
Suasana tegang berubah menjadi menenangkan begitu Tristan keluar dari kamar suite Velia.
"Akhirnya dia pergi juga!!, Adik dan Kakak sama saja mengenalkannya!!," Velia menggerutu sambil berjalan ke tempat tidur.
Velia merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar.
"Apa tadi aku bilang??, bulan madu??. Arrgghh mulut jahat ini suka asal bunyi sendiri. Lagian bulan madu sama siapa??," batin Velia.
Velia tiba-tiba memikirkan David, Ia tahu pria itu memiliki perasaan yang lebih padanya namun Velia masih ragu.
Rasa sakit karena kehancuran rumah tangganya terlebih kejahatan yang membuat kehilangan anaknya membuat rasa trauma di diri Velia.
Rasa lelah membuat Velia menjadi mengantuk. Ia pun memejamkan matanya dan beberapa detik kemudian menuju alam mimpi.
Disisi lain David yang sudah sangat gelisah, sejak tadi ia hanya mondar mandir di dalam rumah.
Mommy Elleana yang melihat putranya sudah seperti setrika laundry menjadi kesal.
"David!!, kau kenapa sih mondar mandir terus!??, Kau sudah mengalahkan kesibukan setrikaan laundry!!,"
"Mom, Aku harus bagaimana??," ucap David lalu berlari memeluk Mommy Elleana dari belakang.
"Ada apa sih dengan mu??," tanya Mommy Elleana yang menjadi bingung sekaligus penasaran.
"Mom, Velia ada di hotel sekarang dengan seorang pria!," jawab David dengan lemas.
"Positif thinking saja, mungkin dia lagi ada keperluan penting!!," balas Mommy Elleana.
David menghembuskan napas kasar mendengar jawaban Mommy nya yang tidak sesuai harapan.
"Mungkin saja mereka berbuat hal aneh yang menyesatkan!!," gumam David.
Mommy Elleana menahan tawa mendengar gumaman David. Ia tahu isi kepala anaknya sudah kemana-mana.
__ADS_1
"Kalau aku sih pergi saja dari pada mati penasaran terus jadi hantu penasaran juga!," saran Mommy Elleana membuat David bersemangat.
"Kalau gitu aku pergi yah Mom!, bilang sama Daddy aku pergi ke tempat Morgan!," ucap David lalu masuk ke dalam kamar mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
Setelah keluar dari kamar dengan langkah panjang ia berjalan menuju garasi mobil.
"Tapi David bagaimana dengan luka mu itu??," teriak Mommy Elleana yang teringat luka di tubuh anaknya.
"Luka apa Mom??, aku tidak merasakannya??," sahut David yang juga berteriak, ia lalu masuk ke dalam mobil.
Tanpa membuang waktu David melajukan mobilnya keluar mansion.
Mommy Elleana yang melihat mobil anaknya perlahan menghilang dari pandangannya hanya menggelengkan kepala.
"Memang cinta itu buta yah!," ucap Mommy Elleana.
"Siapa yang buta??," ucap Daddy Jordan yang tiba-tiba muncul dan sudah berada di belakang istrinya.
"Ayo kita masuk saja, kita harus siap-siap pergi makan malam romantis kan??," ucap Mommy Elleana sambil menaik turunkan alisnya.
"Tentu Ratu ku!," balas Daddy Jordan sambil merangkul istrinya. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.
Di sebuah hotel berbintang tujuh, mobil David terhenti di depan loby. Ia melempar kunci ke petugas yang berjaga lalu masuk ke dalam hotel.
Dengan perdebatan yang cukup alot dengan pihak hotel, akhirnya David menemukan kamar dimana Velia berada.
Langkah David terhenti di depan pintu kamar Velia.
"Kamar suite??," David mengepalkan kedua tangannya dengan keras lalu membuka pintu.
Dengan langkah panjang David berjalan masuk.
Netra nya melihat seorang wanita cantik yang tengah tertidur.
__ADS_1
David lalu ikut naik ke atas tempat tidur lalu memeluk tubuh Velia dari belakang.
Merasa ada seseorang yang memeluknya Velia pun terbangun.
"David apa yang kau lakukan??, lepaskan!!," perintah Velia. Ia mengenali aroma parfum David.
"Maaf!," ucap David dengan singkat lalu melepaskan pelukannya.
Mereka berdua terbangun lalu turun dari tempat tidur.
"Kenapa kau ada di sini??," tanya Velia sambil berkacak pinggang.
"Aku jalan-jalan saja!," balas David.
"Kenapa kau memilih kamar ini??, ini lebih pantas untuk pengantin baru yang berbulan madu!!," lanjut David.
"Soalnya kamar ini yang termahal, aku ingin menghamburkan uang untuk hilangkan lelah dan stres!!, kenapa?? masalah buatmu??," ucap Velia.
"Tentu saja!!, kenapa kau tidak mengajak ku juga??," David berkacak pinggang sambil menatap Velia.
"Untuk apa aku mengajak mu?!," ketus Velia.
"Untuk bulan madu!," balas David.
"Dasar gila!," ucap Velia.
Mendengar ucapan David, Velia pun berjalan ke balkon kamar menikmati pemandangan malam di kota kemudian David pun menyusul langkah Velia.
Bersambung...
Author bawa rekomendasi novel buat kalian, yukk mampir yah di karya teman author.
__ADS_1