AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 48 : Tidur bersama


__ADS_3

FlashBack On


Papa Gio dan Mama Shela tak lama kemudian terbangun.


"Jangan Pah!," cegat Mama Shela ketika melihat suaminya ingin membangunkan Velia yang nampak tertidur pulas.


"Kenapa? bukannya lebih baik dia tidur dikamar saja?," ucap Papa Gio.


"Sudah jangan bawel!," ucap Mama Shela.


"Iya.. Iya..," balas Papa Gio pasrah.


Tak lama kemudian David datang menghampiri mereka. Mereka kemudian berbincang-bincang sebentar.


"Papa, Mama?," ucap David.


Papa Gio mengangkat satu alisnya merasa heran dengan David yang memanggilnya seperti itu.


"Ehh maafkan saya!, aku harus memanggil apa?," ucap David yang merasakan orang tua Velia mungkin tidak suka.


''Panggil kami Mama dan Papa saja seperti Velia, dia kalian anggap seperti keluarga jadi kami pun menanggap mu seperti anak kami juga!," ucap Mama Shela.


''Anak menantu??," sela David.


''Terserah kamu deh!," jawab Gio.


David langsung memeluk Papa Gio dan Mama Shela bergantian. ''Terima kasih Pah, Mah!,'' ucapnya dengan girang.


Tak jauh dari mereka ada Daddy Jordan dan Mommy Elleana yang tak sengaja melihat mereka.


''Anak kita malu-maluin yah Honey?," ucap Mommy Elleana.


''Hu,um!, atau kita nikahkan saja mereka?,'' celetuk Daddy Jordan.


''Kita nggak usah ikut campur urusan percintaan mereka!, belum tentu juga Velia mau!,'' ucap Mommy Elleana.


Akhirnya Papa Gio membalas pelukan David sambil menepuk punggung David. Papa Gio tersenyum, ia akhirnya bisa dengan tenang membiarkan putrinya tinggal di keluarga Jordan.


David melepas pelukannya.


''Kalau begitu temani Velia dulu, kami mau bertemu orang tuamu,'' ucap Papa Gio.


''Oke Pah!," jawab David. Mama Shela dan Papa Gio pun pergi meninggalkan tempat itu.


David duduk di samping Velia yang tengah tidur. Ia menatap wajah Velia lalu menggelengkan kepala mendengar suara dengkuran Velia yang tiba-tiba terdengar sangat keras.


''Aku mau dokumentasi ah!," David tersenyum jahil lalu mengambil ponselnya. Ia mengambil video Velia yang tengah tidur dan mendengkur.


Setelah itu ia ikut berbaring sambil bermain ponsel, tak lama kemudian David juga ikut tertidur.


FlashBack Off

__ADS_1


David terduduk di hadapan Velia sambil memeluk bantal. Ia berusaha mengumpulkan sisa nyawanya yang tertinggal di alam mimpi karena teriakan Velia.


"Kenapa sih kamu ini Ve, kayak ngga pernah lihat orang ganteng saja!," celetuk David.


"Dasar tokek!," sungut Velia.


"Kok ganteng-ganteng gini di bilang tokek??," balas David tidak terima dengan ucapan Velia.


"Yah memang gitu, coba kamu dengar suara tokek dia sebut diri sendiri kan?? persis kamu!!," asal Velia.


David berdecak. "Ckk! kau ini!," ucapnya.


"Apa kau tidak mau minta tanggung jawab dari ku?," tanya David.


"Tanggung jawab??, emang kenapa??," tanya balik Velia yang merasa bingung.


"Hmm itu, kalau wanita dan pria habis tidur bersama biasanya si wanita minta tanggung jawab kan??," ucap David yang membuat Velia berpikir keras.


"Apa iya kita melakukan itu di tempat ini??, tidak mungkin kan? gazebo ini tempat terbuka pasti banyak penontonnya seandainya itu benar terjadi, apa orang ini yang sudah gila??," batin Velia sambil menatap wajah David.


''Jawab!,'' sahut David membuyarkan lamunan Velia.


''Itu bukan tidur yang seperti ini dasar aneh!," seru Velia.


''Yang penting kan tidur bersama!,'' balas David tidak mau kalah.


''Diam nggak??,'' kesal Velia.


Velia bangun lalu mendekati David. ''Aku cekik kamu dasar orang gila!!,'' ucapnya sambil mencekik leher David.


"MOMMY, DADDY TOLONG AKU!!,'' teriak David.


Suara teriakan David terdengar semua orang yang berada di ruang keluarga.


''Ada apa dengan mereka??," ucap Papa Gio khawatir.


''Hmm, biarkan saja mereka!! itu bukan hal baru lagi!!,'' ucap Daddy Jordan.


Papa Gio terdiam seperti memikirkan sesuatu.


''Tenang saja, mereka sedang bercanda!!,'' lanjut Mommy Elleana yang melihat kecemasan Papa Gio.


''Aku kira ada yang berbahaya!,'' Papa Gio pun merasa tenang.


''Tuan Jordan, besok kami akan pindah ke tempat baru. Kami sangat berterima kasih pada kalian, tanpa kalian mungkin kami tidak bisa bertemu lagi dengan Velia. Velia sudah menceritakan semua kejadian saat tiba di sini, katanya dia sangat beruntung bertemu kalian, dia seperti terlahir kembali setelah melawan maut!," ucap Papa Gio panjang lebar.


''Sama-sama Tuan Gio, kami juga merasa beruntung dia hadir di keluarga kami. Dia membuat rumah ini berwarna kembali!!,'' balas Daddy Jordan.


Papa Gio mengangguk, ia bisa melihat keluarga Jordan penuh kehangatan.


''Besok kami akan mengirim beberapa pelayan untuk membantu kalian berbenah di tempat tinggal baru!,'' ucap Daddy Jordan.

__ADS_1


''Tidak usah repot-repot, kami bisa melakukannya sendiri,'' Papa Gio menolak dengan halus.


''Jangan sungkan!, aku menganggap kita sudah seperti keluarga dan mungkin akan seperti itu!," ucap Daddy Jordan sambil mengarahkan wajahnya ke luar.


Mereka lalu melihat David dan Velia yang baru saja masuk.


''Kenapa??," tanya Velia heran, ia berjalan mendekati mereka.


''Tidak apa-apa, kami hanya mengobrol saja!,'' jawab Daddy Jordan.


''Oh iya, aku mau keluar sebentar yah, Mama dan Papa makan malam di sini saja dengan Daddy dan Mommy!!,'' ucap Velia.


''Dengan siapa??,'' tanya Mama Shela.


''Dengan Luna dan David, kita mau jalan-jalan sebentar sambil berburu mangsa, eh kuliner!," ucap Velia.


''Kalian hati-hati!,'' ucap Mama Shela.


''Iya Mah, aku tidak pulang larut kok, besok aku juga mau mengantar Mama dan Papa!,'' kata Velia.


Velia masuk ke dalam kamar untuk mengambil tasnya. Tak lama ia keluar lalu berteriak dengan keras.


''AYO KITA PERGI!!,'' teriak Velia.


''Hey, ini bukan hutan!," tegur Mama Shela.


Velia tersenyum kaku. ''Sorry!," ucapnya.


David sudah turun dari kamar ia menarik lengan Velia lalu berjalan keluar mansion.


''Kak Luna mana??,'' tanya Velia yang terpaksa mengikuti langkah kaki David.


''Dia sudah menunggu di mobil!!," ucap David dengan santai.


''Apa??, waduhh bahaya!!," ucap Velia lalu berlari kecil menuju mobil yang ternyata sudah siap di depan teras.


David dan Velia masuk ke dalam mobil.


''Maaf yah Kak!!," ucap Velia sambil menangkup kedua tangannya.


''Lain kali aku tinggal!," balas Luna. Ia lalu tancap gas dengan kecepatan tinggi.


''Ngambek dia?,'' sahut David.


''Kita ke markas saja yah nanti pesan makanan saja, ada hal penting yang harus kita bahas!," ucap Velia.


''Oke!," jawab Luna.


Bersambung...


Author ada rekomendasi novel bagus buat kalian baca sambil nunggu up berikutnya. Yukk pada mampir yahh..

__ADS_1



__ADS_2