
Semua orang dalam ruangan rahasia sedang serius menatap layar besar di hadapan mereka.
Deon masih sibuk melacak lokasi Velia.
''Sudah ketemu belum sih??," tanya Luna yang mulai tidak sabar.
''Berisik!!, jangan mengganggu ku!! duduk manis saja sana!," balan Deon sambil tetap fokus di layar hadapannya.
''Awas saja kau!!,'' ketus Luna sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
Disisi lain..
Velia mengerjapkan mata lalu memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
Wanita itu melihat sekelilingnya, ia berada di sebuah kamar mewah yang pastinya bukan miliknya.
''Aku dimana??,'' gumam Velia.
"Kamar ini sangat mewah juga!," batinnya.
Krieet..
Pintu kamar itu terbuka nampak seorang pelayan wanita masuk sambil membawa nampan yang berisi makanan.
Velia yang melihat kesempatan besar untuk kabur langsung saja ingin beraksi.
Saat hendak bangun dari tempat tidurnya Velia teringat sesuatu. "Hampir saja aku melupakan pesan Daddy!, kali ini aku harus pandai berakting!," batinnya.
"Awh, aduhhh sakit sekali!," ucap Velia sambil memegang luka bekas tembak di bagian perutnya yang sudah diperban.
Pelayan wanita itu langsung menghampiri Velia di tempat tidur setelah meletakkan nampan yang dibawanya di atas nakas samping tempat tidur.
Dengan cepat Velia memukul kepala pelayan itu hingga pingsan. Wanita itu langsung terbaring di lantai kemudian Velia bergegas turun dari ranjang.
Velia mengangkat tubuh pelayan itu ke atas tempat tidur. "Aku harus mengunci pintu dulu!," gumamnya sambil berjalan ke arah pintu.
Mata Velia menyusuri setiap sudut kamar namun tidak menemukan apa yang di carinya.
"Wah percuma saja mewah, biar sebiji telpon aja nggak ada!, ckckck!," gumam Velia lalu melirik pelayan yang terbaring di atas ranjang.
Velia berjalan ke arah tempat tidur lalu memeriksa seluruh tubuh pelayan itu. Akhirnya ia menemukan ponsel pelayannya itu yang berada didalam saku bajunya.
Saat membuka ponsel pelayan itu ternyata terkunci menggunakan sidik jari lalu dengan cepat Velia meletakan jari telunjuk wanita itu di ponsel.
__ADS_1
Setelah berhasil Velia segera menghubungi markas.
"Halo!," ucap Velia begitu sambungan telepon terjawab.
"Ini siapa??," jawab seorang pria dari seberang telpon.
"Yang pasti aku ini masih manusia!, kau ini siapa sih??," kesal Velia.
"Velia? ini kamu??," tiba-tiba berganti suara seorang wanita.
"Kak Luna kirim helikopter di lokasi ini, aku akan menunggu di helipad sekarang juga nggak pake lamaaa!!," perintah Velia lalu memutuskan sambungan telepon.
Setelah itu Velia segera bertukar pakaian dengan pelayan itu kemudian ia menutup tubuh wanita itu dengan selimut dan menyisakan bagian rambut saja.
Velia keluar dari kamar tersebut dengan hati-hati ia berjalan menuju atap gedung mewah yang seperti hotel bintang tujuh.
Beberapa menit Velia menunggu kedatangan Luna dan lainnya. Sembari menunggu ia menatap indahnya pemandangan malam di kota dengan penuh cahaya lampu.
"Penculikan yang sangat estetik!, bukan di tengah hutan tapi di tengah kota dan hotel mewah pula!!," ucap Velia sambil tertawa kecil.
Terdengar suara ricuh dari beberapa pria yang berada di balik pintu.
Helikopter akhirnya datang dan mendarat di atas gedung itu, pintu helikopter itu terbuka lalu nampak lah seorang wanita cantik dengan senjata api semi otomatis ditangannya.
Beberapa pria datang dengan membawa pistol.
Mereka mengarahkannya ke Velia namun Tristan mengangkat satu tangannya untuk memberi kode kepada bawahannya agar menahan tembakan mereka.
"Hello Baby!, maaf anda belum beruntung!!," teriak Velia sambil menutup pintu.
Helikopter yang membawa rombongan Velia akhirnya lepas landas lalu meninggalkan Tristan dan anak buahnya.
Tristan nampak sangat merasa kesal lalu seketika ia menarik sudut bibirnya. "Tunggu saja Velia, aku akan menangkap mi lagi dan kau tidak akan bisa lepas dengan mudah berikutnya!," ucapnya sambil mengepalkan tangan.
Sebuah helikopter mendarat di halaman markas Red Dragon.
Velia dan Luna turun dari helikopter lalu berjalan ke ruangan rahasia mereka.
Betapa terkejutnya Velia saat tiba di ruang rahasia ia melihat Deon duduk di sana bersama Daddy nya.
"Daddy kenapa dia ada di sini??," ucap Velia.
Semua pria yang berada dalam ruangan tersebut kecuali Daddy Jordan dan Jeremy. Mereka langsung terperangah melihat Velia datang dengan pakaian pelayan yang terbilang cukup seksi.
__ADS_1
Velia sadar tatapan pria-pria gatal di hadapannya lalu berkacak pinggang. "Akan ku congkel mata kalian!," ucapnya dengan suara keras.
Para pria itu lalu mengalihkan pandangan dan melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.
Velia berjalan ke arah Deon lalu melipat kedua tangannya di dada. "Jadi kamu yang menjawab telepon ku tadi??,"
Deon pun hanya mengangguk melihat Velia yang sudah seperti singa baru bangun tidur.
"Awas kau!!," kesal Velia kemudian berjalan ke toilet. Luna menyusul langkah Velia lalu memberikan pakaian ganti.
Setelah beberapa menit Velia pun keluar dengan pakaian yang diberikan Luna. Sebuah kaus oblong berwarna hitam dengan celana jeans panjang.
Velia duduk di samping Luna. "Kalau sudah tidak ada yang penting, silahkan pulang Tuan Deon!,"
Deon membeku sesaat lalu bangun dari duduknya. "Kalian berdua ini sama saja!," ucapnya.
"Tuan Jordan saya pulang dulu!," ucap Deon lalu meninggalkan tempat itu.
Daddy Jordan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua wanita dihadapannya.
"Dimana David?? apa dia baik-baik saja Dad?," tanya Velia dengan cemas.
"Besok aku akan membawamu bertemu dengannya, untuk sekarang kalian pulang lalu istirahat saja!," perintah Jordan yang di angguki kedua putrinya.
Bersambung..
Author ada rekomendasi novel untuk kalian baca sambil nunggu up berikutnya. Ayoo pada mampir yahh..
Maya Larasati seorang sekretaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang yang memilikinya dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.
Maya sebenarnya sayang kalau berhenti bekerja tapi karena sangat mencintai kekasihnya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah.
Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan Maya pun setuju.
Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan berpisah.
Di tengah keterpurukan Maya bertemu dengan sang mafia.
Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku.
Ikuti yuk novel terbaruku.
__ADS_1