AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 6 : Dejavu


__ADS_3

Keluarga Jordan Smith terlihat tengah duduk sambil berbincang. David yang menyadari Velia telah sadar dengan segera menghampirinya.


David mengecek kondisi Velia. "Semuanya baik!." ucapnya lalu mengambilkan minum untuk Velia.


Velia menggelengkan kepala lalu berkata. ''Nyonya Elle,''


David menoleh ke ibunya yang berada di sisi David.


''Mundur Anak Nakal!," Elleana menarik lengan David. Dengan langkah berat menghampiri ayahnya lalu ikut duduk di sampingnya.


''Dad, apa aku tidak tampan lagi sampai dia tidak ingin melihatku?!,'' protes David.


"Itu memang kenyataan! di keluarga kita hanya Daddy yang paling tampan sedunia, hahaha," ucap Jordan dengan tertawa.


"Astaga!! pasangan ini kalau masalah menindas ku selalu sefrekuensi, dan sepertinya aku melihat ada tanda-tanda Mommy mendapatkan sekutu baru untuk menindas ku habis-habisan." batin David sembari menatap Velia dan Mommy nya yang sedang menyuapkan makanan.


"Velia ikut aku yah pulang ke rumah! setidaknya hingga kau benar-benar pulih setelah itu terserah padamu mau bagaimana," ucap Elleana.


Velia berpikir sejenak dan akhirnya menyetujui permintaan Elleana. Baginya tidak masalah untuk tinggal beberapa hari hitung-hitung balas budi.


"Baiklah Nyonya aku akan ikut!," ucap Velia dengan tersenyum.


"Kalau begitu ayo kita bersiap, kita pulang sekarang!," ajak Elleana


David terlonjak kaget. "Mom dia masih harus dirawat, paling cepat lusa baru bisa pulang!," jelasnya.


"Mommy mau sekarang juga!, kita bisa merawatnya di rumah, lagi pula ada kamu seorang dokter!," tegas Elleana.


"Mom aku harus bekerja!," ujar David


"Ikuti saja cari aman!," sela Jordan


"Lihat Daddy mu dia patuh tanpa banyak komentar!," ucap Elleana.


"Tentu saja patuh, kalau tidak sampai tahun depan tidak kelar-kelar!," batin Jordan.


"Yah sudahlah kalau begitu, ayo kita pulang." ucap David pasrah.


Jordan bangun dari duduknya lalu berkata. "Daddy pulang duluan, aku akan menunggu kalian dan menyuruh pelayan menyiapkan kamar."


"Terima kasih Tuan!, maaf sudah merepotkan," ucap Velia yang dibalas anggukan oleh Jordan.


Akhirnya Jordan pergi meninggalkan rumah sakit. Sementara Jordan membuka jas dokternya lalu pergi ke ruang kerjanya.


Elleana menyusul putranya. Mereka berjalan bersama menyusuri koridor rumah sakit.


"Mom kenapa harus aku yang merawat Velia??!!, kita kan bisa menyuruh dokter lain?!!," sungut David.

__ADS_1


"Mom tidak suka banyak orang asing datang ke rumah kita!," jawab Elleana.


"Orang asing?? terus Velia apa??!!!," kesal David.


"Dia adikmu!!," ucap Elleana yang membuat langkah David terhenti.


"APA??!! Adik? apa Daddy punya anak dari wanita lain Mom??!!,"


Elleana memukul bahu David dengan keras.


"Husshh! kau ini!!," bentaknya.


David merasakan panas di bahunya akibat pukulan dari ibunya. Ia sesekali mengusap bekas pukulan tersebut. "Aduh! Mom ini beneran sakit,"


"Kalau begitu bagaimana dia bisa menjadi adik ku?," protes David.


"Mulai sekarang anggaplah seperti itu." jawab Elleana lalu meninggalkan David yang masih terdiam di tempat.


''Mom mau kemana?.'' teriak David.


"Mimpi apa aku semalam!," batin David lalu menghembuskan nafas "Huuhhfft".


Semua masalah kepulangan Velia telah selesai.


Velia akhirnya bisa menghirup udara segar. Seorang perawat membantu Velia berjalan dengan kursi roda, sedangkan Elleana tetap di sisi Velia sedari tadi.


David duduk di samping Velia, sedangkan Elleana duduk di belakang mereka.


Mereka pun meninggalkan rumah sakit.


Selama perjalanan tidak ada seorang pun yang berbicara, semua hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


Tiba-tiba Velia merasa dejavu melihat jalanan yang di lewati mirip seperti saat para berandal sialan itu membawanya.


Jantung Velia berdegub kencang. Pikirannya melayang jauh kemana-mana.


''Kita mau kemana??!," tanya Velia dengan sedikit gemetar.


''Tentu ke rumah!,'' ketus David.


''A. Apa kalian ingin menjualku??," ucap Velia.


Mendengar Velia berkata seperti itu Elleana ingin menjawab tapi David menyelanya terlebih dahulu.


''Tentu saja, kita tidak mau rugi telah menolong mu! kau tahu kan aku ini dokter jadi aku bisa mengambil organ tubuhmu yang masih berharga lalu menjualnya!." sela David.


''DAVIIID!!," bentak Elleana.

__ADS_1


''Tidak sayang, itu tidak betul aku tidak mungkin melakukan itu. Aku tahu kamu pasti masih trauma dengan jalan ini karena ini lah satu-satunya jalan menuju rumah kami dan saat aku pulang, aku melihatmu tergeletak di tepi jalan itulah aku langsung membawamu ke rumah sakit." jelas Elleana sembari mengusap-usap pundak Velia.


Velia mulai terisak, air mata terus mengalir membasahi pipinya mengingat kejadian pahit saat itu.


''Nyonya apa aku bisa meminjam ponsel? aku belum mengabari keluargaku pasti mereka khawatir!, setidaknya aku ingin mengabari kalau aku baik-baik saja sebelum aku di jual," ucap Velia yang masih terisak.


Elleana mengambil sebuah papper bag yang berisikan ponsel baru lalu memberikannya ke Velia. ''Ambilah ini untukmu.''


"Aku mana Mom," tanya David yang melihat Velia di berikan ponsel keluaran terbaru.


Tatapan tajam mengarah ke David. ''Tunggu hadiahmu di rumah Anak Nakal!!," seru Elleana.


''Aku yakin itu bukan hadiah yang bagus!," gumam David pelan.


Velia takjub melihat rumah bak istana kerajaan. Letak nya di gunung tengah hutan membuat udaranya sangat sejuk di hirup. Pemandangan yang indah dari ketinggian serta taman yang menyejukkan mata membuat Velia terpaku.


Pelayan membuka pintu mobil dan membantu Velia mengenakan kursi roda, di susul David dan ibunya.


Pelayan mendorong kursi roda Velia masuk ke dalam rumah. Tak terlihat Jordan di dalam rumah hanya para pelayan yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


''Bawa dia ke kamar!," perintah Elleana.


''Baik Nyonya.'' jawab serempak pelayan sembari membungkukkan badan lalu membawa Velia.


Elleana melihat David ingn menaiki anak tangga lalu ia berteriak dengan lantang. ''Dav kau mau kemana?," sembari bertolak pinggang.


''Ke kamar Mom!," jawab David.


''Aku belum memberimu hadiah! kemari kau!," seru Elleana.


''Astaga!! dia masih ingat? aku kira tadi hanya bercanda! habislah aku!," batin David.


Dengan langkah berat David berjalan ke arah ibunya. "Yes Mom, i'm coming," ucap lesu David.


Tiba-tiba seorang wanita dengan pakaian serba hitam masuk ke dalam rumah sembari berteriak. "AKU PULAAANG!!,"


David dan Elleana terlonjak kaget mendengar suara seperti petir menyambar.


Mereka menoleh ke sumber suara, wanita itu pun menghentikan langkahnya.


David merasa dewi keberuntungannya telah datang lalu berkata. "Tolong aku!!," ucap David dengan wajah memelas.


Wanita itu merasa situasi di sana sedang terjadi perang dingin antara ibu dan anak.


Dia mengangkat kedua tangganya ke udara mengisyaratkan dia juga menyerah menghadapi ratu di rumah itu.


Sembari mengangkat kedua tangannya ia melangkah pergi ke dalam kamar untuk tidak ikut campur dalam peperangan itu.

__ADS_1


"Huufftth," David hanya bisa pasrah sembari membuang nafas.


__ADS_2