velia.


"Kenapa dia malah menelpon mu, bukan menelpon ku saja??!!," sungut David.


Velia memutar bola matanya merasa jengah dengan sikap David yang terasa berlebihan semenjak menerima lamarannya.


"Pasti aku lah yang di telpon. Bosnya dia, kan aku bukan kamu Daviiid!!," kesal Velia. Ia mulai merasa menyesal mengajak David ikut.


"Iya juga sih," lirih David. Ia kemudian kembali fokus menyetir mobilnya.


Tak lama kemudian mobil mereka sampai di sebuah rumah kosong dengan lahan yang di penuhi pepohonan.


"Bos!!," sapa Alden.


Velia menganggukkan kepala lalu berkata. "Dimana dia??,"


Alden langsung menunjukkan sebuah ruangan dan membukakan pintu untuk Bosnya itu.


Mereka masuk ke dalam ruangan yang seperti bekas kamar sebelumnya.


Velia berjalan mendekat ke arah pria yang tengah duduk dan terikat di sebuah kursi.


Alden dengan cepat memberikan kursi untuk Velia lalu dia berdiri di belakang Velia begitu juga David yang berdiri di sisi lainnya.


"Hay Paman, lama tidak berjumpa!," sapa Velia.


Pria paru baya itu mendongkakkan wajahnya kemudian menatap Velia dengan penuh tanda tanya.


"Si-Siapa kamu??," tanya pria itu.


"Aku Velia Selkova, putri dari Gio dan Shela Selkova!. Apa Paman sudah lupa??," ucap Velia.

__ADS_1


Pria itu terbelalak, ia sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Kenapa kamu mencari ku??," tanya pria itu dengan keras seolah menantang Velia.


"Kamu adalah kunci dari masalah yang terjadi antara keluarga ku dan keluarga Marvin!," ucap Velia dengan dingin.


"Ma-Marvin??," ucap pria itu. Sikapnya berubah seperti ketakutan setelah mendengar nama Marvin.


"Kenapa kau jadi takut paman William setelah mendengar nama itu??," tanya Velia yang semakin curiga dengan gelagat William.


"Apa yang kamu inginkan dari ku??," tanya William.


"Paman pasti tahu kejadian sekitar dua puluh tahun lalu!!," ucap Velia sambil memainkan pistol miliknya di hadapan William.


Tubuh pria paru baya itu gemetar seketika mendengar pertanyaan Velia tentang masa lalunya. Keringat dingin membasahi keningnya saat melihat Velia memegang senjata api.


"A-Aku tidak tahu apa-apa. Aku hanya asisten mereka saat itu. Tidak mungkin aku tahu tentang kecelakaan itu!," ucap William.


Velia tersenyum miring. Ia sudah berhasil menjebak William.


"Aku belum bertanya tentang kecelakaan itu!," ucap Velia.


Degh.


"Sial, aku keceplosan. Dia pandai menjebak ku!," batin William


Di ruangan yang sama. David dan Alden dengan setia mendampingi Velia sekaligus jadi penyimak terbaik situasi yang terjadi sekarang.


"Kenapa paman sangat takut mendengar nama Marvin??. Jawab dulu pertanyaan ku ini!," perintah Velia.


Dengan gugup William menjawab. "Anak Marvin! yang bernama Tristan sedang mengejar ku dan ingin menghabisi nyawaku!!," ucapnya.


"Kenapa??," Velia mengangkat satu alisnya.


"Setelah Marvin meninggal, aku menikahi ibunya dan menyiksa mereka jadi dia dendam padaku!!," jelas William.


Kemudian William mulai menceritakan semua kejadian yang ia ketahui tentang kecelakaan dua puluh tahun lalu yang mengakibatkan Marvin tewas.


"Kalau begitu paman ikut dengan ku dan jelaskan semuanya!, aku akan mencari bukti lainnya!!," ucap Velia. William mengangguk pasrah.


"Bawa dia ke markas, jaga dia jangan sampai kabur apa lagi mati!," perintah Velia. Kemudian dia beranjak pergi dari tempat itu bersama David.


Alden dan anak buahnya membawa pria itu ke markas sesuai perintah dari Bos mereka.


Bersambung....

__ADS_1


Author bawa rekomendasi novel lagi nih. Mampir yah



__ADS_2