AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 47 : Keluarga Devil


__ADS_3

Semua anggota keluarga Jordan dan Gio sudah berkumpul di meja makan.


Mereka pun makan dengan tenang hanya suara dentingan sendok dan piring yang terdengar.


David memperhatikan Velia yang hanya mengaduk-aduk makanannya saja.


"Ve, Ke--??," belum selesai David berbicara, Velia memotongnya lebih dulu.


"Mah, Pah!, aku tunggu di gazebo yah!!," ucap Velia lalu bangun dari duduknya. Sebum pergi ia mengambil beberapa buah apel kemudian menuju ke gazebo yang berada di dekat kolam.


David yang melihat Velia pergi dengan cepat menghabiskan makanannya. Ia hendak menyusul Velia namun di cegat Luna.


"Biarkan saja!, jangan ikut campur dulu!," ucap Luna dengan pelan.


Meski berat melihat Velia murung seperti itu, tapi David juga sadar ia tidak bisa ikut campur kali ini kemudian ia kembali ke kamarnya.


Gio dan Shela sudah selesai makan. Mereka berdua langsung pergi ke tempat Velia menunggu.


"Ve, ada yang ingin kami beri tahu padamu!," ucap Mama Shela yang langsung duduk di samping putrinya, sedangkan Papa Gio duduk di sisi lainnya.


"Aku juga ingin bertanya sesuatu pada kalian dan aku butuh jawaban yang jujur dan jelas!," ucap Velia.


"Velia, perusahaan papa sudah sudah di ambil alih oleh orang lain. Jadi sekarang kita kembali ke awal lagi, papa sudah tidak punya apa-apa lagi!," ucap Papa Gio.


"Kenapa tiba-tiba??, bukannya perusahaan Papa baik-baik saja?," Velia terkejut dengan kabar ini, Ia tidak menyangka pergerakan lawannya lebih cepat dari yang dia duga.


"Papa di tipu beberapa investor, perusahaan Papa mengalami kerugian besar jadi di ambil alih orang yang mempunyai dana untuk melanjutkan perusahaan itu," jelas Papa Gio.


"Papa jangan pikirkan itu lagi yah, anggap saja Papa sedang liburan panjang!, masalah kebutuhan jangan khawatir itu akan jadi urusan ku," balas Velia.


Mama Shela tersenyum lalu berkata. "Jangan khawatirkan kami sayang!, kami akan pindah di pedesaan ujung kota ini dan tinggal di sana. Kami masih punya tabungan yang cukup jadi lanjutkan saja kehidupan mu dengan bahagia di sini yah!,"

__ADS_1


Velia tidak bisa membantah perkataan Mama Shela. Ia mengikuti kemauan orang tuanya saja yang penting mereka sehat dan bahagia bersama.


"Baiklah kalau gitu!, aku akan sering mengunjungi kalian!," ucap Velia sambil memeluk kedua orang tuanya.


Baginya kehilangan harta itu tidak penting asalkan keluarganya selalu mendukungnya dan panjang umur.


"Mah, Pah!, aku mau bertanya!," ucap Velia.


"Katakan!," balas Papa Gio.


"Apa kalian mengenal Marvin dan keluarganya??," tanya Velia.


Papa Gio dan Mama Shela terdiam mendengar pertanyaan Velia.


"A-Ada apa dengan mereka?," kata Mama Shela.


"Tidak ada Mah, aku bertemu dengan Tania Marvin. Dia sepertinya tidak suka dengan ku karena masalah keluarga mereka dengan Papa!," balas Velia berbohong dengan tidak mengatakan apa yang sudah terjadi dengannya.


"Memang ada apa dengan mereka Pah?," tanya Velia.


"Dulu Papa dan Marvin berteman baik, kita berdua bahkan membangun bersama dan memulai dari awal perusahaan yang saat ini baru saja kehilangannya," ucap Gio.


"Terus??," ucap Velia penasaran.


"Setelah perusahaan kita mulai berkembang, kami mendapat kabar kalau Marvin mengalami kecelakaan dan membuatnya kehilangan nyawa dan itu menyebabkan salah paham antara keluarga kami!," lanjut Gio.


"Aduh Pah, aku belum mengerti!," sahut Velia.


"Dasar otak siput!," ucap Papa Gio bercanda.


"Hehe, lanjut dong!," ucap Velia dengan tersenyum.

__ADS_1


"Jadi keluarga Marvin menuduh Papa yang membunuh Marvin untuk menguasai perusaan itu. Belum Papa menjelaskan semua mereka semua pergi entah kemana padahal Papa ingin membagi perusahaan itu dengan mereka!," jelas Papa Gio.


"Jadi kalau bukan Papa, terus siapa yang membunuh Marvin itu?," ucap Velia.


"Aku juga tidak tahu!, menurut penyelidikan polisi Marvin mengalami kecelakaan tunggal karena pengaruh minuman. Ini yang mereka tuduhkan ke Papa, kalau Papa yang menyabotase semuanya!," Papa Gio menghela napas panjang.


Ia juga sampai saat ini merasa frustasi dengan masalah kematian Marvin yang tiba-tiba. Belum lagi istri dan anak Marvin yang sulit ditemukan.


"Besok Papa dan Mama akan berangkat!, kami tidak mau terlalu lama merepotkan keluarga ini. mereka sudah sangat baik padamu, jadi kau juga harus begitu!," pesan Papa Gio.


"Iya Pah, aku tahu cara membalas budi!," ucap Velia.


Setelah perbincangan yang panjang itu mereka melanjutkan obrolan lain hingga tertidur di gazebo.


Tak lama kemudian Velia terbangun, ia melihat sudah orang berbeda yang ada di sampingnya.


"Heyy!, kenapa kamu di sini??," teriak Velia yang terkejut melihat David ikut tertidur di sampingnya.


"Hmm apa??," ucap David dengan suara khas bangun tidur.


Velia menyadari sesuatu. "Ini pasti kerjaannya Papa sama Mama deh!, gigih banget pengen punya mantu dokter!," batinnya.


Ia lalu menatap pria tampan dengan rambut acakan tak karuan di tambah muka bantalnya. "Kau sudah mirip singa dengan rambut yang seperti itu!," ledek Velia.


"Dokter Mafia!, bisa kah kau hilangkan perasaanmu padaku, aku jadi terbebani!," batin Velia


Bersambung....


Author rekomendasiin novel yang bagus buat kalian baca. Jangan lupa mampir yahh..


__ADS_1


__ADS_2