AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 52 : Persiapan pesta


__ADS_3

Di saat semua penghuni kamar sedang tertidur lelap tiba-tiba Velia terbangun. Ia mengalami mimpi buruk tentang kedua orang tuanya.


Velia mengambil ponsel di atas nakas, lalu menghubungi Papa dan Mamanya.


"Hallo, Mama sudah sampai??," tanya Velia begitu sambungan teleponnya terjawab.


"Iya, kami baru saja sampai di rumah baru!," jawab Mama Shela.


Velia menghembuskan napas lega mendengar kabar Mama da Papa nya baik-baik saja.


"Syukurlah Mah, aku khawatir kalau terjadi sesuatu pada kalian!. Ya udah Mama dan Papa istirahat saja. Besok aku akan menyusul!," ucap Velia.


"Baik sayang, kau juga hati-hati di sana!," ucap Mama Shela, setelah itu sambungan telpon terputus.


Velia menghubungi lagi seseorang.


"Kau dimana Alden??," tanya Velia.


"Kami sudah di jalan kembali ke markas!," balas Alden.


"Apa tidak ada yang mencurigakan selama 0perjalanan??," tanya Velia lagi.


"Aman sayang aman!!," ucap Alden.


"Sayang??," ucap Velia heran.


David yang mendengar Velia menyebut kata sayang lalu bangun dan segera merebut ponsel Velia.


"Siapa yang menelpon jam segini??," gerutu David. Ia pun langsung meletakan ponsel Velia ke telinganya.


"Siapa di sana??," tanya David dengan ketus.


Terdengar suara seorang pria tertawa dari seberang telpon.


"Dasar pria posesif, ini aku Alden!!," balas Alden sambil menahan tawa di seberang sana.


"Oh!," singkat David lalu mengembalikan ponsel Velia. David menjadi salah tingkah apa lagi dengan tatapan aneh Velia. Ia pun kembali ke sofa merebah dirinya.

__ADS_1


Setelah mengambil ponsel miliknya Velia lalu kembali merebahkan tubuhnya. "Dasar aneh!!," gerutunya.


Waktu menunjukan pukul empat pagi namun Velia tidak bisa tidur kembali membuatnya merasa lapar. Ia pun keluar kamar lalu menuju dapur untuk membuat sesuatu yang bisa di makan.


Pelayan yang baru saja bangun untuk bersiap bekerja, lalu menuju dapur setelah mendengar ada kegiatan di dapur.


"Nona perlu apa, biar saya saja yang buatkan!," ucap pelayan itu.


''Tidak perlu, lebih baik kalian bersiap lalu kerjakan yang lain saja. Tidak mungkin kalian kerja dengan menggunakan itu!," ucap Velia sambil mengarahkan pandangannya ke pelayan yang masih mengenakan piyama.


''Ba-Baik Nona!," ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan Velia.


Velia pun melanjutkan kegiatannya memasak di dapur. Setelah selesai ia menyajikan masakannya di atas meja lalu ke kamar untuk membersihkan diri.


Krieett..


Velia membuka pintu kamar lalu masuk. Ia melihat David dan Luna masih tertidur, kemudian ia berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian ganti dan menuju kamar mandi.


Hanya butuh waktu beberapa menit Velia sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapih, ia mengambil tas lalu memasukan beberapa alat make up ke dalamnya.


Setelah selesai ia mengambil kunci mobil lalu ke garasi. Matahari belum menampakan diri namun Velia sudah pergi menuju markas.


🤍🤍🤍


Pagi hari yang sangat cerah, matahari mulai memancarkan sinarnya.


David mengerjapkan mata akibat terkena sinar matahari yang menyeruak masuk memalui sela jendela. Ia lalu bangun dari tidurnya, netra nya mencari Velia namun tak menemukannya.


David mengguncangkan tubuh Luna. ''Kak, Velia mana??,''


''Hmmm, kenapa??," tanya Luna yang masih belum sadar sepenuhnya.


''Velia dimana Kak??,'' tanya David yang mulai panik.


David pun memeriksa seluruh ruangan namun tidak juga menemukan Velia. Ia pun keluar kamar lalu mencari Velia.


''Tuan Muda, Nona Velia sudah pergi sejak pagi-pagi sekali," ucap salah seorang pelayan yang melihat David seperti orang kebingungan.

__ADS_1


Tanpa buang waktu David kembali ke kamar untuk mengambil ponsel dan kunci mobil.


Ia masih menggunakan celana pendek dan kaos lalu menuju garasi mobil. Dengan kecepatan tinggi ia melajukan mobilnya meninggalkan mansion.


David menghubungi Velia dan panggilan itu langsung terjawab.


''Kau dimana Ve??,"


"Aku di markas, kenapa??,"


Setelah mendengar jawaban Velia, David lalu mematikan sambungan telpon nya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Markas.


Setelah sampai di markas David menghentikan mobilnya di teras depan, dengan langkah panjang ia masuk ke dalam markas.


David melihat Velia yang berada di aula sedang menyiapkan berbagai senjata.


Dari senjata api yang kecil hingga terbesar. Beberapa bom kecil juga tidak terlupakan.


"Kau semangat sekali!!," puji David.


"Yahh begitulah!!," jawab Velia.


"Aku harus menyiapkan pesta ini agar meriah dan spektakuler nantinya!," lanjut Velia lagi.


"Ini bukan pesta tapi perang!," balas David.


"Apa semua sudah siap??," tanya David.


"Semua sudah beres sisa berangkat!, kau mau pergi dengan model begitu??," ucap Velia sambil melihat penampilan David.


"Aku gantian dulu sekalian sarapan, tunggu aku!," ucap David sambil mengelus kepala Velia lalu berjalan ke ruangan rahasia.


Bersambung...


Author ada rekomendasi novel untuk kalian baca sambil nunggu up berikutnya yahh. ayuukk pada mampir..


__ADS_1


__ADS_2