AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 46 : Keluarga Velia


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Tania hanya menggerutu dan mengutuk wanita yang menjadi kekasih suaminya.


Tania merasa tidak adil dengan sikap Revan saat ini. Ia masih berharap suaminya itu bisa bersikap seperti dulu lagi kepadanya.


Setibanya di rumah ia langsung masuk ke dalam kamar. Tania menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.


Berbeda dengan Tania yang merasa sangat kesal hari ini, suasana di mansion Jordan penuh dengan kebahagian terutama untuk Velia.


Ia mendapat kejutan dari kedua orang tuanya yang datang tiba-tiba, padahal mereka memberi kabar masih beberapa hari lagi baru datang.


Keluarga Gio Selkova disambut dengan baik oleh keluarga Jordan Smith.


Mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati sajian yang dihidangkan.


"Terima kasih Tuan Jordan sudah merawat putri saya dengan baik, maaf kalau dia membuat repot kalian," ucap Papa Gio.


"Aku anak yang baik dan cantik kok!," sela Velia.


"Dan menyebalkan!," lanjut David yang membuat Velia memberinya sorotan tajam.


"Bukan kah putra mu seorang dokter??," tanya Gio ke Jordan.


Daddy Jordan mengangguk. "Iya betul, anak ini memang nakal sekali bukannya membantu pekerjaan ku justru belok kesitu!," ucapnya.


David tersenyum kaku mendengar ucapan Daddy nya.


"Itu luar biasa kok!, aku juga pernah berharap punya anak Dokter atau menantu Dokter lah karena Velia nggak mau terjun ke dunia medis," balas Gio dengan semangat.


"Uhuk..uhukk..," David tersedak air ludahnya sendiri mendengar ucapan Ayah Velia.


"Wahh ada harapan besar!!," batin David sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Fix, aku tahu apa yang ada di kepalanya!," batin Velia sambil menatap David.


Luna menepuk-nepuk pundak David memberi semangat seolah tahu isi hati David sekarang melihat dari sikap adiknya itu.


"Anggap saja rumah sendiri yah Tuan Gio dan Nyonya Shela," ucap Mommy Elleana.

__ADS_1


"Pelayan akan mengantar kalian ke kamar untuk istirahat sambil menunggu makan siang!," lanjut Mommy Elleana.


Pelayan pun mengantar kedua orang tua Velia untuk beristirahat karena habis menempuh perjalanan yang cukup jauh.


Kedatangan Gio dan Shela sebenarnya bukan untuk berkunjung saja tapi ada masalah penting yang harus Velia tahu.


Daddy Jordan dan Elleana kembali ke kamar mereka untuk beristirahat juga.


Dan tersisa David, Luna dan Velia yang berada di ruangan keluarga.


"Ve, kayaknya kamu nggak senang mereka datang! kok kamu lesu begitu??," celetuk David yang melihat nampak melamun dengan wajah datar.


"Perasaan ku tidak enak!, seperti ada yang mengganjal saja! aku juga bingung dengan diriku!," jawab Velia.


"Abaikan perasaan mu dulu, tolong perasaan ku saja sekarang!," sahut Luna.


Velia dan David terperangah sambil menatap Luna.


"Apa aku sudah di alam lain??," ucap Velia.


"Apa aku sedang bermimpi??," ucap David bersamaan.


"Apa?? Apa?? ayo katakan saja, kalau masalah perasaan aku ahlinya!," tanya Velia yang jadi penasaran dengan Luna.


"Yah, ahli dalam bidang kegagalan!," sahut David yang mendapat cubitan di pinggangnya dari Velia.


"Hey sakit!, itu tangan atau capit kepiting sih??," seru David sambil memukul-mukul tangan Velia yang sudah mencubitnya.


Luna melipat kedua tangannya di dada.


"Heeyyy kaliaaann!! DIAM!," teriak Luna.


"Kalau kalian menikah nanti, kalian tinggal saja di tengah hutan jangan di sini!," lanjut nya.


Velia tertawa mendengar ocehan Luna.


"Oke!!, besok kita ke hutan kalau gitu!!," sahut David.

__ADS_1


"Hihh, kamu aja sana!, berteman dengan penghuni hutan terus jadi Tarzan!!, AUU WOO UWOO," balas Velia sambil menirukan suara kingkong.


Luna pun ikut tertawa, sedangkan David langsung menekuk wajahnya.


"Kembali ke topik utama!!, Kak Luna kenapa??, siapa yang menyakiti Kakak?? apa pria itu hanya nge-ghosting? menghilang saat lagi syaang-sayang nya gitu??," serbuan pertanyaan keluar dari mulut Velia.


"Tidak semua!!, mungkin ini lebih rumit??," balas Luna yang membuat Velia semakin penasaran apa lagi David.


"Cerita yang jelas dong!," seru David.


"Aku kepikiran aja dengan ucapan Daddy tentang pria yang suka padaku!," ucap Luna.


"Terus??," ucap Velia dan David serempak.


"Aku selama ini tidak pernah dekat dengan pria atau pacaran juga, hanya si LadyBoy Jeremy itu yang dekat dengan ku!, aku jadi curiga kalau Jeremy suka pada ku!," jelas Luna membuat pendengarnya terdiam dan nampak berpikir keras.


"Aku nggak ngerti, tolong!," ucap Velia yang sudah tidak menemukan kesimpulan yang jelas setelah berpikir.


"Nggak mungkin yah, dia sudah lama seperti itu!," ucap David.


"Tapi kan awalnya dia pria yang normal, katanya karena wanita dia jadi seperti itu. Bisa saja dia modus seperti itu untuk mendekati ku!," balas Luna lagi.


David menepuk jidat. "Ini nih efeknya kelamaan jomblo sih, makanya Kakak ubah penampilan jadi feminim terus cari pacar deh!," ucapnya.


Luna menjadi kesal lalu pergi dari situ sambil berkata. "Kalian tidak asik!,"


"Dia malah ngambek!!," gumam David.


"Kamu memang nggak asik!," Velia pun bangun dari duduknya lalu meninggalkan David. Ia menuju ke kamarnya untuk rebahan.


"Yahh aku di tinggal, apa memang aku ngga asik??," gumam David. Lalu ia pun menuju kamarnya.


Di dalam kamar, Velia merebahkan tubuhnya sambil memikirkan sesuatu.


"Aku harus menyelesaikan masalah ku dengan Tania dan Marvin selagi Mama dan Papa ada disini, aku ingin semuanya jelas!," pikir Velia.


Bersambung...

__ADS_1


Author bawa rekomendasi lagi nih buat kalian sambil nunggu up berikutnya. Kuyy pada mampir yahh..



__ADS_2