
Setelah kembali dari Mansion Kakaknya, Tania pun tiba di rumah nya bersama Revan namun ia tak melihat keberadaan suaminya.
''Bermainlah sesuka hati malam ini sayang!, besok adalah akhir dari wanita jal*ng mu itu!," geram Tania.
Ia pun meletakan putri nya ke tempat tidur lalu Tania pun ikut merebahkan tubuhnya.
Malam pun terlewati dengan sangat cepat bagi Tania. Ia sudah terbangun saat mendengar suaminya tiba sebelum fajar.
Tania yang sedang menyantap sarapannya berusaha bersikap biasa saat melihat suaminya keluar dari kamar dengan setelan kerjanya.
''Revan, ayo sarapan dulu!," ucap Tania berbasa basi. "Aku harus tahu siapa wanita itu!," batinnya.
"Tidak, aku sarapan di luar sana!," Revan berlalu pergi begitu saja.
Saat suaminya keluar dengan cepat Tania menghabiskan sarapannya lalu mengikuti suaminya.
Tania masuk ke dalam mobil lalu tancap gas menyusul mobil Revan agar tak tertinggal jauh.
Dengan hati-hati Tania mengikuti Revan. “Ini bukan jalan menuju kantor Kak Tristan, bukan nya Revan kerja di sana?,” batinnya.
Tak lama kemudian mobil Revan berhenti di depan sebuah rumah. Seorang wanita muncul dari balik pagar rumah itu lalu masuk ke dalam mobil Revan.
Revan melakukan mobilnya melanjutkan perjalanannya. Tania yang tetap mengawasi pergerakan suaminya tetap menjaga jarak agar tak ketahuan.
Mobil Revan berhenti di sebuah toko roti. Revan dan Ayumi turun dari mobil lalu masuk ke dalam toko roti itu.
Ayumi nampak masuk ke dalam pantry dan tak lama keluar membawa beberapa roti dan cokelat panas.
Ayumi meletakan nampan yang berisi makanan. Ia lalu duduk di samping Revan dan mereka pun sarapan bersama sambil berbincang-bincang.
Terlihat Revan menyuapi sepotong roti ke Ayumi membuat Tania yang memperhatikan mereka dari kejauhan menjadi panas.
__ADS_1
"Akan ku beri pelajaran wanita itu, kalau perlu lebih sadis dari apa yang ku lakukan ke Velia!," geram Tania sambil mencengkram setir mobil dengan sangat kuat.
Setelah menghabiskan sarapannya, Revan bangun dari duduknya di ikuti Ayumi.
Pria itu memberikan kecupan ke dua pipi Ayumi secara bergantian. Kemudian ia masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan tempat itu.
Melihat suaminya pergi, Tania menuju ke toko roti itu. Nampak Ayumi sedang membantu pegawainya melayani pengunjung yang sedang ramai. Tak lupa senyuman ramah yang tak pernah luntur dari wajah manis itu.
Toko roti milik Ayumi memang sudah terkenal sangat enak sejak Ibu Ayumi membuka Toko roti itu, jadi wajar saja jika sudah banyak pengunjung yang datang dan menjadi pelanggan tetap.
Tania berjalan memasuki toko roti itu. Tiba-tiba raut wajah Ayumi berubah begitu melihat siapa yang datang.
Ayumi sudah tahu siapa wanita itu. Dengan memaksakan senyumnya ia menyambut Tania, namun mendapat tatapan tajam dari wanita itu.
"Kita duduk di sana saja!," Ayumi menunjuk meja yang ia dan Revan tempati tadi.
Awalnya Tania cukup terkejut dengan sikap Ayumi yang seolah sudah tahu siapa dirinya. Kemudian Tania mengangguk lalu mengikuti langkah Ayumi. Mereka pun duduk bersama.
"Iya aku tahu, Revan sudah bercerita tentang kehidupannya tanpa ada yang ditutupi dari ku!, entah itu hanya omong kosong atau fakta," jawab Ayumi.
"Siapa nama mu??," tanya Tania lagi.
"Ayumi Xavier," jawabnya.
"Kau sudah tahu semua tentang Revan tapi masih saja berhubungan dengan suamiku!, dia itu sudah berkeluarga!," ucap Tania dengan cukup keras karena terbawa emosi.
"Kalau itu tanya saja suami mu!, dia berusaha sekali mendekatiku meskipun awalnya aku menolak tapi melihat bagaimana dia berjuang meyakinkan ku, yahh apa salahnya aku menerimanya lagian dia juga pria yang baik!," jawab Ayumi dengan santai.
"Kau pasti mengincar hartanya kan??," ucap Tania.
Ayumi menahan tawa mendengar ucapan Tania. "Puft, Aduh untuk apa aku mengincar hartanya. Aku juga punya usaha kalau untuk makan dan kebutuhan ku masih cukup kok!,"
__ADS_1
"Bukan aku yang merebut suami mu yah, tapi suami mu sendiri yang datang padaku!," lanjut Ayumi.
Tania berdecak kesal mendengar jawaban Ayumi. Ia pun berdiri lalu hendak menampar wajah Ayumi namun dengan sigap Ayumi menahan tangan Tania dan mencengkeramnya.
"Jangan bermain fisik dengan ku, aku bisa mengadukannya ke Revan dan yang paling penting aku bisa membalas mu!," ucap Ayumi dengan tatapan tajam ke Tania.
Tania dengan kasar melepaskan tangannya dari cengkraman Ayumi. "Aku akan memberi mu pelajaran!," ucapnya.
"Lebih baik kau bercermin dan lihat dirimu sendiri!," balas Ayumi yang tak mau kalah.
Tania akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal.
Para pegawai toko yang melihat adegan itu dengan refleks memberi tepuk tangan.
Mereka kagum dengan sikap tegas Ayumi sekaligus shock mengetahui Bos mereka ternyata punya hubungan dengan suami orang.
Ayumi langsung memberikan mereka tatapan tajam membuat pegawainya kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
"Enak saja wanita itu mau menamparku!, dia pikir aku takut!," celoteh Ayumi yang berusaha menetralkan perasaan nya.
Untung saja Ayumi bisa mengontrol emosinya meskipun ingin sekali memberikan sedikit pelajaran juga ke wanita itu.
Ayumi masuk ke ruangannya. Ia duduk di kursi sambil sesekali menghela napas.
"Sebenarnya aku juga tidak mau terlibat dengan hubungan mereka, ini juga sulit untuk ku. Tapi aku harus bagaimana jika Revan dengan bersungguh-sungguh memberikan hati nya untuk ku?? apa aku harus menolak sedangkan hati ini juga bahagia!," batin Ayumi berkecamuk.
Bersambung...
Author ada rekomendasi novel dari sesama teman author. Ayok gas pada mampir yah..
__ADS_1