AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 62 : Rencana Awal


__ADS_3

David dan Alden pun masuk ke dalam rumah. Netra mereka mencari keberadaan Velia.


Mendadak mereka berdua membeku di tempat sekaligus terperangah melihat apa yang terjadi.


''Katamu mabuk udara??, aku baru tahu ternyata seperti ini mabuk udara itu??," ucap Alden.


''Entahlah Al, aku tidak bisa berkata-kata lagi!," balas David. Pandangan mereka tetap tertuju ke wanita cantik yang sedang duduk di meja makan. Entah rakus atau kelaparan dia makan sangat lahap.


"Aku harus terbiasa dengan kelebihan calon istriku ini!. Aku saja sampai di lupakan, dia lebih memilih makanan itu. Ajak aku juga tidak!, dasar raja hutan!." batin David.


Saat tengah asyik makan, Velia akhirnya menyadari kedatangan dua pria tampan dengan wajah kesal mereka sedang menatapnya.


"Kalian kesini ikut makan dengan ku!!," ajak Velia sambil mengayunkan tangannya.


Kedua pria itu dengan patuh mengikuti ajakan Velia. Mereka ikut duduk bersama Velia.


"Sayang!," panggil Velia ke David.


"Nggak usah panggil-panggil sayang, kamu meninggalkan aku hanya untuk makanan ini??. Ingin sekali rasanya aku membuang semuanya!," sungut David.


Velia mengernyitkan dahi melihat David merengut seperti anak kecil karena masalah makanan.


"Ya udah, terserah deh! mau makan atau nggak. I don't care!," balas Velia dengan santainya melanjutkan makan.


Alden yang mendengar pertengkaran kecil pasangan itu dengan tenang melahap makanannya.


"Terserah kalian dah mau adu jotos pun aku nggak peduli!!, aku jomblo jadi tidak boleh ikut campur!," batin Alden.


Setelah semua selesai makan, mereka berkumpul di ruang tengah bersama beberapa anggota Klan lainnya untuk menyusun rencana.


Semua sudah menunggu Velia untuk menjelaskan rencananya dan memberi tugas ke setiap anggota namun tidak kunjung berbicara.


"Veliaaa!!," panggil David memecah keheningan.


"Iya, kenapa?," jawab Velia dengan polosnya.


David dan Alden menghela napas dengan sikap bos mereka ini.

__ADS_1


"Apa rencana kita bos??," tanya Alden.


Velia nampak berpikir. "Kalian ada ide nggak??," ucapnya tiba-tiba. Hampir saja semua orang pingsan setelah menunggu dengan serius ternyata kena prank.


"Yang ajak kita kesini siapa??, yang punya masalah siapa sih sebenarnya??, please deh bos!!," ucap Alden yang merasa frustasi. Ia mengacak-acak rambutnya lalu menghela napas panjang.


Velia hanya tertawa saja menanggapi kekesalan Alden.


"Maaf aku sedikit lemot efek kekenyangan!, hehe!," ucap Velia tertawa kecil.


Setelah beberapa menit bersantai akhirnya Velia menjadi serius.


"Kumpul lagi!!," teriak Velia sambil bertepuk tangan.


Semua sudah berkumpul dengan wajah serius mendengar arahan Velia.


"Alden kau harus mencari tahu siapa saja yang menangani kasus kecelakaan Marvin, telusuri semua yang terlibat dan dimana mereka sekarang. Aku akan menemui mereka secara langsung!," perintah Velia.


Dengan semangat Alden menganggukkan kepala. "Siap Bos!," ucapnya.


"Baik Bos!," ucap mereka serempak.


"Terus aku ngapain??," tanya David.


"Kamu khusus menemani ku mencari seseorang!. Aku curiga orang ini pasti tahu banyak hal!," ucap Velia.


"Siapa dia??," tanya David penasaran.


"Mantan sekertaris Papa dan juga Marvin ayah Tristan!," ucap Velia.


"Oke semuanya kembali istirahat!, besok kita akan kerja berat!," perintah Velia membuat semuanya bubar dalam sekejap.


Velia hendak masuk ke dalam kamar namun lengannya di tarik David hingga membuat Velia masuk ke dalam pelukan David.


"Modus banget nih!," celetuk Velia.


"Apa masalahnya sih? kamu kan calon istri ku!," ucap David.

__ADS_1


Byuurrr.


Alden dengan spontan menyemburkan air minumnya karena tak sengaja mendengar percakapan David dan Velia.


Velia dan David akhirnya menoleh ke arah Alden.


"Kau kenapa??," tanya David sambil menaikan satu alisnya.


"A-Apa telingaku ini yang rusak?? kalian tadi bahas apa? calon istri? kalian berdua.." ucap Alden lalu menutup mulutnya dengan tangan.


"Iya memang kami akan menikah Alden. Tolong rahasiakan ini dulu yah sampai kita pulang!," pinta Velia.


Alden hanya menganggukkan kepala lalu segera pergi dari situ.


"David aku ingin istirahat dulu, besok aku harus mengunjungi seseorang sebelum kita mencari Sekertaris Papa!," ucap Velia.


"Siapa??," ucap David dengan suara bariton nya.


"KINARA!," seru Velia.


"Ohh," David menganggukkan kepala. "Istirahatlah kalau gitu!," lanjutnya.


Velia masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu membiarkan David berdiri mematung di balik pintu.


"Kayak ada yang kurang??," gumam David. Ia lalu melipat kedua tangannya di dada sambil berpikir.


"Ahh Iya!, kurang kiss!," lanjut David beberapa detik kemudian.


"Udahlah besok aja aku minta kiss nya. kalau sekarang sama saja membangunkan raja hutan yang sedang tidur. Galakk bangeet!," batin David.


David pun menuju kamarnya dengan langkah berat meski bersebelahan kamar tapi terasa sangat jauh sekali bagi David berpisah dengan Velia.


Bersambung...


Author bawa rekomendasi novel dari sesama author untuk kalian baca sambil nungguin up berikutnya. Jangan lupa mampir yah!!


__ADS_1


__ADS_2