AKU MAFIA BUKAN BIDADARI

AKU MAFIA BUKAN BIDADARI
Bab 25 : Tiga Bidadari


__ADS_3

Kinara sudah berdandan cantik untuk bersiap jalan-jalan ke pantai. Ia duduk di kursi taman depan mansion Daddy Jordan sambil menunggu Velia.


"Kau dari mana?? kenapa lama sekali??," seru Kinara begitu melihat Velia datang menghampirinya.


"Maaf bestie! aku harus membantu kak Luna tadi!!," alasan Velia.


Kinara memasang wajah cemberut.


"Niat mengajak ku liburan atau tidak sih??!,"


"Iya dong!!, hari ini kita menginap di villa Daddy!! tempat nya sangat bagus untuk pacaran!!," ucap Velia lalu menarik lengan Kinara.


Tanpa penolakan Kinara mengikuti langkah Velia masuk ke dalam mobil. Kinara masih berusaha mencerna kata-kata yang di ucapkan sahabatnya itu.


Velia melajukan mobil nya degan kecepatan sedang.


"Velia??!!," tanya Kinara.


"Hmm!!," balas Velia yang nampak sedang fokus menyetir mobil.


"Apa kau sudah pacar??!!," tatap Kinara menyelidik.


"Belum!!,"


"Oh!," Kinara menganggukkan kepala, pikir nya Velia salah bicara tadi.


"Apa hanya kita berdua saja yang pergi? Kak luna dan David apa mereka tidak ikut juga Ve??," tanya Kinara yang sebenarnya berharap David juga ikut.


Kinara terpesona pada pandangan pertama. Menurut nya David pria yang baik, melihat bagaimana pria itu bersikap dengan keluarga nya.


"Tenang saja!! hari ini kau bebas mau pilih siapa!! hehehe!!," Velia sudah membayangkan keseruan trio jomblo nanti.


Setelah dua jam menempuh perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di Villa.


Para pelayan menyambut kedatangan mereka.


Pelayan menunjukan kamar kedua wanita cantik itu. Saat masuk mereka langsung takjub dengan desain kamar yang indah dan mewah,mereka juga bisa melihat langsung pemandangan laut dari balkon kamar.


Velia langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang. "Kita bersantai dulu sambil menunggu yang lain!!,"


"Aku merasa kamar ini cocok untuk bulan madu!!," celetuk Kinara.


"Iya benar juga!! aku jadi ingin bulan madu!!," Velia menoleh ke arah Kinara yang tengah duduk di sofa sambil memandang laut.


"A. Apa maksudmu??!!," Kinara dengan refleks menyilangkan tangan nya di dada.


"Apa yang kau pikirkan??!!," Velia menatap heran sahabat nya itu, lalu ia menaik turunkan alisnya mencoba menggoda Kinara.


"Dasar gila!!, aku masih waras!!," seru Kinara sambil melempar bantal sofa ke arah Velia.

__ADS_1


"Otak mu itu yang kotor!!," balas Velia lalu membelakangi Kinara.


Beberapa detik kemudian terdengar dengkuran halus Velia yang sudah masuk ke alam mimpi nya.


Kinara menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu. "Astaga!! baru nempel bantal langsung tidur? dasar Ratu tidur!!," gerutu Kinara, ia lalu keluar untuk melihat-lihat situasi sekitar.


Ketika Kinara sudah berada di depan pintu, nampak ada dua mobil datang. Ia melihat David dan Luna keluar dari dalam mobil pertama di ikuti dua pria yang tidak dikenal nya.


Dan di mobil kedua nampak dua orang pria tampan keluar, ia juga tak mengenali semua pria yang ada kecuali David.


Luna menghampiri Kinara lalu bertanya. "Dimana Velia??!,"


"Dia di kamar!!," balas Kinara. Luna pun menuju kamar yang berada di lantai dua itu.


Para pria tampan pun masuk ke dalam Villa melewati Kinara yang mematung di tempatnya.


Mereka menuju kamar yang sudah di siapkan pelayan.


"Ohh ini yang di maksud Velia sisa pilih saja?? pantas saja dia betah tinggal di sini karena di kelilingi pria tampan!," gumam Kinara.


"Hey cantik!!," sapa salah satu anggota Trio Jomblo membuat Kinara sadar dari lamunan nya.


"Kenapa tampan??!!," balas Kinara dengan tersenyum.


"Kenalkan aku Alden!, kau siapa?!," ucap Alden sambil mengulurkan tangan.


"Aku Kinara!," jawabnya dengan membalas jabat tangan Alden.


"Pepet terus sampai dapat!!," sahut Velia yang sudah ada di dekat mereka.


"Sejak kapan kau disini??," Alden terkejut tiba-tiba Velia dan Luna sudah ada bersama mereka.


"Ckck!! memang cinta itu buta yah!!," sahut Luna.


"Ayo kita siap-siap, katanya mau barbekyuan!!," ucap Velia lalu berjalan ke arah tempat yang sudah di siapkan.


Luna dan Kinara menyusul langkah Velia. Tempat yang sangat pas dengan pencahayaan dan pemandangan laut yang sangat indah.


Trio Anggel nampak sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan. Ketiga wanita cantik itu nampak sangat mempesona hari ini di tambah dengan angin sepoi-sepoi meniup rambut indah mereka membuatnya nampak seperti bidadari.


Velia melambaikan tangan nya sambil berteriak. "Kak Daviid!! ayoo sini bantuin kita!!,"


David tersenyum lalu berjalan ke arah mereka.


Pria itu akhirnya ikut sibuk membantu, sesekali mendengar perdebatan kecil antara ketiga wanita itu.


Kinara nampak memperhatikan perlakuan David ke Velia yang begitu manis. Ia merasa seperti melihat sepasang kekasih dari pada seorang kakak dan adik.


''Sepertinya David memiliki perasaan ke Velia, tapi sayang nya sahabatku itu tidak peka!," batin Kinara.

__ADS_1


Pandangan Velia tiba-tiba tertuju ke beberapa pria yang datang ke arah nya.


Velia mengernyitkan dahi nya. "Kenapa pria itu juga ada disini??!," gumamnya.


"Kak kenapa kau membawa tamu tak di undang??," Velia sedikit berbisik ke David.


"Kami habis membahas bisnis tadi! katanya dia ingin jalan-jalan jadi sekalian saja aku ajak Deon ke sini!!," ucap David datar.


Acara kecil-kecilan itu akhirnya berjalan dengan penuh suka cita sambil menikmati makanan yang mereka buat.


"Kinara apa kau sudah punya pacar??!!," tanya Alden membuat mata Kinara terbelalak.


Velia yang mendengar lalu menoleh ke Alden.


"Hey! langkahi dulu mayat ku!!, kau harus lulus seleksi dariku baru bisa bersamanya!," ancam Velia.


"Aku yang cocok dengan Kinara!," sahut Carlos.


"Kalau gitu sama kamu saja lah Ve!!," lanjut Alden.


''Nggak mau!!, weekk!!," Velia menjulurkan lidah nya ke Alden, pria itu hanya bisa tersenyum kecut.


"Kalian ini!! jaga sikap dong! Kinara jadi malu tuh!!," seru Luna.


"Jangan ganggu dia!!," sahut David juga yang mendukung ucapan kakaknya.


Suasana yang berbeda di rasakan Luna dan Jovi.


"I**ni kan pria yang di kencan buta itu?," Luna tersenyum kaku saat di tatap Jovi.


"Apakah dia jodohku Tuhan??," batin Jovi sambil membalas Luna dengan senyuman termanisnya.


Sedangkan Deon hanya menjadi penyimak terbaik. Netra biru pria itu terus mengarah ke Velia seolah tidak cukup hanya memandang wanita itu.


****


Sambil nunggu up berikut nya, author ada rekomendasi novel dari teman yang pastinya bagus banget. Ayoo pada mampir yah!!



Blurb :


Apa jadinya seorang pria dengan julukan duda casanova terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mulet mampu menggetarkan hatinya yang membeku.


Tak lupa Rolando sang putra yang selama ini begitu merindukan kasih sayang tiba-tiba tersenyum ketika di dekat gadis tersebut.


Banyak misteri yang mulai terungkap tentang jadi diri dari gadis bar-bar yang berhasil menjerat seorang duda casanova.


Dapatkah duda casanova itu mampu menaklukkan gadi itu? Misteri apa yang disembunyikan olehnya?

__ADS_1


Ikuti kisah perjalanan mereka ....


__ADS_2