AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 39 : Penguntit Handal


__ADS_3

Revan dan Tania sedang sibuk merapikan barang-barang mereka yang baru saja tiba.


''Bagaimana dengan pekerjaan mu??," tanya Tania sambil meletakan beberapa pakaian di dalam lemari.


''Aku sudah keluar dari kantor ku yang di negara A, sekarang aku akan bekerja di perusahaan Kakak mu!, semua ini Dia yang menginginkan nya!," ucap Revan dingin sambil menggendong baby Rose.


''Biar pelayan saja yang bereskan semuanya!, ambil Rose dulu aku ada perlu di luar!," Revan lalu memberikan Baby Rose yang sudah tertidur ke Tania.


Setelah meletakan Baby Rose ketempat tidur, Tania mengejar langkah suaminya yang hendak keluar kamar.


''Mau kemana??," tanya Tania sambil menarik lengan Revan.


Revan menepis tangan Tania dengan kasar. ''Lepaskan tangan kotor mu dari ku?!," hardiknya.


Mata Tania mulai berkaca-kaca. ''Kenapa kau jadi seperti ini padaku Revan!, kau mau kemana lagi?? sudah beberapa hari sejak kita pindah kau jarang di rumah!, kadang kau pulang juga saat sudah larut!!," ucap Tania dengan keras.


Revan menatap hanya menatap dingin wanita yang ada di hadapannya itu.


Tania semakin kesal dengan sikap acuh suaminya. ''Apa kau punya wanita lain??," serunya.


''Banyak!!, dan itu bukan urusan mu!," Revan membuka pintu kamar lalu pergi.


Tania mengepalkan tangannya, ia sangat marah saat ini namun tidak berdaya melawan Revan karena takut suaminya akan meninggalkan anaknya.


''Semua ini gara-gara Velia!!, aku akan menyuruh Kak Tristan untuk melenyapkan mu saja kali ini!!, aku sangat muak dengan wanita itu!," seru Tania.


Disisi lain Revan keluar rumah dengan menggunakan mobilnya menuju tempat hiburan. Dia lebih menyukai wanita-wanita yang berada di sana dari pada istrinya sendiri.


''Aku sungguh muak dengan Tania!!, kalau bukan untuk Rose aku tidak sudi bertemu dengannya!, aku akan perlahan-lahan membalas perlakukan kalian terhadap anak ku!," gumamnya sambil menyetir mobil.


Ckiitt..


Revan tiba-tiba menginjak rem mobilnya.


''Astaga!!," serunya.


Revan lalu keluar dari dalam mobil, ia melihat seorang wanita terduduk dengan lutut dan lengan yang mengeluarkan darah.


''Maafkan aku, aku tidak sengaja!!," Revan lalu membantu wanita itu masuk ke dalam mobil dengan menggendongnya.

__ADS_1


''Aku akan mengantarmu ke rumah sakit!," ucap Revan merasa khawatir sekaligus bersalah.


''A-Aku yang ceroboh menyebrang jalan tidak hati-hati!, maafkan aku juga!!," ucap wanita itu sambil menahan sakit.


Revan lalu melajukan mobilnya menembus padatnya jalan kota.


''Itu kan mobil Revan!!," gumam Velia yang terdengar David.


David memperhatikan mobil yang tak jauh dari mereka, dan memang benar itu mobil Revan.


''Tabrak saja mobilnya, sampai orangnya mati sekalian!!," sungut David.


''Enak aja main tabrak-tabrak!!, ini ditengah kota!! lagian tadi kamu sendiri yang mau singgah dulu di rumah sakit!, sekarang ketemu lawan ngambek dehh!!," Velia menatap sinis pria di sampingnya itu. ''Dasar pria ini!,"


David diam saja sambil menatap mobil Revan dengan penuh amarah.


"Kita ikutin dia dulu yah, setelah itu baru kita ke rumah sakit Kak David!!," bujuk Veli dengan senyuman termanis nya.


"Aku nggak mau!!, buang-buang waktu saja!, kau ini kurang kerjaan yah?? di markas masih banyak pekerjaan dan kau malah keluyuran nggak jelas begini!," kesal David.


''Untuk apa aku punya anak buah seperti kalian kalau tidak di gunakan!," sahut Velia.


''Diam kau!! berisik!!, mau aku turunin di sini biar di culik orang jahat!," ancam Velia.


''Hahaha!! kau pikir aku anak kecil?? kita ini penjahatnyaaa!,'' David tertawa mendengar ancaman Velia.


Mereka tetap mengikuti kemana mobil pergi.


''Sepertinya dia menuju rumah sakit mu Kak!,"


''Mau apa dia ke sana??,'' heran David.


''Mungkin dia mencari mu Kak!!,'' tebak Velia.


''Bagus!! aku akan membuatnya tinggal di kamar jenazah!,'' ucap David sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.


Velia menggeleng-gelengkan kepala. ''Dasar gila!!,''


David tersenyum miring. "Aku akan menghajarnya sampai puas!," batinnya.

__ADS_1


Nampak mobil Revan memasuki area rumah sakit milik David. Ia menghentikan mobilnya di depan IGD.


David dan Velia juga masuk ke area rumah sakit. Mereka berdua langsung keluar mobil dan memberikan kunci kepada security yang berjaga.


"Ambil ini!!," Velia memberikan kunci mobil ke security tersebut lalu segera mengikuti Revan.


Velia terkejut melihat Revan keluar mobil lalu membukakan pintu untuk seorang wanita.


"Wahh ini bahan yang bagus!!," gumam Velia dengan bersemangat sambil mengeluarkan ponselnya. Ia mengambil beberapa foto lalu memasukan lagi ponselnya ke dalam saku.


David hanya pasrah mengikuti Velia karena ancaman mematikan dari wanita itu.


"Hufftth!," David menghela napas sambil mengikuti langkah Velia yang sudah seperti pencuri saja.


"Kalau Revan tahu kita mengikutinya bagaimana??,'' David bertanya setengah berbisik.


"Tenang saja!, kita ini penguntit handal!," balas Velia.


Mereka berdua ikut masuk ke dalam rumah sakit begitu melihat Revan membopong tubuh wanita itu.


Saat Revan masuk beberapa perawat dan dokter langsung menghampiri Revan.


"Bawa dia di sini!," salah satu perawat mengarahkan Revan ke tempat tidur.


"Tolong dia Dokter!," ucap Revan sambil meletakan tubuh wanita itu.


"Baik Tuan!, silahkan menunggu di sana!!, kami akan menanganinya!," ucap Perawat sambil menunjuk sebuah kursi tunggu.


Velia tetap memperhatikan Revan dan wanita itu dari jauh. "Kau pergi saja!, nanti aku akan menyusul mu!,"


David akhirnya bernapas lega mendengar ucapan Velia yang satu ini. "Aku mau ke ruangan Morgan dulu!," ucapnya lalu meninggalkan Velia yang masih sibuk mendokumentasi kegiatan Revan.


Velia lalu mengirimkan beberapa hasil dokumentasinya ke Tania.


"Rasakan kau wanita iblis!!, aku yakin kau akan terbakar setelah melihat ini! hahaha," gumam Velia sambil tertawa. Orang yang berada di dekatnya langsung menyingkir karena mengira Velia sudah tidak waras sedari tadi tertawa sendiri.


Bersambung...


Maaf telat yah Author mau ngucapin selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin semua ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2