
Velia dan Kinara dengan semangat berjalan menuju mobil. Mereka merasa seperti mengenang masa-masa indah persahabatan mereka dulu.
''Ve, aku sangat beruntung bisa berteman baik dengan mu!," ucap Kinara seraya berjalan sambil merangkul pundak sahabatnya itu.
''Kenapa kau berkata begitu?? apa cuma kamu saja yang merasakan hal itu??, aku juga sangat bahagia bisa bertemu teman yang tulus seperti mu. Sebelumnya orang mendekati ku hanya untuk memanfaatkan ku saja dari masalah tugas sekolah sampai jadi ATM berjalan buat mereka!," celoteh Velia panjang lebar dengan raut wajah yang mulai kesal.
''Aku juga begitu, kalau aku tidak bertemu dengan mu mana mungkin aku bisa rasakan makan mewah dan juga spa ala sosialita!, hahaha!," ujar Kinara sambil tertawa kecil.
''Yahh ternyata kamu sama saja!, memanfaatkan ku juga," balas Velia dengan pura-pura kecewa.
''Aku bercanda, jangan ngambek!!. Gimana kalau kita manfaatkan saja calon suaminya kali ini. Yuk kuras sedikit isi dompetnya!," ucap Kinara dengan penuh semangat. Velia melirik tajam ke arah Kinara.
''Ma-Maaf!," ucap Kinara dengan gugup. Ia merasa sudah salah bicara dan membuat Velia kesal.
''Ide mu bagus juga!, setelah spa kita belanja barang branded!," raut wajah Velia yang awalnya serius berubah sumringah.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil, sedangkan para lelaki tampan yang mengikuti langkah mereka tidak habis pikir dengan percakapan para wanita itu.
David yang awalnya merasa tersentuh dengan persahabatan wanitanya berubah menjadi tak enak setelah mendengar percakapan terakhir mereka.
''David, kenapa kau jadi panik mendengar isi dompetmu akan di kuras! Hisshh kau seperti orang miskin saja!. Bukankah keluarga Smith sangat kaya??!!," goda Alden sambil menaik turunkan alisnya.
''Aku memang kaya ternyata!, hampir saja aku lupa!, hahaha!," balas David membuat Alden yang jadi kesal sekarang.
''Yah aku maklum sih, kau tidak pernah berkencan jadi tidak ada yang pernah menguras isi dompet mu!!," ucap Alden lalu segera masuk ke dalam mobil.
David terdiam sesaat. "Betul juga sih kata Alden!," ia pun ikut masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Alden keluar sekarang!," perintah David dengan suara bariton nya.
"Kenapa?," tanya Alden dengan wajah bingung.
"Aku ini atasan mu!, bisa-bisa nya aku yang nyetir mobil!," ucap David sambil mengelus setir mobil namun tatapan tajamnya menghunus ke arah Alden.
Alden menelan ludah dengan kasar lalu tersenyum kaku. Ia dengan cepat membuka pintu lalu keluar dari mobil untuk bertukar tempat begitu juga dengan David.
Velia yang duduk di kursi belakang bersama Kinara hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka.
"Kalian ini terlalu banyak gerak tambahan!, aku hanya punya hari ini untuk libur jadi jangan buang-buang waktu ku yang berharga!," celetuk Velia.
"Berapa harga waktu mu aku akan membelinya!," balas David.
Velia berdecak kesal mendengar ucapan David. Ia lalu menatap ke arah luar jendela melihat pemandangan kota tempatnya tumbuh besar.
Disisi lain nampak seorang pria tengah duduk sambil menghisap sebatang cerutu mahal miliknya.
"Kami mendapatkan informasi mereka akan pergi ke sebuah pusat perbelanjaan Tuan!,"
Pria itu meletakan cerutunya di sebuah asbak emas lalu melipat kedua tangannya di dada. "Bisa-bisanya dia justru bersantai di saat hidup dan mati keluarganya ada di ujung tanduk!," ucapnya sambil tersenyum miring.
"Apa kalian menemukan dimana pria brengsek itu??,"
"Maaf Tuan Tristan, kami tidak menemukan jejak apa pun tentang dia!. Dia seperti hilang ditelan bumi!," jawab bawahannya.
"Cckkk!, kalian tidak becus melakukan apa pun!!. Kadang aku berpikir cara kerja wanita itu lebih cekatan. Sat set sat set langsung selesai, tidak seperti kalian ini!," gerutu Tristan.
__ADS_1
Krieet!.
Suara pintu terbuka, nampak sosok wanita cantik masuk ke dalam ruangan Tristan.
"Kalian keluar!," perintah Tristan membuat semua anak buahnya keluar dari ruangan.
"Ada apa lagi??," tanya Tristan dengan datar.
"Kak bantu aku melenyapkan wanita itu!, aku sudah tidak tahan lagi!," ucap Tania dengan lesu.
"Velia bukan orang sembarang yang bisa dilenyapkan begitu saja!, aku pikir aku sudah memberi tahu mu tentang itu!," ucap Tristan.
"Bukan Velia Kak!," ucap Tania.
Tristan menaikan satu alisnya lalu berkata. " Terus siapa??,"
"Ayumi Lunox," jawab Tania dengan penuh amarah.
Tristan menghela napas. "Siapa lagi dia ini??, Velia saja sudah memporak porandakan keluarga kita!,"
"Di-Dia istri muda Revano Kak!," ucap Tania.
Tristan sedikit terkejut dengan ucapan adiknya. Ia diam sejenak sambil memikirkan sesuatu.
"Kak!, kenapa tidak menjawab ku??," tanya Tania.
"Untuk masalah keluarga mu, kamu harus menyelesaikannya sendiri. Sekarang aku tidak mau ikut campur dengan masalah mu, dewasalah Tania!," ucap Tristan.
__ADS_1
"Apa??," bentak Tania.
"Kak Tristan sudah tidak peduli lagi dengan ku yah!!," ucap Tania dengan amarah. Ia kemudian berjalan keluar ruangan Tristan dengan tangisannya.